Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

OJK Tolak Dikte Bank Turunkan NIM

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 17 Maret 2016 | 14:26 WIB
OJK Tolak Dikte Bank Turunkan NIM
Bank Indonesia bekerja sama dengan 15 bank nasional menggelar Festival Gerakan Non Tunai dengan tema "Cinta Nontunai, Cinta Rupiah" di FX Plaza, Jakarta, Kamis (19/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Nelson Tampubolon mengatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menekan penurunan Net Interest Margin (NIM).

Sebab kebijakan penurunan margin tersebut wewenang dari masing-masing emiten guna menekan tingkat suku bunga kredit menjadi single digit.

"Sepertinya kalau dalam hal ini kita tidak perlu mendikte mereka (perbankan) untuk menurunkan NIM mereka. Mereka pasti memiliki kebijakan atau strategi masing-masing untuk menurunkan suku bunga di bawah 10 persen semangatnya kan begitu," kata Nelson saat di temui di Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2016).

Yang terpenting bagi OJK dan pemerintah adalah semangat perbankan sama yakni sama-sama menekan tingkat suku bunga kredit yang dinilai masih tinggi.

"Kalau mereka merasa marginya terlalu tinggi pasti mereka akan menurunkan dengan cara yang tepat menurut mereka. Jadi ini semua kami serahkan ke emiten, bagaimana menekan bunga kredit itu," ungkapnya.

Menurutnya, menekan suku bunga tersebut hanya untuk meningkatkan daya sayang perbankan nasional di tingkat ASEAN.

"Karena tak ada cara lain, kalau mau kompetisi di ASEAN memang harus bicara efisiensi. Rata-rata ASEAN ini bunganya 5 sampai 5,5 persen. Jadi kita mau menekan ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK: Perbankan Jangan Mau Kalah dengan Taksi Online

OJK: Perbankan Jangan Mau Kalah dengan Taksi Online

Bisnis | Kamis, 17 Maret 2016 | 12:28 WIB

OJK Minta Perbankan Terapkan "Digital Banking"

OJK Minta Perbankan Terapkan "Digital Banking"

Bisnis | Kamis, 17 Maret 2016 | 11:44 WIB

OJK Dorong Perbankan Nasional Maksimalkan Layanan Digital

OJK Dorong Perbankan Nasional Maksimalkan Layanan Digital

Bisnis | Kamis, 17 Maret 2016 | 10:36 WIB

Tunggu Keputusan The Fed Soal Suku Bunga, Harga Emas Turun Tipis

Tunggu Keputusan The Fed Soal Suku Bunga, Harga Emas Turun Tipis

Bisnis | Kamis, 17 Maret 2016 | 06:00 WIB

Peluncuran OJK Proksi

Peluncuran OJK Proksi

Foto | Selasa, 15 Maret 2016 | 15:07 WIB

OJK Kumpulkan Pengusaha Keuangan, Cari Solusi untuk Bunga Kredit

OJK Kumpulkan Pengusaha Keuangan, Cari Solusi untuk Bunga Kredit

Bisnis | Selasa, 15 Maret 2016 | 14:51 WIB

Bunga Kredit Masih Tinggi, JK: Negara Bisa Jatuh

Bunga Kredit Masih Tinggi, JK: Negara Bisa Jatuh

Bisnis | Selasa, 15 Maret 2016 | 13:11 WIB

Kembangkan Keuangan Mikro, OJK Luncurkan OJK-Proksi

Kembangkan Keuangan Mikro, OJK Luncurkan OJK-Proksi

Bisnis | Selasa, 15 Maret 2016 | 13:03 WIB

Sindiran Pedas JK Buat Pelaku Usaha Sektor Keuangan

Sindiran Pedas JK Buat Pelaku Usaha Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 15 Maret 2016 | 12:57 WIB

Pertumbuhan Kredit Perbankan Indonesia di 2015 Merosot

Pertumbuhan Kredit Perbankan Indonesia di 2015 Merosot

Bisnis | Sabtu, 12 Maret 2016 | 03:00 WIB

Terkini

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:26 WIB

Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani

Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:23 WIB