Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kudeta Turki Gagal, Emas dan Dolar Menguat

Ririn Indriani

Rabu, 20 Juli 2016 | 08:32 WIB
Kudeta Turki Gagal, Emas dan Dolar Menguat
Ilustrasi dolar AS dan emas batangan. (Shutterstock)

Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan kudeta di Turki yang gagal terhadap penguatan dolar AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 3,00 dolar AS atau 0,23 persen, menjadi menetap di 1.332,30 dolar AS per ounce.

Logam mulia mendapat dukungan karena investor terus mencerna berita yang terkait dengan kegagalan kudeta di Turki, yang merupakan tanda destabilisasi di kawasan itu dan mendorong para investor beralih ke logam mulia sebagai aset "safe haven".

Emas dicegah dari kenaikan lebih lanjut ketika indeks dolar AS naik 0,55 persen menjadi 97,08 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Logam mulia diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut karena laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Selasa menunjukkan "housing starts" atau rumah yang baru dibangun meningkat 4,8 persen menjadi 1,189 juta unit pada Juni, yang analis catat berada di ujung tertinggi dari kisaran konsensus.

Para pedagang sedang menunggu rilis laporan klaim pengangguran mingguan, survei prospek bisnis Fed Philadelphia, dan laporan penjualan "existing home" atau rumah bekas pada Kamis, bersama dengan Indeks Manufaktur PMI awal pada Jumat.

Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) juga dijadwalkan untuk minggu depan, dan para pedagang akan memantau itu dengan sangat cermat untuk reaksi bank sentral AS terhadap serangan teroris baru-baru ini di Prancis dan Amerika Serikat, bersama dengan kudeta yang gagal di Turki.

Perak untuk pengiriman September turun 6,8 sen, atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 20,007 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 3,00 dolar, atau 0,27 persen, menjadi ditutup pada 1.098,60 dolar AS per ounce.(Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emas Naik Tipis Didukung Pelemahan Dolar AS

Emas Naik Tipis Didukung Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 06:32 WIB

Antisipasi Brexit, BI Harus Perkuat Cadangan Emas

Antisipasi Brexit, BI Harus Perkuat Cadangan Emas

Bisnis | Minggu, 10 Juli 2016 | 14:21 WIB

Harga Emas Naik karena Indeks Dolar Jatuh

Harga Emas Naik karena Indeks Dolar Jatuh

Bisnis | Sabtu, 02 Juli 2016 | 07:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×