Suara.com - Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penananaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengatakan realisasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa (UE) masih dikaji.
Hal ini disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi tentang perjanjian perdagangan bebas tersebut di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/3/3026).
"Masih terus dikaji terkait apa saja yang akan kita siapkan, lalu terkait aturan-aturan yang harus dibuat, diganti atau direvisi, dan beberapa hal lain," kata Azhar.
Dia menambahkan Indonesia tidak akan asal saja masuk ke dalam sebuah perjanjian perdagangan internasional.
Butuh persiapan mumpuni (matang) agar kepentingan nasional tidak terganggu dengan adanya kesepakatan-kesepakatan sejenis.
Presiden Joko Widodo sendiri memerintahkan jajarannya untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan Uni Eropa dalam jangka waktu dua tahun sejak 2015.
"Jadi lihat nanti, masih ada waktu sebelum semuanya berjalan," tutur Azhar.
Ada pun rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Thomas Lembong. Namun dia menolak memberikan pernyataan usai kegiatan itu.
Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa terus meningkatkan kerja sama dagang. Pada Senin (15/2/2016), kedua pihak sepakat meningkatkan kerja sama perdagangan komoditas seperti kelapa sawit dan biji cokelat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kerja sama di bidang perdagangan tersebut antara lain untuk menangani perbedaan biaya masuk komoditas dari Indonesia di negara-negara kawasan Uni Eropa.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend menuturkan dengan adanya investasi baru tersebut, perusahaan-perusahaan asal Uni Eropa dapat memberikan 1,1 juta lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.
Menurut Vincent, kerja sama perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia, termasuk Comprehensive Economic Partner Agremeent (CEPA), akan menguntungkan Indonesia dan Uni Eropa dalam hal peningkatan ekonomi di masing-masing wilayah.
Adapun komoditas Indonesia yang diekspor ke Eropa antara lain kelapa sawit, kakao, serta barang-barang produksi padat karya. (Antara)