Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gak Punya Duit Cash Gak Masalah, Pakai 7 Cara Renovasi Rumah Ini

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 01 Juni 2016 | 07:27 WIB
Gak Punya Duit Cash Gak Masalah, Pakai 7 Cara Renovasi Rumah Ini
Ilustrasi dana untuk merenovasi rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Atap sudah bocor, dinding retak, keramik pecah. Tapi mau renovasi kok nggak ada duit cash tersedia. Masak, harus hidup di rumah dengan kondisi kayak gitu?

Tenang. Selama rumah itu bersertifikat atas nama sendiri, kita bisa mengupayakan solusi renovasi. Kalau rumah kontrakan mah, pikir seribu kali buat renovasi. Mending pindah cari kontrakan lain.

Salah satu solusi yang bisa diambil sebagai cara renovasi rumah ketika duit cash nggak ada adalah kredit ke bank. Bank punya sederet layanan khusus buat yang mau renovasi rumah, tapi duit tunai nggak tersedia.

1. Kredit tanpa agunan (KTA)
KTA sangat gampang pencairannya. Cukup sediakan berkas dan isi formulir, nggak perlu pakai jaminan motor, apalagi rumah. Prosesnya paling 1 minggu.

Tapi, nilai kreditnya kecil ketimbang kredit serbaguna (dengan pinjaman). Bunganya juga lebih gede. Untuk menyiasatinya, kombinasikan KTA dengan tabungan pribadi.

Misalnya tabungan Rp10 juta, KTA Rp10 juta. Bukan Rp20 juta langsung dari KTA. Jadi, beban melunasi KTA nggak berat-berat amat.

2. Refinancing
Refinancing bisa dipakai kalau rumah kita udah lunas. Cara renovasi rumah dengan refinancing mirip dengan kredit pemilikan rumah (KPR). Yaitu menjaminkan sertifikat rumah.

Bank akan menilai rumah kita, dan biasanya mengucurkan 80 persen dari nilai rumah tersebut. Contohnya nilai rumah Rp300 juta, berarti dana refinancing yang turun Rp240 juta.

Sama dengan KPR, proses refinancing juga melibatkan notaris, provisi, dan lain-lain. Kita harus mengeluarkan biaya untuk hal-hal itu. Prosesnya juga lebih lama ketimbang KTA, bisa sampai 1 bulan.

3. Kredit Renovasi
Bank juga punya layanan khusus kredit renovasi. Mereka bekerja sama dengan perusahaan material semen. Kita juga bisa berkonsultasi soal bagaimana enaknya renovasi dari segi desain dan harga. Lebih simpel, karena kita nggak perlu cari konsultasi dari tukang renovasi.

4. Top Up KPR
Buat yang KPR-nya belum lunas, bisa pakai top up KPR dari bank. Lewat top up KPR, artinya kita beroleh KPR baru.

Rumah akan dinilai lagi oleh bank. Selisih nilai dari KPR awal ini yang bisa dijadikan dana renovasi rumah.

Tapi minimal KPR harus berjalan separuh dari tenor. Misalnya KPR 20 tahun, berarti cicilan harus jalan 10 tahun dulu baru bisa top up.

5. Over Kredit
Yang rumahnya masih KPR juga bisa pakai pilihan over kredit. Prosesnya mirip dengan top up, tapi melibatkan dua bank yaitu bank yang menyediakan KPR dan bank lain.

Cari bank yang bunganya lebih rendah, ya, bukan malah lebih tinggi. Nantinya selisih plafon yang ditawarkan bank kedua yang bisa dipakai untuk renovasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Beli Mobil Baru Bukan Ide Bagus

Ini Alasan Beli Mobil Baru Bukan Ide Bagus

Otomotif | Kamis, 26 Mei 2016 | 08:15 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB