Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

RI-Malaysia Tak Mampu Kontrol Harga Sawit, Ini Penjelasannya

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 16 Juli 2016 | 14:51 WIB
RI-Malaysia Tak Mampu Kontrol Harga Sawit, Ini Penjelasannya
Sebuah truk mengangkut komoditi kelapa sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang menguasai 85 persen pangsa pasar produksi sawit dunia. Ironisnya, dua negara bertetangga di Asia Tenggara namun tak mampu mengontrol harga sawit dunia. Justru pihak pembeli sawit di Eropa yang menjadi pengendali harga, sekaligus pengontrol tata niaga sawit.

"Kalau saya melihatnya begini, tata niaga persawitan memang produksinya didominasi Indonesia dan Malaysia. Namun tetap saja di era pasar bebas, sebetulnya paling penting adalah membangun keyakinan," kata Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto dalam wawancara dengan Suara.com di Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Darto menegaskan sebetulnya di era pasar bebas, negara manapun bebas mau membeli komoditi yang dibutuhkan dari negara manapun. Dalam kondisi ini, Indonesia seharusnya memperkuat best practice untuk memperkuat image produk sawit Indonesia agar sesuai prinsip sustainibility (keberlanjutan lingkungan). Dengan demikian, produk sawit Indonesia akan memiliki nilai lebih dibanding dari kawasan lain seperti Afrika dan Amerika Latin. "Tidak bisa pasar kita paksa hanya membeli di Indonesia," ujar Darto.

Darto juga mengakui adanya kelebihan produksi kelapa sawit di Indonesia. Selain itu, ada faktor image produk sawit Indonesia yang buruk sehingga sebagian pasar lari ke daerah lain.  "Bisa juga  produksi sawit  Indonesia dan Malaysia memang tidak terkontrol dan cenderung over produksi," ujar Darto.

Ia melihat selama ini banyak crudge palm oil (CPO) yang selama ini tidak banyak terserap di pelabuhan untuk ekspor. Akibatnya produksi sawit petani juga sulit dibeli perusahaan sawit karena stok CPO yang menumpuk didalam negeri masih banyak. "Kondisi inilah yang harus diperbaiki," tutup Darto.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah sepakat pada Sabtu, (3/10/2015) mengenai upaya mengontrol harga sawit di pasaran dunia. Pertemuan tersebut menghasilkan empat kesepakatan yang meliputi  empat poin.

Pertama, membentuk organisasi Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) untuk menjaga stabilitas harga sawit, dan mempromosikan keuntungan dari industri minyak kelapa sawit serta turunanya. Kedua, mengharmonisasikan standar kedua negara tentang industri minyak kelapa sawit, antara Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), yang nantinya akan digabung menjadi satu standar. Ketiga, meningkatkan kerjasama guna mempromosikan praktik-praktik yang berkelanjutan dari segi lingkungan hidup di industri minyak kelapa sawit. Keempat, memperbaiki dan mengembangkan riset industri kelapa sawit untuk meningkatkan nilai tambah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kalangan Petani Kelapa Sawit Sayangkan Pembubaran IPOP

Kalangan Petani Kelapa Sawit Sayangkan Pembubaran IPOP

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 14:25 WIB

Sulitnya Petani Sawit Dapat Akses Perbankan Picu Bakar Hutan

Sulitnya Petani Sawit Dapat Akses Perbankan Picu Bakar Hutan

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 13:27 WIB

SAWIT Challenge Gelar Kompetisi Ide Panen Sawit Berkelanjutan

SAWIT Challenge Gelar Kompetisi Ide Panen Sawit Berkelanjutan

Press Release | Sabtu, 16 Juli 2016 | 06:49 WIB

Legalitas Lahan Jadi Kendala Petani Sawit Akses Perbankan

Legalitas Lahan Jadi Kendala Petani Sawit Akses Perbankan

Bisnis | Rabu, 01 Juni 2016 | 11:16 WIB

Petani Sawit Dinilai Masih Sulit Akses Pembiayaan Perbankan

Petani Sawit Dinilai Masih Sulit Akses Pembiayaan Perbankan

Bisnis | Rabu, 01 Juni 2016 | 06:59 WIB

Kemendag Tetapkan Harga Referensi Produk CPO Turun

Kemendag Tetapkan Harga Referensi Produk CPO Turun

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 14:51 WIB

BPDPKS Gandeng BRI untuk E-Money Pungutan Dana Sawit

BPDPKS Gandeng BRI untuk E-Money Pungutan Dana Sawit

Bisnis | Jum'at, 27 Mei 2016 | 03:00 WIB

Bank Mandiri Layani Bayar Pungutan Kelapa Sawit via E-Channel

Bank Mandiri Layani Bayar Pungutan Kelapa Sawit via E-Channel

Bisnis | Kamis, 26 Mei 2016 | 22:00 WIB

Indonesia Bidik Azerbaijan Untuk Pintu Masuk Ekspor CPO ke Eropa

Indonesia Bidik Azerbaijan Untuk Pintu Masuk Ekspor CPO ke Eropa

Bisnis | Selasa, 24 Mei 2016 | 08:07 WIB

Moratorium Izin Konsesi Dinilai Bikin Industri Sawit Stagnan

Moratorium Izin Konsesi Dinilai Bikin Industri Sawit Stagnan

Bisnis | Senin, 23 Mei 2016 | 05:00 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB