Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

BKPM: Investasi Asing Penting Untuk Stimulus Sektor Perfilman

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 21 Juli 2016 | 19:24 WIB
BKPM: Investasi Asing Penting Untuk Stimulus Sektor Perfilman
Ilustrasi bioskop. (Shutterstocks)

Suara.com - Dibukanya keran bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui regulasi yang dituangkan Peraturan Presiden Nomor 44 tahun 2016 dinilai akan berdampak positif bagi sektor perfilman tanah air. Masuknya investasi asing dalam sektor perfilman di nilai akan menjadi stimulus bagi pelaku industri di sektor perfilman untuk meningkatkan kualitas serta mengembangkan usahanya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa BKPM telah menerima beberapa minat investasi asing yang ingin menanamkan modalnya di sektor perfilman. ”Terutama di sektor eksibisi dalam hal ini bioskop. Tercatat yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia adalah Amerika Serikat, Korea Selatan, Uni Emirat Arab serta Taiwan,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (21/7/2016).

Menurut Franky, BKPM sebagai lembaga yang diberikan mandat untuk mengurusi perizinan di sektor perfilman akan terus melakukan komunikasi yang intensif untuk mengawal minat investasi yang telah disampaikan. ”Film sangat strategis, dari film kita dapat menggerakkan sektor lainnya seperti pendidikan, pariwisata, serta industri digital ekonomi,” lanjutnya.

Lebih lanjut Franky menjelaskan bahwa upaya pemerintah untuk mendorong investasi di sektor perfilman akan terus dilakukan dengan harapan mendukung capaian target investasi tahun ini sebesar Rp 594,8 triliun.

Sementara Direktur Pemberdayaan Usaha Pratito Soeharyo mengemukakan bahwa BKPM akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait untuk mengembangkan investasi sektor perfilman Indonesia. ”Dengan dibukanya DNI diharapkan ini akan mengubah penetrasi film Indonesia yang sebelumnya lemah,” imbuh Tito dalam acara Dialog Investasi Prospek Investasi Sektor Perfilman RI yang diselenggarakan di BKPM , Kamis (21/7/2016).

Tito menilai bahwa perlu peningkatan koordinasi antara lembaga-lembaga yang mengurusi sektor perfilman sehingga dapat menciptakan suatu iklim investasi yang kondusif serta dapat menangkap fenomena perkembangan sektor perfilman yang ada di tanah air.

Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah, Badan Ekonomi Kreatif Endah Wahyu Sulistianti menilai bahwa modal asing dapat menjadi stimulus bagi sektor perfilman di Indonesia. Dia mencontohkan minat investasi investor asing yang masuk ke suatu lokasi. ”Itu dapat memangkas monopoli yang ada. Contohnya ada perusahaan Abu Dhabi ingin membuka bioskop di Ambon atau di Sukabumi ini akan membuat sektor perfilman lebih bergairah,” ungkapnya.

Endah mengemukakan bahwa dari jumlah populasi Indonesia yang ada, idealnya jumlah layar bioskop di Indonesia bisa mencapai 9.000-15.000 layar. ”Namun kenyataannya saat ini hanya 1.118 layar. Jadi bagi pengusaha perfilman, bioskop itu ibarat Toko. Jadi jualan tapi tokonya nggak ada, kalaupun ada tokonya, jualannya cuma 3 hari, sementara biaya produksi terus meningkat,” paparnya.

Endah menilai bahwa salah satu persoalan yang dihadapi oleh pengusaha perfilman adalah terkait dengan kesulitan modal usaha untuk film itu sendiri. ”Saat ini untuk film dengan berbiaya rendah dibutuhkan modal sekitar Rp 3 miliar. Bagaimana mereka dapat berkembang apabila bioskopnya tidak ada,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Endah juga menyampaikan usulan insentif sektor perfilman yang sedang digodok oleh Badan Ekonomi Kreatif. Insentif yang diberikan akan diberikan dengan memperhatikan status penanaman modal. ”Jadi yang diharapkan PMDN yang masuk serta co production kerjasama antara PMDN dan PMA. Kemudian perusahaan bioskop yang memberikan kuota 60% bagi film Indonesia sesuai dengan UU perfilman,” lanjutnya.

Namun demikian, Endah juga mengingatkan agar investasi di sektor bioskop dapat memperhatikan komposisi pemeringkatan kelas bioskop dan perbandingan kepadatan bioskop (ratio density) di sebuah kota utnuk mewajibkan pembukaan bioskop baru dikota kecil.

”Kami juga sedang mengkaji agar setiap bioskop harus memiliki alat pendukung berupa sistem pelaporan tiket bioskop terbaru (Integrated Box Office System). Ini mengadopsi sistem yang diterapkan di Korea Selatan,” sebutnya.

Ketua Asosasi Produser Film Indonesia (APROFI) Sheila Timothy menyampaikan bahwa yang dibutuhkan oleh industri perfilman adalah paket kebijakan ekonomi mulai hulu hingga hilir. ”Contohnya kita tidak pernah punya riset. Kita harus punya riset untuk mendukung pengembangan industri film,” katanya.

Sheila yang akrab dipanggil Lala ini menilai bahwa untuk peralatan mudah untuk dibeli, namun yang susah adalah untuk menciptakan sumber daya manusianya. ”Saya baru saja mengunjungi SMK di Kudus yang khusus mendidik animator, ini sangat positif. Mereka bahkan mendatangkan pengajar dari Disney untuk mengajar seminggu disana. Kami berharap ini dapat diduplikasi ke daerah-daerah lain di Indonesia,” imbuhnya.

Salah satu hal lain yang juga tidak kalah pentingnya menurut Lala adalah insentif serta peraturan yang mendukung pengembangan industri perfilman. ”Tahun 2016 cukup positif karena dari Ada Apa dengan Cinta sudah ditonton 3,9 juta penonton maupun My Stupid Boss yang sudah ditonton hampir 1 juta. Namun kami berharap keberlanjutan tapi tidak hanya satu tahun bagus namun tidak ada kejelasan tahun depan,”pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kepala BKPM Sosialisasi Paket Kebijakan ke-81 Investor Guangzhou

Kepala BKPM Sosialisasi Paket Kebijakan ke-81 Investor Guangzhou

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 14:03 WIB

BKPM Dorong Investasi di Sektor Perfilman

BKPM Dorong Investasi di Sektor Perfilman

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 19:43 WIB

BKPM Sebut 52 Perusahaan Telah Manfaatkan Layanan KLIK

BKPM Sebut 52 Perusahaan Telah Manfaatkan Layanan KLIK

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 16:06 WIB

BKPM Bentuk Tim Khusus Layani Investasi Peserta Tax Amnesty

BKPM Bentuk Tim Khusus Layani Investasi Peserta Tax Amnesty

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 18:13 WIB

Dihadapan 300 Pengusaha, Kepala BKPM Janji Perkuat Layanan

Dihadapan 300 Pengusaha, Kepala BKPM Janji Perkuat Layanan

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 14:02 WIB

BKPM Segera Siapkan Skema Investasi Untuk Peserta Tax Amnesty

BKPM Segera Siapkan Skema Investasi Untuk Peserta Tax Amnesty

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 14:01 WIB

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:55 WIB

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:09 WIB

BKPM Pertemukan 7 Penguasaha Cina dengan Pengusaha Lokal

BKPM Pertemukan 7 Penguasaha Cina dengan Pengusaha Lokal

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 09:55 WIB

BKPM Optimistis Kapolri Tito Dukung Keamanan Investasi

BKPM Optimistis Kapolri Tito Dukung Keamanan Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2016 | 08:41 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB