BKPM: Investor Australia Mulai Rambah Sektor Restoran

Adhitya Himawan

Senin, 11 Juli 2016 | 12:40 WIB
BKPM: Investor Australia Mulai Rambah Sektor Restoran
Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Daftar Negatif Investasi 2016 yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, disambut baik oleh investor asal Australia. Terbukti, salah satu perusahaan restoran dan rumah makan asal Australia menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di Indonesia senilai Rp10 miliar. Investor di sektor makanan tersebut tertarik untuk mengawali investasinya di Indonesia dengan memilih Bali sebagai lokasi pertamanya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa minat investasi di sektor restoran pasca dibukanya keran DNI bagi investor asing meningkat. “Salah satunya adalah dari Australia yang disampaikan akan berencana untuk membuka restoran di Bali,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Senin (11/7/2016).

Menurut Franky, investasi yang akan dilakukan di Bali tersebut diharapkan akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan Australia lainnya yang bergerak di sektor pariwisata. “Bali merupakan salah satu lokasi pariwisata terbaik di dunia. Oleh karena itu, bukan tanpa alasan investor di bidang restoran atau akomodasi memilih Bali sebagai lokasi investasinya,” jelasnya.

Franky menambahkan bahwa pihaknya menyambut positif minat investasi yang disampaikan dan mengharapkan kerjasama berbagai pihak dalam memfasilitasi minat investasi yang masuk. “Peran penting pemerintah Provinsi Bali tentu akan sangat diharapkan dalam membantu memfasilitasi minat investasi tersebut,” lanjutnya.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan BKPM di Sydney (IIPC) Sri Moertiningroem tersebut menyampaikan bahwa minat investasi diidentifikasi pada one-on-one meeting di kantor IIPC Sydney. “Investor menyampaikan bahwa sebenarnya sudah sejak lama berminat untuk berinvestasi di Indonesia, namun karena ada regulasi DNI tahun 2014 yang membatasi kepemilikan saham asing dalam bidang usaha restoran, maka mereka memilih menunda rencana usahanya,” lanjutnya.

Sri yang biasa juga dipanggil Nunuk tersebut menambahkan bahwa setelah mengetahui bidang usaha ini terbuka 100% kepemilikan saham asing dan mengetahui kemudahan dalam pengurusan perizinan di Indonesia, perusahaan akan segera mengurus perizinan kepada BKPM untuk membuat perusahaan yang terdaftar di Indonesia melalui One Stop Service BKPM, kemudian mendaftarkan izin teknis lainnya kepada pemerintah Provinsi Bali.

“Daftar Negatif Investasi yang baru membawa kabar yang sangat baik bagi investor dan diharapkan akan meningkatkan angka Foreign Direct Investment dari Australia,” ujar Nunuk.

Australia termasuk prioritas 10 negara pemasaran investasi bersama bersama Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, RRT, Timur Tengah, Malaysia, dan Inggris. Dari data BKPM tahun 2015, realisasi investasi Australia berada di peringkat 12 sebesar 167 juta Dolar Amerika Serikat (AS) terdiri atas 443 proyek. Sementara dalam posisi sejak periode 2010-2015, tercatat investasi yang masuk ke Indonesia dari Australia sebesar 2,07 miliar Dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BKPM Sebut Pengusaha Sepatu Korsel Segera Bangun Pabrik di Jepara

BKPM Sebut Pengusaha Sepatu Korsel Segera Bangun Pabrik di Jepara

Bisnis | Minggu, 10 Juli 2016 | 13:44 WIB

BKPM: Perusahaan AS Kepincut Investasi Energi Baru di Indonesia

BKPM: Perusahaan AS Kepincut Investasi Energi Baru di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Juli 2016 | 11:03 WIB

Kepala BKPM: Diaspora New York Jadi Duta Investasi

Kepala BKPM: Diaspora New York Jadi Duta Investasi

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 15:18 WIB

BKPM: Investor AS akan Kembangkan Produksi Lokomotif di Indonesia

BKPM: Investor AS akan Kembangkan Produksi Lokomotif di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 13:12 WIB

Roti Comel, Tongkrongan Seru Tanpa Bikin Kantung Jebol

Roti Comel, Tongkrongan Seru Tanpa Bikin Kantung Jebol

Lifestyle | Sabtu, 02 Juli 2016 | 09:45 WIB

Genjot Investasi Diaspora Indonesia, BKPM Kunjungi New York

Genjot Investasi Diaspora Indonesia, BKPM Kunjungi New York

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 12:02 WIB

BKPM: Nilai Remitansi Diaspora Indonesia Capai 8 Miliar Dolar AS

BKPM: Nilai Remitansi Diaspora Indonesia Capai 8 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 16:38 WIB

BKPM: Investor AS Siap Danai Perusahaan Startup di Indonesia

BKPM: Investor AS Siap Danai Perusahaan Startup di Indonesia

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 11:45 WIB

BKPM Tawarkan Kemudahan Berinvestasi ke Pengusaha San Fransisco

BKPM Tawarkan Kemudahan Berinvestasi ke Pengusaha San Fransisco

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 12:18 WIB

Ingin ke Resto Telanjang di Jepang? Ini Aturannya

Ingin ke Resto Telanjang di Jepang? Ini Aturannya

Lifestyle | Senin, 27 Juni 2016 | 21:12 WIB

Terkini

Prancis Mencekam Usai Kerusuhan, Jam Malam Diberlakukan Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru

Prancis Mencekam Usai Kerusuhan, Jam Malam Diberlakukan Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:43 WIB

7 Rekomendasi Wisata Pantai Jogja Terbaik untuk Kabur dari Musim Panas Ekstrem

7 Rekomendasi Wisata Pantai Jogja Terbaik untuk Kabur dari Musim Panas Ekstrem

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Karhutla Gunung Lawu Capai 230 Hektare, Angin Kencang Hambat Pemadaman dari Udara

Karhutla Gunung Lawu Capai 230 Hektare, Angin Kencang Hambat Pemadaman dari Udara

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Mahasiswa Gelar Aksi di Tugu Tani, Kenapa Tak Lagi di Bundaran HI atau DPR?

Mahasiswa Gelar Aksi di Tugu Tani, Kenapa Tak Lagi di Bundaran HI atau DPR?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Menabung Kini Jadi Kemewahan Baru bagi Anak Muda Bergaji Pas-pasan, Setuju?

Menabung Kini Jadi Kemewahan Baru bagi Anak Muda Bergaji Pas-pasan, Setuju?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Dua Tahun Memimpin, Ini Sederet Capaian dan PR Pemerintahan Prabowo-Gibran Menurut Pengamat

Dua Tahun Memimpin, Ini Sederet Capaian dan PR Pemerintahan Prabowo-Gibran Menurut Pengamat

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Bebas Mengekspresikan Diri, Adidas Kids Hadirkan Pakaian dengan Sentuhan Personal

Bebas Mengekspresikan Diri, Adidas Kids Hadirkan Pakaian dengan Sentuhan Personal

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Tensi Meningkat, Massa Aksi Mulai Tutup Sebagian Jalan Menteng Raya

Tensi Meningkat, Massa Aksi Mulai Tutup Sebagian Jalan Menteng Raya

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Rupiah Perkasa Hari Ini, Ditutup di Bawah Level Rp18.000

Rupiah Perkasa Hari Ini, Ditutup di Bawah Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Sidang Korupsi Haji: Khalid Basalamah Akui Bayar USD 4.500 per Jemaah, Tak Tahu Itu Fee Percepatan

Sidang Korupsi Haji: Khalid Basalamah Akui Bayar USD 4.500 per Jemaah, Tak Tahu Itu Fee Percepatan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:34 WIB

×