Perubahan Status Batam Menjadi KEK Tingkatkan Daya Saing

Adhitya Himawan

Selasa, 29 Maret 2016 | 18:58 WIB
Perubahan Status Batam Menjadi KEK Tingkatkan Daya Saing
Sosialiasi perubahan Batam dari Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). [Antara/N Kanwa]

Suara.com -  Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyatakan bahwa rencana diubahnya status Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai akan meningkatkan daya tarik dan juga daya saing bagi industri potensial khususnya dari Singapura dan Malaysia.

"Jadi tujuan pemerintah untuk mengubah Batam dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus adalah untuk meningkatkan daya tarik dan juga daya saing, dibandingkan dengan KEK yang ada di wilayah Asia lainnya," kata Thomas, di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Thomas mengatakan lokasi Batam yang berada dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadi sangat penting karena adanya potensi sinergitas antara Batam dengan kedua negara tersebut.

Salah satu contoh adalah sinergitas dengan Singapura untuk sektor jasa seperti industri Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat terbang.

"Jangan anggap remeh sektor jasa. Singapura itu sudah menjadi hubungan untuk penerbangan, dunia penerbangan itu membutuhkan MRO. Batam dan Bintan bisa menjadi pusat MRO," kata Thomas.

Selain itu, lanjut Thomas, Singapura juga tengah mengembangkan sektor industri kreatif dengan dibukanya kantor regional dari industri perfilman Amerika Serikat. Diharapkan, nantinya Batam mampu menangkap peluang dari sektor itu dengan perubahan status menjadi KEK.

Menurut Thomas, status Batam yang saat ini berupa FTZ perlu diperbaharui dan ditingkatkan menjadi KEK. FTZ dianggap hanya memberikan pembebasan Bea Masuk dan tarif namun tidak ada tambahan lainnya seperti insentif fiskal, kelonggaran peraturan dan pendelegasian wewenang dari kementerian kepada pengelola.

Thomas menambahkan, salah satu manfaat dari konversi FTZ ke KEK itu adanya standardisasi antara Batam dengan wilayah lain di Indonesia yang berstatus KEK. Dengan adanya standardisasi tersebut, diharapkan nantinya akan jauh lebih efisien daripada terdapat satu kawasan yang memiliki aturan berbeda.

"FTZ itu konsep kuno yang sudah tidak relevan, sulit untuk bersaing, dan tidak kompetitif jika kita ingin meningkatkan daya saing. Kedua, terkait standardisasi, pemberlakuan atau administrasi sistem dan peraturan itu semuanya konsisten di semua KEK termasuk Batam," ujar Thomas.

Saat ini, Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam telah menyiapkan masa transisi menuju KEK, antara lain dengan mengadakan audit menyeluruh terhadap aset maupun kinerja kawasan Batam, membentuk tim teknis dan melakukan perubahan di BP Batam.

Masa transisi ini diharapkan selesai dalam tiga atau enam bulan dan pemerintah akan menyiapkan aturan hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembentukan KEK Batam, setelah pembenahan struktural yang dilakukan telah usai.

Beberapa alasan yang menjadi penurunan daya saing Batam selama menjadi kawasan perdagangan bebas adalah dualisme pengelolaan wilayah antara pemerintah kota dan BP Batam, dualisme tanggung jawab vertikal BP Batam ke Dewan Kawasan dan Menteri Keuangan, ledakan penduduk hingga maraknya penyelundupan.

Dualisme pengelolaan wilayah ini menyebabkan Batam tidak kompetitif karena perizinan menjadi lamban, ada tumpang tindih pengelolaan tanah, tidak ada kepastian hukum bagi investor hingga penyediaan infrastruktur yang belum memenuhi standar internasional. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Nugas Nyaman Tanpa Bikin Kantong Jebol di Tjap Nyonya 2, Ada Dimsum Murah & Teh Refill!

Nugas Nyaman Tanpa Bikin Kantong Jebol di Tjap Nyonya 2, Ada Dimsum Murah & Teh Refill!

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

Bukan Sekadar Bahan Bakar, BP Batam dan Pertamina Siapkan Fondasi Industri Aviasi Batam

Bukan Sekadar Bahan Bakar, BP Batam dan Pertamina Siapkan Fondasi Industri Aviasi Batam

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 15:15 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang

Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 15:51 WIB

Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia

Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 11:35 WIB

Garudayaksa Gandeng Batam Prime FC, Buka Akademi Satelit

Garudayaksa Gandeng Batam Prime FC, Buka Akademi Satelit

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:23 WIB

Mulai September 2026, Purbaya Ubah Strategi Ekonomi RI Hadapi Era Perdagangan Bebas

Mulai September 2026, Purbaya Ubah Strategi Ekonomi RI Hadapi Era Perdagangan Bebas

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Terkini

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:07 WIB

Memilih Produk untuk Anak, Orang Tua Perlu Melihat Lebih dari Sekadar Label

Memilih Produk untuk Anak, Orang Tua Perlu Melihat Lebih dari Sekadar Label

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029

Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Membangun Literasi Finansial Sejak Dini Melalui BRImo Junior

Membangun Literasi Finansial Sejak Dini Melalui BRImo Junior

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMA Ini Ubah Masalah Lingkungan Jadi Ide Inovatif

Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMA Ini Ubah Masalah Lingkungan Jadi Ide Inovatif

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×