Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

BPS Sebut, Kenaikan Harga Ayam Jadi Pemicu Inflasi Mei 2016

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 01 Juni 2016 | 13:34 WIB
BPS Sebut, Kenaikan Harga Ayam Jadi Pemicu Inflasi Mei 2016
Kepala BPS Suryamin [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Laju inflasi pada Januari 2016 tercatat sebesar 0,24 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik penyumbang terbesar laju inflasi kali ini salah satunya adalah karena harga daging ayam ras yang merangkak naik sebesar 17 persen, atau berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,08 persen.

"Kenaikan ini karena harga beli dari distributornya sudah mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi di 64 kota, tertinggi di Tanjung pandan dan Jambi," kata Kepala BPS Suryamin saat menggelar konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2016).

Kedua, tarif angkutan udara yang mengalami kenaikan harga sebesar 6,59 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,06 persen. Hal ini lantaran pada bulan Mei 2016 banyak terdapat hari libur yang membuat permintaan menjadi meningkat.

"Kenaikan terjadi di 35 kota, dan tertinggi terjadi di Pontianak dan Singkawang," katanya.

Ketiga, gula pasir. Terjadi kenaikan sebesar 7,4 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,04 persen. Kenaikan terjadi di 80 IHK dan yang tertinggi terjadi di Bulu Kumba dan Sumenep. Hal ini lantaran stok gula yang terbatas namun permintaan terus meningkat.

Keempat, telur ayam ras. Mengalami kenaikan 13,2 persen dan memberikan andil ke inflasi 0,02 persen. Hal ini terjadi lantaran tingginya permintaan jelang Ramadan. Kenaikan terjadi di 61 kota, tertinggi di Padang Sidempuan dan Kupang.

Kelima, minyak goreng. Komoditas ini mengalami kenaikan harga sebesar 1,73 persen dan memberi andil 0,02 persen ke inflasi. Ini seiring dengan kenaikan harga minyak sawit atau CPO. Kenaikan terjadi di 67 kota dan tertinggi di Padang Sidempuan dan Serang.

Keenam, rokok kretek filter. Mengalami kenaikan harga 0,71 persen dan memberikan andil 0,02 persen terhadap inflasi. Ini karena kenaikan cukai. Kenaikan harga tertinggi terjadi di Palopo dan Denpasar.

Terakhir, emas dan perhiasan. Mengalami kenaikan 1,85 persen dan memberikan andil 0,02 persen ke inflasi. Ini karena permintaan yang tinggi. Kenaikan terjadi di 67 kota, dan tertinggi di Bekasi dan Bungo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Sebut Inflasi Mei 2016 Sebesar 0,24 Persen

BPS Sebut Inflasi Mei 2016 Sebesar 0,24 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juni 2016 | 12:30 WIB

Data BPS Tunjukkan Upah Buruh April 2016 Naik di Beberapa Sektor

Data BPS Tunjukkan Upah Buruh April 2016 Naik di Beberapa Sektor

Bisnis | Selasa, 17 Mei 2016 | 09:00 WIB

Impor Indonesia Januari-April 2016 Turun 13,44 Persen

Impor Indonesia Januari-April 2016 Turun 13,44 Persen

Bisnis | Selasa, 17 Mei 2016 | 08:31 WIB

Ekspor Indonesia per April 2016 Turun 12,65 Persen

Ekspor Indonesia per April 2016 Turun 12,65 Persen

Bisnis | Selasa, 17 Mei 2016 | 08:15 WIB

Terkini

Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT

Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:13 WIB

Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026

Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:03 WIB

Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya

Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:52 WIB

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:02 WIB

Harga Pangan 1 Mei 2026  Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket

Harga Pangan 1 Mei 2026 Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:39 WIB

CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:03 WIB

Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026

Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:28 WIB

Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global

Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:08 WIB

Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'

Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:36 WIB

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:52 WIB