Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Perubahan Status Batam Menjadi KEK Tingkatkan Daya Saing

Adhitya Himawan

Selasa, 29 Maret 2016 | 18:58 WIB
Perubahan Status Batam Menjadi KEK Tingkatkan Daya Saing
Sosialiasi perubahan Batam dari Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). [Antara/N Kanwa]

Suara.com -  Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyatakan bahwa rencana diubahnya status Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai akan meningkatkan daya tarik dan juga daya saing bagi industri potensial khususnya dari Singapura dan Malaysia.

"Jadi tujuan pemerintah untuk mengubah Batam dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus adalah untuk meningkatkan daya tarik dan juga daya saing, dibandingkan dengan KEK yang ada di wilayah Asia lainnya," kata Thomas, di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Thomas mengatakan lokasi Batam yang berada dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadi sangat penting karena adanya potensi sinergitas antara Batam dengan kedua negara tersebut.

Salah satu contoh adalah sinergitas dengan Singapura untuk sektor jasa seperti industri Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat terbang.

"Jangan anggap remeh sektor jasa. Singapura itu sudah menjadi hubungan untuk penerbangan, dunia penerbangan itu membutuhkan MRO. Batam dan Bintan bisa menjadi pusat MRO," kata Thomas.

Selain itu, lanjut Thomas, Singapura juga tengah mengembangkan sektor industri kreatif dengan dibukanya kantor regional dari industri perfilman Amerika Serikat. Diharapkan, nantinya Batam mampu menangkap peluang dari sektor itu dengan perubahan status menjadi KEK.

Menurut Thomas, status Batam yang saat ini berupa FTZ perlu diperbaharui dan ditingkatkan menjadi KEK. FTZ dianggap hanya memberikan pembebasan Bea Masuk dan tarif namun tidak ada tambahan lainnya seperti insentif fiskal, kelonggaran peraturan dan pendelegasian wewenang dari kementerian kepada pengelola.

Thomas menambahkan, salah satu manfaat dari konversi FTZ ke KEK itu adanya standardisasi antara Batam dengan wilayah lain di Indonesia yang berstatus KEK. Dengan adanya standardisasi tersebut, diharapkan nantinya akan jauh lebih efisien daripada terdapat satu kawasan yang memiliki aturan berbeda.

"FTZ itu konsep kuno yang sudah tidak relevan, sulit untuk bersaing, dan tidak kompetitif jika kita ingin meningkatkan daya saing. Kedua, terkait standardisasi, pemberlakuan atau administrasi sistem dan peraturan itu semuanya konsisten di semua KEK termasuk Batam," ujar Thomas.

Saat ini, Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam telah menyiapkan masa transisi menuju KEK, antara lain dengan mengadakan audit menyeluruh terhadap aset maupun kinerja kawasan Batam, membentuk tim teknis dan melakukan perubahan di BP Batam.

Masa transisi ini diharapkan selesai dalam tiga atau enam bulan dan pemerintah akan menyiapkan aturan hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembentukan KEK Batam, setelah pembenahan struktural yang dilakukan telah usai.

Beberapa alasan yang menjadi penurunan daya saing Batam selama menjadi kawasan perdagangan bebas adalah dualisme pengelolaan wilayah antara pemerintah kota dan BP Batam, dualisme tanggung jawab vertikal BP Batam ke Dewan Kawasan dan Menteri Keuangan, ledakan penduduk hingga maraknya penyelundupan.

Dualisme pengelolaan wilayah ini menyebabkan Batam tidak kompetitif karena perizinan menjadi lamban, ada tumpang tindih pengelolaan tanah, tidak ada kepastian hukum bagi investor hingga penyediaan infrastruktur yang belum memenuhi standar internasional. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita

Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:56 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Dari Kegagalan Menuju Sapta Abdi Praja, Charina Anggie Simbolon Wujudkan Mimpi Sang Ayah

Dari Kegagalan Menuju Sapta Abdi Praja, Charina Anggie Simbolon Wujudkan Mimpi Sang Ayah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL

Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:18 WIB

Hati Bukan Sengketa: Strategi PN Batam Utus Mediator Perempuan Tekan Kasus Perceraian

Hati Bukan Sengketa: Strategi PN Batam Utus Mediator Perempuan Tekan Kasus Perceraian

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:22 WIB

Viral Raffi Ahmad Datangi Orozon di Batam, Siapa Pemilik Usahanya?

Viral Raffi Ahmad Datangi Orozon di Batam, Siapa Pemilik Usahanya?

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

Realisasi Investasi di KEK Tembus Rp 353,3 Triliun per Q1 2026, Bukti RI Masih Dilirik Investor

Realisasi Investasi di KEK Tembus Rp 353,3 Triliun per Q1 2026, Bukti RI Masih Dilirik Investor

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 17:50 WIB

Proyek Investasi Unilever Global Diresmikan di Sumatra Utara Agustus Besok

Proyek Investasi Unilever Global Diresmikan di Sumatra Utara Agustus Besok

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 17:08 WIB

Trik Menabung Era Inflasi: Gaya Micro-Saving ala Anak Rantau Batam

Trik Menabung Era Inflasi: Gaya Micro-Saving ala Anak Rantau Batam

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 15:19 WIB

Terkini

4 Sepeda Gunung yang Nyaman di Aspal maupun Tanah, Tetap Ringan Dikayuh

4 Sepeda Gunung yang Nyaman di Aspal maupun Tanah, Tetap Ringan Dikayuh

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:07 WIB

POCO F9 Pro dan F9 Ultra Lolos TKDN, Siap Jadi Monster Baru Kelas Flagship di Pasar Indonesia

POCO F9 Pro dan F9 Ultra Lolos TKDN, Siap Jadi Monster Baru Kelas Flagship di Pasar Indonesia

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Harga Selisih Jauh, Honda Super-ONE Cuma Unggul Tipis saat Adu Akselerasi Melawan BYD Atto 1

Harga Selisih Jauh, Honda Super-ONE Cuma Unggul Tipis saat Adu Akselerasi Melawan BYD Atto 1

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Kakek 80 Tahun yang Terserempet KRL di Tebet Tewas, Sempat Jalan di Pinggir Rel

Kakek 80 Tahun yang Terserempet KRL di Tebet Tewas, Sempat Jalan di Pinggir Rel

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Roberto Carlos Bicara Isu Pindah Agama Islam

Roberto Carlos Bicara Isu Pindah Agama Islam

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Nimrods: A Green Day Comedy, Nekat Road Trip demi Konser Band Punk Idola!

Nimrods: A Green Day Comedy, Nekat Road Trip demi Konser Band Punk Idola!

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:00 WIB

BRI KKB National Expo Hadir di 131 Lokasi, Sukses Torehkan Rekor MURI

BRI KKB National Expo Hadir di 131 Lokasi, Sukses Torehkan Rekor MURI

Sumut | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Ledakan Rumah Mewah di Medan, Identitas Masih Rahasia

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Ledakan Rumah Mewah di Medan, Identitas Masih Rahasia

Sumut | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Kebakaran Hutan Kalimantan: Ketika Kemarau Terus Dijadikan Kambing Hitam

Kebakaran Hutan Kalimantan: Ketika Kemarau Terus Dijadikan Kambing Hitam

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Target PLTS 100 GW Jadi Sinyal Positif, Mengapa IESR Ingatkan Tantangan Implementasinya?

Target PLTS 100 GW Jadi Sinyal Positif, Mengapa IESR Ingatkan Tantangan Implementasinya?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

×