Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Keuangan Syariah Dapat Tingkatkan Perekonomian Global

Adhitya Himawan

Senin, 06 Juni 2016 | 07:42 WIB
Keuangan Syariah Dapat Tingkatkan Perekonomian Global
Menkeu Bambang Brodjonegoro (kiri) di Sidang Tahunan ke-41 Islamic Development Bank (IDB) tahun 2016 di Jakarta Convention Center, Senin (16/5/2016). [Antara]

Sidang Tahunan Bank Pembangunan Islam (IDB) ke 41 di Jakarta, beberapa waktu lalu, menekankan pentingnya bagi negara-negara anggota lembaga multilateral ini untuk berpartisipasi mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030.

SDGs yang dicanangkan mulai 2016, merupakan kelanjutan dari program Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) yang telah berakhir pada 2015, dan memiliki sasaran untuk mengentaskan kemiskinan serta mengurangi masalah kesenjangan.

Menurut Presiden Grup IDB Ahmad Mohammed Ali, negara-negara anggota IDB harus menyiapkan diri untuk memenuhi tantangan dan menjawab persoalan yang muncul dengan SDGs, melalui pemanfaatan instrumen keuangan syariah.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemahaman menyeluruh terhadap keuangan syariah merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan, menekan angka kemiskinan dan memperbaiki taraf kehidupan masyarakat kurang mampu, yang menjadi inti dari SDGs.

Inklusi keuangan syariah, kata Ali, memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja perekonomian global yang sedang dilanda kelesuan dan menjawab masalah pemenuhan hajat hidup orang banyak yang umum terjadi di dunia saat ini.

Inklusi keuangan syariah merupakan dorongan penting dalam pembangunan nasional dengan memastikan setiap aktivitas perekonomian, wilayah geografis dan setiap masyarakat memiliki akses pada jasa keuangan syariah.

Ali meyakini dengan inklusi keuangan syariah yang hadir melalui model-model instrumen keuangan syariah, terutama dari Indonesia melalui sukuk ritel dan BMT (Baitul Maal wal Tamwil), masalah kesenjangan, kemiskinan dan buruknya pelayanan kesehatan serta pendidikan dapat ditangani.

Pemerintah sejak lama telah menerbitkan sukuk ritel yaitu instrumen obligasi syariah yang melibatkan masyarakat untuk terlibat dalam pembiayaan negara dan mempunyai BMT sebagai institusi keuangan mikro yang memiliki tujuan untuk menyediaan kesejahteraan bagi anggotanya, sebagai inklusi keuangan syariah di Indonesia.

"Pembiayaan syariah mendukung pertumbuhan inklusif dalam ekonomi serta menolak segala persaingan yang tidak jujur, dan tidak loyal terhadap prinsip dasar kemanusiaan, dan mendukung sektor amal melalui zakat dan wakaf," kata Ali yang mengundurkan diri dari jabatan Presiden Grup IDB seusai penyelenggaraan Sidang Tahunan ke 41.

Pentingnya sukuk ritel Senada dengan pernyataan Ali, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan penerbitan sukuk di Indonesia memiliki berbagai peran yang signifikan untuk mendorong pembiayaan pembangunan infrastruktur, sektor ritel maupun inklusi keuangan.

Untuk itu, Bambang menyebutkan, upaya penerbitan sukuk harus terus dilakukan, terutama sukuk ritel, karena instrumen ini juga dibutuhkan untuk mewujudkan SDGs pada 2030, yang bermanfaat guna mengentaskan kemiskinan serta mengurangi masalah kesenjangan.

"Pertumbuhan inklusif bisa dicapai melalui instrumen sukuk berbasis proyek yang dihimpun secara ritel. Begitu dihimpun ritel, artinya melibatkan banyak orang sebagai investor dan diarahkan untuk proyek yang bersifat pembangunan. Tentu itu pasti akan membantu ekonomi secara inklusif," kata Bambang.

Bambang menjelaskan sukuk ritel memberikan kesempatan kepada investor untuk memiliki akses langsung terhadap pembiayaan pasar keuangan dan masyarakat guna berinvestasi pada instrumen yang aman.

Selain itu, penerbitan obligasi syariah ini bisa memberikan manfaat lain terkait program inklusi keuangan karena bisa mengurangi tingkat kesenjangan dan mendorong adanya kesetaraan, yang sesuai prinsip keuangan syariah.

"Prinsip keuangan syariah dengan karakteristik yang mendukung adanya inklusifitas, kesetaraan, kerja sama dan keadilan bagi semua, bisa membantu pengurangan kesenjangan di antara negara berkembang," kata Bambang.

Sedangkan, menurut dia, program inklusi keuangan merupakan agenda utama bagi negara berkembang karena bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan.

Dengan demikian, prinsip keuangan syariah yang sejalan dengan program inklusi keuangan bisa saling bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan melalui penerbitan instrumen sukuk ritel.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah menerbitkan delapan seri sukuk ritel dengan total penerbitan sebesar Rp31,5 triliun tercatat pada 2016 dengan jumlah investor yang telah mencapai 48.444 individu.

Masyarakat yang menjadi investor sukuk ritel berasal dari berbagai status sosial dan pekerjaan yang beragam, mulai dari PNS hingga ibu rumah tangga, serta letak geografis yang berbeda.

"Indonesia sekarang salah satu penerbit sukuk terbesar di dunia untuk kategori negara. Untuk sukuk, kita sudah dihormati apalagi kita sudah mempunyai instrumen seperti sukuk ritel," jelas Bambang.

Dari data tersebut, terlihat jelas potensi pengembangan sukuk ritel di Indonesia, apalagi pemerintah saat ini sedang melakukan pembenahan birokrasi dan memperbaiki iklim investasi yang bisa mendukung kinerja perekonomian secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, mewujudkan tujuan SDGs bukan perkara mudah, karena inklusi keuangan syariah yang tidak didukung oleh transparansi dan akuntabilitas dalam implementasinya akan membuat semua pekerjaan mulia berakhir sia-sia.

Namun, Indonesia saat ini telah berada di jalan yang tepat untuk mendorong inklusi keuangan syariah dan mewujudkan tujuan SDGs, karena dalam menjaga kelangsungan pembangunan ekonomi, memang idealnya menggunakan sumber investasi jangka panjang seperti sukuk dan wakaf. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah

AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:22 WIB

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

Gontor dan Jago Syariah Kolaborasi Edukasi Finansial untuk Santri

Gontor dan Jago Syariah Kolaborasi Edukasi Finansial untuk Santri

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:50 WIB

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal

Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 18:02 WIB

Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!

Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:10 WIB

Kuliah Perbankan Syariah, Ini Peluang Karier yang Dibutuhkan Industri Keuangan

Kuliah Perbankan Syariah, Ini Peluang Karier yang Dibutuhkan Industri Keuangan

Lifestyle | Senin, 26 Januari 2026 | 12:23 WIB

OJK Luncurkan 'Buku Khutbah' Baru, Rahasia Keuangan Syariah Terungkap!

OJK Luncurkan 'Buku Khutbah' Baru, Rahasia Keuangan Syariah Terungkap!

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 10:47 WIB

Aset Perbankan Syariah Pecah Rekor Tertinggi, Tembus Rp 1.028 Triliun

Aset Perbankan Syariah Pecah Rekor Tertinggi, Tembus Rp 1.028 Triliun

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 11:43 WIB

Terkini

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan

Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Benarkah Akan Terjadi Kerusuhan?

Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Benarkah Akan Terjadi Kerusuhan?

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Smartphone Sudah Bagus, Tapi Mengapa Banyak Content Creator Beralih ke Kamera?

Smartphone Sudah Bagus, Tapi Mengapa Banyak Content Creator Beralih ke Kamera?

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar

3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Berapa Jumlah Anak Tangga Pembawa Hoki Menurut Feng Shui? Ini Hitungannya

Berapa Jumlah Anak Tangga Pembawa Hoki Menurut Feng Shui? Ini Hitungannya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Build Hero Gord Tersakit di MLBB, Biar Winrate Naik Signifikan!

Build Hero Gord Tersakit di MLBB, Biar Winrate Naik Signifikan!

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Rupiah Rp18.000 Diam-Diam Memangkas Laba Emiten

Rupiah Rp18.000 Diam-Diam Memangkas Laba Emiten

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:55 WIB

CKG 2026 Temukan 1 Juta Kasus Hipertensi Baru pada Peserta yang Tahun Lalu Dinyatakan Sehat

CKG 2026 Temukan 1 Juta Kasus Hipertensi Baru pada Peserta yang Tahun Lalu Dinyatakan Sehat

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:50 WIB

×