Array

Tuduhan Kartel Daging Sapi Dinilai Sulit Terbukti

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 24 Februari 2016 | 21:26 WIB
Tuduhan Kartel Daging Sapi Dinilai Sulit Terbukti
Pedagang daging sapi di lapak Pasar Rumput, Jakarta, Senin (25/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang mengatakan tuduhan mahalnya harga daging sapi akibat permainan kartel daging sapi merupakan tuduhan yang sulit dibuktikan. Menurutnya, kondisi yang sebenarnya terjadi adalah pasokan daging sapi dalam negeri memang tak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi nasional. 

"Sementara Kementerian Perdagangan tak bisa serta merta menambah impor daging sapi demi menjaga stabilitas harga tanpa ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Makanya data Kementerian Pertanian itu harus akurat. Kalau sampai salah data, akan salah kebijakan dan mengakibatkan kondisi seperti sekarang ini," kata Sarman di Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Sarman menjelaskan bahwa Bareskrim Mabes Polri serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan mengenai indikasi permainan harga oleh kartel daging sapi. "Nyatanya, tuduhan tersebut tak pernah terbukti sampai saat ini," ujar Sarman.

Akibat pemerintah mengurangi kuota impor daging sapi, pasokan daging sapi di dalam negeri menjadi sedikit. Karena produksi daging sapi nasional belum mampu memenuhi tingginya permintaan. Sesuai hukum permintaan pasar, stok yang minim mengakibatkan harga melambung ditengah permintaan yang terus naik. 

"Bahkan dalam kasus ini tak cuma masyarakat konsumen yang dirugikan. Kalangan dunia usaha yang menggunakan bahan baku daging sapi juga terpukul. Mulai dari usaha restoran, terutama rumah makan Padang hingga perdagangan bakso. Banyak sekali pedagang bakso yang gulung tikar. Ini akibat kesalahan kebijakan," tutup Sarman.

Sebagaimana diketahui, tingginya harga daging sapi di pasar sempat menimbulkan kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia memerintahkan Polri untuk menindak mafia yang "mempermainkan" harga pangan di pasaran, yang membuat masyarakat dibebani dengan mahalnya harga.

Jokowi membandingkan harga daging di dua negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, yang jauh lebih murah dari Indonesia. Di Indonesia, harga daging potong di pasaran bahkan mencapai Rp120 ribu, sementara harga sapi dari peternak masih normal.

"Saya berikan gambaran harga daging. Misal di Malaysia, Singapura, (itu) hanya Rp50-60 ribu per kilogram. Kenapa di sini sampai seperti itu (mencapai Rp120 ribu)‎? Sedangkan harga sapi di lapangan (peternak) juga normal-normal saja. Artinya, ada sesuatu. (Pemain) Yang lain sudah bisa ditangkap," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

REKOMENDASI

TERKINI