Keuangan Syariah Dapat Tingkatkan Perekonomian Global

Adhitya Himawan

Senin, 06 Juni 2016 | 07:42 WIB
Keuangan Syariah Dapat Tingkatkan Perekonomian Global
Menkeu Bambang Brodjonegoro (kiri) di Sidang Tahunan ke-41 Islamic Development Bank (IDB) tahun 2016 di Jakarta Convention Center, Senin (16/5/2016). [Antara]

Sidang Tahunan Bank Pembangunan Islam (IDB) ke 41 di Jakarta, beberapa waktu lalu, menekankan pentingnya bagi negara-negara anggota lembaga multilateral ini untuk berpartisipasi mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030.

SDGs yang dicanangkan mulai 2016, merupakan kelanjutan dari program Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) yang telah berakhir pada 2015, dan memiliki sasaran untuk mengentaskan kemiskinan serta mengurangi masalah kesenjangan.

Menurut Presiden Grup IDB Ahmad Mohammed Ali, negara-negara anggota IDB harus menyiapkan diri untuk memenuhi tantangan dan menjawab persoalan yang muncul dengan SDGs, melalui pemanfaatan instrumen keuangan syariah.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemahaman menyeluruh terhadap keuangan syariah merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan, menekan angka kemiskinan dan memperbaiki taraf kehidupan masyarakat kurang mampu, yang menjadi inti dari SDGs.

Inklusi keuangan syariah, kata Ali, memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja perekonomian global yang sedang dilanda kelesuan dan menjawab masalah pemenuhan hajat hidup orang banyak yang umum terjadi di dunia saat ini.

Inklusi keuangan syariah merupakan dorongan penting dalam pembangunan nasional dengan memastikan setiap aktivitas perekonomian, wilayah geografis dan setiap masyarakat memiliki akses pada jasa keuangan syariah.

Ali meyakini dengan inklusi keuangan syariah yang hadir melalui model-model instrumen keuangan syariah, terutama dari Indonesia melalui sukuk ritel dan BMT (Baitul Maal wal Tamwil), masalah kesenjangan, kemiskinan dan buruknya pelayanan kesehatan serta pendidikan dapat ditangani.

Pemerintah sejak lama telah menerbitkan sukuk ritel yaitu instrumen obligasi syariah yang melibatkan masyarakat untuk terlibat dalam pembiayaan negara dan mempunyai BMT sebagai institusi keuangan mikro yang memiliki tujuan untuk menyediaan kesejahteraan bagi anggotanya, sebagai inklusi keuangan syariah di Indonesia.

"Pembiayaan syariah mendukung pertumbuhan inklusif dalam ekonomi serta menolak segala persaingan yang tidak jujur, dan tidak loyal terhadap prinsip dasar kemanusiaan, dan mendukung sektor amal melalui zakat dan wakaf," kata Ali yang mengundurkan diri dari jabatan Presiden Grup IDB seusai penyelenggaraan Sidang Tahunan ke 41.

Pentingnya sukuk ritel Senada dengan pernyataan Ali, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan penerbitan sukuk di Indonesia memiliki berbagai peran yang signifikan untuk mendorong pembiayaan pembangunan infrastruktur, sektor ritel maupun inklusi keuangan.

Untuk itu, Bambang menyebutkan, upaya penerbitan sukuk harus terus dilakukan, terutama sukuk ritel, karena instrumen ini juga dibutuhkan untuk mewujudkan SDGs pada 2030, yang bermanfaat guna mengentaskan kemiskinan serta mengurangi masalah kesenjangan.

"Pertumbuhan inklusif bisa dicapai melalui instrumen sukuk berbasis proyek yang dihimpun secara ritel. Begitu dihimpun ritel, artinya melibatkan banyak orang sebagai investor dan diarahkan untuk proyek yang bersifat pembangunan. Tentu itu pasti akan membantu ekonomi secara inklusif," kata Bambang.

Bambang menjelaskan sukuk ritel memberikan kesempatan kepada investor untuk memiliki akses langsung terhadap pembiayaan pasar keuangan dan masyarakat guna berinvestasi pada instrumen yang aman.

Selain itu, penerbitan obligasi syariah ini bisa memberikan manfaat lain terkait program inklusi keuangan karena bisa mengurangi tingkat kesenjangan dan mendorong adanya kesetaraan, yang sesuai prinsip keuangan syariah.

"Prinsip keuangan syariah dengan karakteristik yang mendukung adanya inklusifitas, kesetaraan, kerja sama dan keadilan bagi semua, bisa membantu pengurangan kesenjangan di antara negara berkembang," kata Bambang.

Sedangkan, menurut dia, program inklusi keuangan merupakan agenda utama bagi negara berkembang karena bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan.

Dengan demikian, prinsip keuangan syariah yang sejalan dengan program inklusi keuangan bisa saling bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan melalui penerbitan instrumen sukuk ritel.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah menerbitkan delapan seri sukuk ritel dengan total penerbitan sebesar Rp31,5 triliun tercatat pada 2016 dengan jumlah investor yang telah mencapai 48.444 individu.

Masyarakat yang menjadi investor sukuk ritel berasal dari berbagai status sosial dan pekerjaan yang beragam, mulai dari PNS hingga ibu rumah tangga, serta letak geografis yang berbeda.

"Indonesia sekarang salah satu penerbit sukuk terbesar di dunia untuk kategori negara. Untuk sukuk, kita sudah dihormati apalagi kita sudah mempunyai instrumen seperti sukuk ritel," jelas Bambang.

Dari data tersebut, terlihat jelas potensi pengembangan sukuk ritel di Indonesia, apalagi pemerintah saat ini sedang melakukan pembenahan birokrasi dan memperbaiki iklim investasi yang bisa mendukung kinerja perekonomian secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, mewujudkan tujuan SDGs bukan perkara mudah, karena inklusi keuangan syariah yang tidak didukung oleh transparansi dan akuntabilitas dalam implementasinya akan membuat semua pekerjaan mulia berakhir sia-sia.

Namun, Indonesia saat ini telah berada di jalan yang tepat untuk mendorong inklusi keuangan syariah dan mewujudkan tujuan SDGs, karena dalam menjaga kelangsungan pembangunan ekonomi, memang idealnya menggunakan sumber investasi jangka panjang seperti sukuk dan wakaf. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:56 WIB

BCA Syariah Hadirkan Program Jemput Berkah di BCA Expo 2026, Dorong Inklusi Keuangan Syariah

BCA Syariah Hadirkan Program Jemput Berkah di BCA Expo 2026, Dorong Inklusi Keuangan Syariah

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 10:21 WIB

Bank Mega Syariah Perkuat Ekosistem Halal Lifestyle dan Perencanaan Haji

Bank Mega Syariah Perkuat Ekosistem Halal Lifestyle dan Perencanaan Haji

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:42 WIB

Dari Payroll hingga QRIS, Bank BSN Garap Ekosistem Pesantren Bahrul Ulum

Dari Payroll hingga QRIS, Bank BSN Garap Ekosistem Pesantren Bahrul Ulum

Foto | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Negara-Negara Arab Banyak Berinvestasi di London, Ini Alasannya

Negara-Negara Arab Banyak Berinvestasi di London, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:37 WIB

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah

AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:22 WIB

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

Gontor dan Jago Syariah Kolaborasi Edukasi Finansial untuk Santri

Gontor dan Jago Syariah Kolaborasi Edukasi Finansial untuk Santri

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×