Array

Minggu Ini Rupiah dan Dolar AS Berpeluang Melemah Terbatas

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 17 Mei 2016 | 09:49 WIB
Minggu Ini Rupiah dan Dolar AS Berpeluang Melemah Terbatas
Suasana perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan lalu melemah 60 point membentuk candle dengan body turun dan shadow di bawah, mengindikasikan ada perlawanan atas tekanan turun. Pada Candle harian, IHSG melemah 41 point membentuk candle dengan body turun panjang dan shadow di bawah, mengindikasikan perlawanan atas tekanan turun. Volume rendah di bawah rata-rata 20 hari terakhir.

"IHSG telah bergerak dalam trend turun jangka panjang sejak 31 Maret 2015, harga sedang konsolidasi. Dalam jangka menegah IHSG dalam trend naik sejak 29 September 2015, harga mendekati channel bawah, berpeluang konolidasi, pelemahan mulai terbatas. Se-dangkan jangka pendek membentuk tren turun sejak tanggal 17 Maret 2016. Harga mendekati channel bawah berpeluang konsoli-dasi menguat," kata Managing Partner PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe dalam keterangan resmi, Selasa (17/5/2016).

Selain itu, Kiswoyo menuturkan terjadi dead cross pada indicator MACD pada 26 April 2016 dan garis MACD telah menembus garis 0 ke bawah, berpeluang melemah di jangka menegah. Indicator Stochastic oscillator (SO) menembus garis 50 ke atas, ada peluang penguatan dalam be-berapa hari kedepan. Money flow mengindikasikan aliran dana cenderung keluar. Harga mendekati garis bawah bollinger band, berpeluang konsoldasi menguat di jangka pendek.

Adapun Dolar Amerika Serikat (USD) dan Rupiah (IDR) selama sepekan kemarin menguat 75 poin dengan membentuk candle dengan body kecil dan shadow pendek di atas dan bawah. Candle harian USD dan IDR membentuk candle dengan body naik kecil dan shadow di atas, mengindikasikan konsolidasi. USDIDR dalam pola trend naik di jangka panjang ditunjukan trend channel naik sejak 14 Maret 2014. Harga bergerak memasuki channel bawah. Jangka menegah dalam trend turun sejak 28 September 2015 dimana harga menembus channel tengah masih ber-peluang konsolidasi menguat. Sedangkan jangka pendek dalam trend naik sejak 7 Maret 2016, harga mendekati channel atas ber-peluang kondolidasi menguat di jangka pendek.

"Minggu ini kami perkirakan USD dan IDR berpeluang konsolidasi melemah (Rupiah menguat) terbatas. Adapun level resistance dalam sepekan kedepan adalah di level 13335 sampai 13430 dan support di level 13250 sampai 13130," tutup Kiswoyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI