Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jokowi Mau ke Eropa, Para Menteri Sibuk Susun Strategi

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 04 Maret 2016 | 14:54 WIB
Jokowi Mau ke Eropa, Para Menteri Sibuk Susun Strategi
Menteri Perdagangan Thomas Lembong (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Eropa pada April 2016 untuk menghadiri dialog dan negosiasi Indonesia-Comprehensive Economic Partnership Agreement dengan Uni Eropa. Salah satu tujuannya untuk membicarakan tentang perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement) dalam skema Uni Eropa. Terkait agenda Presiden, para menteri saat ini sibuk menyiapkan strategi dan mereka terus berkoordinasi.

"Ya tadi banyak yang dibahas, kami berkoordinasi antar kementerian. Memang saat ini kita sedang mengumpulkan masukan dari semua kementerian teknis. Jadi kita tidak hanya membahas soal permintaan dari Uni Eropa saja, tapi permintaan Indonesia ke Uni Eropa soal benefit atau asistensi kerjasama, ini yang terpenting," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2016).

Lembong menjelaskan saat ini perjanjian FTA dengan skema CEPA belum memberikan keuntungan bagi Indonesia, sebaliknya sangat memberatkan sehingga pemerintah perlu mengatur beberapa langkah agar perundingan dan negosiasi yang akan dilakukan Presiden Jokowi pada April nanti dapat memberikan keuntungan bagi Tanah Air.

"Yang sedang diperjuangkan Indonesia dalam FTA CEPA itu akses pasar. Kita ini sudah tertinggal dengan negara-negara lainnya soal ini. Terus, contoh pembebasan bea masuk itu 95 persen pos tarifnya dan menghapus bea keluar. Ini sangat memberatkan bagi Indonesia. Makanya ini akan kita bahas, bagaimana nanti ini bisa menguntungkan," katanya.

Ia berharap tahap negosiasi ini akan selesai di tahun ini sehingga Indonesia dapat melakukan negosiasi formal dengan Uni Eropa terkait FTA dengan CEPA dapat segera dimulai di 2016.

"Tahun lalu Presiden beri waktu dua tahun, jadi sekarang sedang gencar komunikasi dengan kementerian lain untuk bisa membentuk konsensus di dalam pemerintah. Saya kira scoping harus tuntas tahun ini, supaya negosiasi formal antara Eropa RI mulai tahun ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Harus Berani Berunding Dengan Eropa Soal Free Trade

Indonesia Harus Berani Berunding Dengan Eropa Soal Free Trade

Bisnis | Kamis, 03 Maret 2016 | 14:06 WIB

Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Eropa Masih Dikaji

Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Eropa Masih Dikaji

Bisnis | Kamis, 03 Maret 2016 | 13:14 WIB

UE Gelar Konpers Perubahan Iklim

UE Gelar Konpers Perubahan Iklim

News | Senin, 07 Desember 2015 | 00:56 WIB

Krisis Migrasi Melanda Eropa

Krisis Migrasi Melanda Eropa

News | Selasa, 10 November 2015 | 06:44 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×