Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

WWF Indonesia Kembangkan Green Ekonomi di Kalimantan Barat

Adhitya Himawan, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 06 Juni 2016 | 09:20 WIB
WWF Indonesia Kembangkan Green Ekonomi di Kalimantan Barat
Suasana Dusun Meliau, Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

World Wide Fund for Nature atau WWF Indonesia saat ini tengah mengembangkan Green Ekonomi di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

Ecotourism Development Officer, WWF Indonesia Program Kalimantan Barat, Hermas Rintik mengatakan green ekonomi merupakan gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan. 

"Pertama, green ekonomi harus ramah lingkungan dan inklusif. Kenapa Heart of Borneo, karena ada 14 sungai besar berhulu di wilayah HoB maka akan berdampak luas (kalau ini tidak dijaga). Karena wilayah itu adalah koridor Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun," ujar Hermas di kantor WWF Indonesia, Jalan Komodor Yos Sudarso, Putussibau, Kalimantan Barat awal bulan Juni 2016.

Hermas menjelaskan untuk di Dusun Meliau, Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat saat ini sudah terbentuk Kelompok Pengelola Pariwisata Kaban Mayas. 

Terbentuknya KPP Kaban Mayas tidak terlepas dari peran WWF Indonesia yang saat ini tengah mengembangkan Ekowisata atau kegiatan wisata alam yang bertanggung jawab dengan menjaga keaslian dan kelestarian lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Salahsatunya memancing (Meliau Fishing).

Selain itu WWF juga konsen di Semangit, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Diketahui, kawasan ini terdapat  Asosiasi Periau Danau Sentarum. APDS adalah salah satu kelompok yang mengelola madu hutan di Kalimantan Barat.

"Kalau yang madu itu bagaimana mereka panen lestari, dimana lebah sangat tergantung dengan kawasan hutan, kalau hutan rusak pasti lebah nggak akan mau di situ, jadi ini yang membuat masayarakat berpikir untuk menjaga hutan," jelas Hermas.

Apabila green ekonomi sudah berjalan, Hermas memastikan akan ada banyak pendapatan yang nantinya juga bakal masuk ke Pendapatan Asli Daerah Kapuas Hulu. Untuk itu ia berharap harus ada payung hukum agar PAD nantinya tidak disebut sebagai pungutan liar.

"Bicara ekonomi secara umun ada transkasi dan menjadi PAD, jadi harus ada regulasi untuk penarikan retribusi, (misal) menginap, tiket masuk taman nasional. Harus ada cantolan hukum," kata Hermas.

Adapun yang menjadi kendala WWF untuk menerapkan itu semua yakni susahnya memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar untuk bisa terus menjaga hutan dan lingkungannya masing-masing.

"Paradigma secara umum, tidak mudah untuk memberikan pemahaman. Karena ini konsep baru dan proses yang cukup lama untuk merasakan dampaknya," jelas lelaki yang juga keturunan Dayak ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:02 WIB

Menggugat Integritas di Balik Tanding Ulang LCC Empat Pilar MPR RI

Menggugat Integritas di Balik Tanding Ulang LCC Empat Pilar MPR RI

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:05 WIB

Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar

Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:25 WIB

Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik

Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:49 WIB

Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan

Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:54 WIB

Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili

Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:05 WIB

Shindy Lutfiana MC LCC Empat Pilar MPR RI Mulai Kena 'Cancel Culture'

Shindy Lutfiana MC LCC Empat Pilar MPR RI Mulai Kena 'Cancel Culture'

Video | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia

LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB

Kisruh LCC Empat Pilar, DPR Usul Juri Pakai Headset dan Rekaman Audio agar Penilaian Tak Bermasalah

Kisruh LCC Empat Pilar, DPR Usul Juri Pakai Headset dan Rekaman Audio agar Penilaian Tak Bermasalah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB