Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Kurtubi: Pemilik Baru Newmont Tetap Harus Bangun Smelter

Adhitya Himawan

Selasa, 12 Juli 2016 | 11:26 WIB
Kurtubi: Pemilik Baru Newmont Tetap Harus Bangun Smelter
Lokasi penambangan PT Newmont Nusa Tenggara. [ptnnt.co.id]

Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi mengingatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap bersikap tegas terhadap Newmont agar tetap melanjutkan rencananya membangun smelter. Pergantian kepemilikan usaha tidak boleh menjadi alasan untuk menunda, apalagi menghentikan rencana pembangunan smelter di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

"Akuisisi itu sudah berlangsung, makanya mau tak mau harus tetap kita hormati. Tapi pemerintah tetap harus tegas. Kewajiban membangun smelter Newmont tetap harus dikenakan kepada pemiliknya yang baru," kata Kurtubi saat dihubungi Suara.com, Selasa (12/7/2016).

Politisi Partai Nasdem tersebut menegaskan sebagai anggota DPR RI dari Dapil NTB, dirinya merasa memiliki kewajiban agar pengelolaan pertambangan mineral oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) bisa memberikan manfaat yang maksimal kepada rakyat NTB itu sendiri. Oleh sebab itu, ia menentang ide pendirian smelter Newmont dilakukan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. "Sebab kita harus memprioritaskan pemerataan pembangunan berdasarkan pemanfaatan hasil kekayaan sumber daya alam (SDA). Kalau tetap dibangun di Gresik, semangat pemerataan pembangunan itu tidak akan tercapai," ujar Kurtubi.

Selain itu, ia juga menyarankan pemerintah memiliki konsep pengembangan industri terpadu yang bisa memanfaatkan produk turunan dari smelter Newmont jika berhasil dibangun. Ia mencontohkan perlunya industri kabel. Jika pabrik dan berbagai sarana industri kabel dipersiapkan dikawasan sekitar smelter Newmont, akan bisa menciptakan pusat industri baru yang pasti diiringi penciptaan lapangan kerja dan percepatan pertumbuhan ekonomi NTB.

"Tinggal dikoordinasikan dengan pemerintah daerah di NTB terkait pembebasan lahannya. NNT tidak punya alasan untuk enggan membangun smelter. Kekurangan pasokan listrik harus bisa diatasi dengan memperbesar kapasitas pembangkit listrik yang saat ini ada di lokasi pertambangan. Kalaupun ada kelebihan produksi listrik, NNT bisa menjualnya kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar bisa dijual kembali kepada masrakat untuk konsumsi listrik sehari-hari. NNT pasti untung, tidak mungkin rugi. Jadi tidak ada alasan lagi tidak mau bangun smelter," tutup Kurtubi.

Arifin Panigoro, pemilik baru NNT yang kini menguasai 82,2 persen saham melalui MedcoEnergi Group menyatakan telah berkomitmen membangun smelter. Kapasitas dari fasilitas pemurnian biji mineral yang akan dibangun tersebut mencapai 500.000 ton. Saat ini, produksi tembaga di lapangan Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat sendiri sekitar 400.000 ton.

Arifin mengatakan, investasi yang akan digelontorkan untuk pembangunan smelter itu antara 500 juta Dolar AS -600 juta Dolar AS. Adapun lokasi smelter itu sendiri masih dipertimbangkan. Arifin masih mempertimbangkan smelter akan dibangun di NTB ataukan di Banten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi Nasdem Sayangkan Akuisisi Newmont Oleh Swasta

Politisi Nasdem Sayangkan Akuisisi Newmont Oleh Swasta

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 08:11 WIB

Penjualan Saham Newmont Milik Pemprov NTB Dinilai Tepat

Penjualan Saham Newmont Milik Pemprov NTB Dinilai Tepat

Bisnis | Senin, 04 Juli 2016 | 08:42 WIB

Arifin Panigoro Kini Jadi Pemilik Newmont

Arifin Panigoro Kini Jadi Pemilik Newmont

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 17:31 WIB

Komisi VII: Banyak Perusahaan Tambang Tak Patuhi Regulasi

Komisi VII: Banyak Perusahaan Tambang Tak Patuhi Regulasi

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 08:46 WIB

HIPMI Dukung BUMN Ambil Alih Saham Newmont

HIPMI Dukung BUMN Ambil Alih Saham Newmont

Bisnis | Selasa, 19 April 2016 | 13:18 WIB

Kurtubi Tolak SKK Migas Berubah Menjadi BUMN Khusus

Kurtubi Tolak SKK Migas Berubah Menjadi BUMN Khusus

Bisnis | Selasa, 12 April 2016 | 16:27 WIB

Dicecar Soal Newmont, Arifin Panigoro Masih Bungkam

Dicecar Soal Newmont, Arifin Panigoro Masih Bungkam

Bisnis | Selasa, 12 April 2016 | 14:11 WIB

Soal Akuisisi Newmont, Medco Belum Lapor Kementerian ESDM

Soal Akuisisi Newmont, Medco Belum Lapor Kementerian ESDM

Bisnis | Senin, 11 April 2016 | 13:47 WIB

Nasdem: Pengelolaan Blok Masela Tak Cerminkan Kedaulatan RI

Nasdem: Pengelolaan Blok Masela Tak Cerminkan Kedaulatan RI

Bisnis | Kamis, 24 Maret 2016 | 18:43 WIB

Komisi VII DPR Dukung Keputusan Kilang Darat Blok Masela

Komisi VII DPR Dukung Keputusan Kilang Darat Blok Masela

Bisnis | Rabu, 23 Maret 2016 | 16:31 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB