Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Jokowi Ingatkan Empat Hal Soal Investasi dari Rusia

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Jum'at, 20 Mei 2016 | 00:13 WIB
Jokowi Ingatkan Empat Hal Soal Investasi dari Rusia
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan empat pimpinan perusahaan besar di Rusia, Kamis (19/5/2016). [Setpres]
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan empat pimpinan perusahaan besar di Rusia, Kamis (19/5/2016). Kunjungan kehormatan dimaksudkan sebagai penjajakan kerjasama bisnis antara pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan besar di Rusia.
 
Dalam pertemuan bisnis, Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
 
Usai pertemuan bisnis, Menteri Luar Negeri ‎Retno Marsudi mengatakan bahwa Presiden menyambut baik rencana investasi keempat CEO perusahan itu dan peningkatan investasi Rusia di Indonesia. Tapi  Jokowi mengingatkan  empat hal yang harus dipatuhi investor. 
 
"Pertama Presiden menekankan harus menghormati semua peraturan. Proses hilirisasi, lalu  melibatkan rakyat dan mendatangkan manfaat bagi rakyat serta kepatuhan pada masalah lingkungan," kata Retno.
 
Pertemuan bisnis pertama dilaksanakan pada pukul 10.00 waktu setempat antara Presiden Jokowi dan CEO Russian Railways, Oleg Belozerof. Russian Railways merupakan salah satu perusahaan transportasi terbesar di dunia. Di negaranya, Russian Railways bergerak dalam bidang infrastruktur dan pengoperasian layanan kereta api.
 
Dalam pembicaraan tersebut, pemerintah Indonesia dengan Russian Railways berbicara tentang kerja sama membangun rel kereta api untuk kargo yang akan membawa batu bara di Kalimantan. Sebelumnya pihak Russian Railways telah melakukan studi terkait dengan rencana pembangunan tersebut. 
 
Dalam perkembangannya, Russian Railways kemudian melihat potensi apakah kereta tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai kereta umum untuk penumpang. Terhadap keinginan Russian Railways tersebut, Menteri BUMN, Rini Sumarno, menjelaskan bahwa terdapat aturan-aturan yang harus dilihat dan dikaji terlebih dahulu.
 
"Kami sedang melihat kemungkinannya seperti apabila bekerja sama dengan Kereta Api Indonesia," kata Menteri BUMN yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.
 
Usai pertemuan bisnis pertama dengan Russian Railways, Jokowi melakukan pertemuan bisnis dengan tiga perusahaan tambang di Rusia, yakni Blackspace Group, RUSAL, dan Vi Holding Group. Sebelumnya, Blackspace Group diketahui telah beraktivitas di Sulawesi dan Kalimantan. Perusahaan yang berfokus pada penambangan batubara dan nikel tersebut ingin menjajaki kemungkinan kerjasama dengan BUMN Indonesia.
 
"Blackspace berharap untuk dapat meningkatkan usaha di Indonesia dan melihat kemungkinan  bagaimana bekerjasama dengan BUMN," kata Rini.
 
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menekankan bahwa proses pengolahan hasil tambang haruslah memperhatikan lingkungan dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
 
"Tapi yang juga ditekankan supaya hasil tambang ini diproses menjadi produk lanjutan sampai produk akhir. Karena dengan produk akhir itu nilai tambahnya lebih tinggi," kata Rini.
 
Senada dengan Blackspace Group, RUSAL yang juga merupakan sebuah perusahaan tambang dengan fokus produksi alumunium terbesar di dunia sedang menjajaki kemungkinan untuk dapat bekerja sama dengan BUMN.
 
"RUSAL sangat berharap untuk dapat bekerja sama dengan ANTAM dan INALUM untuk memproses produk alumunium," kata dia.
 
Menteri BUMN kemudian mengutarakan hal yang menarik dalam pertemuan bisnis antara Presiden Jokowi dengan Vi Holding Group.
 
"Mereka mengatakan memiliki teknologi baru agar bisa memproses nikel dengan harga yang sangat murah, hanya setengahnya dari sekarang," kata Rini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia dan Vietnam Sepakat Intensifkan  Kerjasama Perdagangan

Indonesia dan Vietnam Sepakat Intensifkan Kerjasama Perdagangan

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2016 | 23:53 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB