OPEC Gagal Lagi Tetapkan Kuota Produksi Minyak

Ririn Indriani

Jum'at, 03 Juni 2016 | 08:53 WIB
OPEC Gagal Lagi Tetapkan Kuota Produksi Minyak
Ilustrasi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali gagal menetapkan kuota produksi minyak setelah melakukan pertemuan yang diadakan di Wina, Kamis (2/6/2016) waktu setempat.

Setelah pertemuan yang berlangsung empat jam, para menteri minyak OPEC, kata seorang pejabat OPEC, gagal menyepakati sebuah batas atau pagu produksi, dan memutuskan untuk bertemu lagi di Wina pada 30 November mendatang.

Ini adalah kali kedua OPEC telah gagal untuk menentukan pagu produksi pada konferensi di Wina, setelah pertemuan musim dingin lalu.

Ini bisa menjadi tanda bahwa kesenjangan di antara anggota kartel semakin lebih lebar atas strategi pasar mereka.

Menurut laporan media, Iran ingin pagu produksi minyaknya mencapai tingkat pra-sanksi, sementara negara-negara anggota lainnya berpegang pada kuota yang berbeda, yang Arab Saudi tidak setuju.

"Tanpa kuota negara, OPEC tidak bisa mengendalikan apa-apa," ungkap Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh kepada wartawan, yang mengatakan kuota pra-sanksi -- 14,5 persen dari produksi umum OPEC -- adalah adil untuk Teheran.

Produksi minyak Iran saat ini 3,56 juta barel per hari mendekati produksi pra-sanksi 3,70 juta barel per hari.

Arab Saudi, produsen minyak terkemuka di OPEC, akan melanjutkan kebijakan strategi harga minyak rendah, kata para analis.

OPEC menghasilkan sekitar 32,5 juta barel minyak per hari, 2,5 juta barel lebih tinggi dari pagu yang ditetapkan musim panas lalu di Wina.

"Sejak pertemuan terakhir pada Desember 2015, harga minyak mentah telah meningkat lebih dari 80 persen," kata OPEC dalam siaran persnya, "Ini merupakan bukti, fakta bahwa pasar sedang bergerak melalui proses penyeimbangan," kata kartel minyak.

OPEC percaya pertumbuhan permintaan tetap relatif sehat mempertimbangkan tantangan dan perkembangan ekonomi baru-baru ini.

Dalam situasi seperti itu, kesepakatan produksi akan menjadi sulit dalam OPEC dan juga dengan produsen-produsen minyak non-OPEC.

Jason Schenker, presiden dan kepala ekonom dari perusahaan riset pasar Prestige Economics, mengatakan strategi OPEC dan harga minyak rendah telah mempengaruhi produksi minyak AS, membuat banyak perusahaan memangkas posisi-posisi pekerjaan dan mendapatkan keuntungan yang berkurang.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasokan minyak melebihi permintaan rata-rata 1,3 juta barel per hari dalam enam bulan pertama 2016.

Sebelum pertemuan itu, harga minyak dunia naik menjadi sekitar 50 dolar AS per barel.

Mohammed Sanusi Barkindo dari Nigeria diangkat sebagai sekretaris jenderal baru organisasi tersebut dan akan mulai menjabat pada 1 Agustus.(Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Persediaan AS Turun, Harga Minyak Dunia Melonjak

Persediaan AS Turun, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Jum'at, 03 Juni 2016 | 08:22 WIB

Harga Minyak Turun

Harga Minyak Turun

Bisnis | Selasa, 24 Mei 2016 | 06:37 WIB

Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan Pertalite Rp300 per Liter

Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan Pertalite Rp300 per Liter

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 14:02 WIB

Terkini

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:06 WIB

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:57 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:55 WIB

×