The Fed Putuskan Suku Bunga Acuan Tetap

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 28 Juli 2016 | 06:29 WIB
The Fed Putuskan Suku Bunga Acuan Tetap
Gedung The Federal Reserve. [Shutterstock]

The Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS) pada Rabu (27/7/2016) mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah. Namun The Fed juga mengakui bahwa kinerja ekonomi membaik, sehingga kenaikan suku bunga masih mungkin bisa terjadi tahun ini.

Para pembuat kebijakan belum diperkirakan akan menaikkan suku bunga, karena kekhawatiran bahwa kenaikan bisa menghambat pertumbuhan yang masih rapuh.

Perbaikan pandangan mereka tentang kondisi-kondisi ekonomi, karenanya cenderung menaikkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga acuan federal fund, sekarang di 0,25-0,50 persen, setelah naik pada Desember.

Mendukung penurunan tajam mengejutkan dalam penciptaan lapangan kerja pada Mei yang telah mengangkat kekhawatiran tentang ekonomi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang menetapkan kebijakan moneter, mengatakan lapangan kerja dan ekonomi telah tumbuh moderat sejak pertemuan mereka pertengahan Juni.

Mereka juga tampak melihat sedikit ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi AS dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, yang berlangsung seminggu setelah pertemuan FOMC pada Juni.

"Risiko-risiko jangka pendek terhadap prospek ekonomi telah berkurang," kata FOMC ketika mengumumkan hasil pertemuan dua hari yang diawasi ketat di Washington.

Tingkat inflasi "hawks" dan "doves" telah berpisah pada Juni tentang seberapa kuat ekonomi, dan sepakat untuk menunda kenaikkan suku bunga sampai situasi menjadi lebih jelas.

"Dove" umumnya lebih mendukung kebijakan moneter ekspansif, termasuk suku bunga rendah, sementara "hawks" cenderung memilih kebijakan moneter ketat .

The Fed telah berulang kali mengatakan ingin melihat peningkatan pertumbuhan lapangan pekerjaan dan tanda-tanda inflasi kuat sebelum menaikkan suku bunga.

Sementara pernyataan Rabu mengutip kenaikan moderat dalam pertumbuhan lapangan kerja, Fed mengatakan inflasi diperkirakan tetap rendah dalam jangka pendek.

Seperti yang ditemukan pada Juni, komite mengatakan belanja rumah tangga "tumbuh dengan kuat" sementara investasi tetap dari bisnis tetap "lemah".

Namun dari pertemuan terakhirnya, komite mencatat bahwa data gaji (payroll) dan pasar tenaga kerja lainnya "menunjukkan beberapa peningkatan dalam penggunaan tenaga kerja dalam beberapa bulan terakhir." Tim Duy, Direktur Senior di Oregon Economics Forum, mengatakan kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya pada September tidak bisa dikesampingkan. "Tapi tampaknya lebih mungkin bahwa jumlah minimum data untuk kenaikan suku bunga tidak akan tiba sampai Desember," katanya kepada AFP.

Setelah pernyataan itu, fed fund berjangka yang diperdagangkan di CME, semacam jajak pendapat taruhan yang menunjukkan harapan investor, tersirat 46,5 persen probabilitas bahwa komite akan meningkatkan suku bunga sebelum akhir tahun ini, dengan keseimbangan yang lebih besar mengharapkan suku bunga tetap tak berubah sampai Desember.

Hasil penelitian menunjukkan para investor mengharapkan Fed menghasilkan sebuah pernyataan lebih optimis daripada yang dirilis pada Rabu.

Menurut Steven Ricchiuto, kepala ekonom di Mizuho Securities USA, pertumbuhan lapangan pekerjaan berlanjut bisa menyentuh keseimbangan dalam mendukung kenaikan suku bunga -- terutama mengingat bahwa komite percaya ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi sekarang lebih rendah.

"Hal ini menunjukkan bahwa hitung mundur untuk kenaikan suku bunga pada September/Desember akan dimulai dengan sungguh-sungguh jika kita mendapatkan laporan lapangan pekerjaan yang kuat lagi untuk Juli pada 5 Agustus," kata Ricchiuto.

Joel Naroff dari Naroff Economic Advisors mengatakan Fed tampak terbelah antara optimisme dan rasa takut.

"Satu hal kelompok ini telah konsisten tentang pendekatan analisis ekonominya 'one-meeting-the-sky-is-falling, the-next-meeting-the-sun-is-coming-out'," katanya. "Ini adalah pertemuan ekonomi baik yang datang setelah pertemuan ekonomi mengkhawatirkan." Adapun Brexit, Naroff mengatakan, "para anggota tampaknya telah mengatakan 'tidak apa-apa' dan menjatuhkan isu-isu itu ke dalam faktor-faktor yang mereka sedang pantau." Setelah pengumuman Rabu, dolar sedikit melemah terhadap euro pada 1,1049 dolar AS.

Imbal hasil obligasi juga sedikit lebih rendah. Obligasi 10-tahun AS diperdagangkan pada 1,51 persen, turun dari 1,54 sebelum pengumuman FOMC.

Indeks S&P 500, ukuran berbasis luas dari harga saham, mengurangi kerugiannya setelah laporan itu dirilis dan berakhir turun 0,1 persen pada 2.166,58. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan The Fed dan Isu Brexit

BI Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan The Fed dan Isu Brexit

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:38 WIB

Bank Indonesia Kembali Turunkan BI Rate Jadi 6,50 Persen

Bank Indonesia Kembali Turunkan BI Rate Jadi 6,50 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 06:51 WIB

FOMC Tunda Kenaikan Suku Bunga, Bursa AS dan Eropa Bereaksi Beda

FOMC Tunda Kenaikan Suku Bunga, Bursa AS dan Eropa Bereaksi Beda

Bisnis | Kamis, 16 Juni 2016 | 10:37 WIB

Janet Yellen Tegaskan Kenaikan Suku Bunga Bertahap Diperlukan

Janet Yellen Tegaskan Kenaikan Suku Bunga Bertahap Diperlukan

Bisnis | Selasa, 07 Juni 2016 | 07:12 WIB

BI Sempurnakan Aturan Suku Bunga Penawaran Antarbank (JIBOR)

BI Sempurnakan Aturan Suku Bunga Penawaran Antarbank (JIBOR)

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 08:46 WIB

Emas Turun Setelah FED Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga

Emas Turun Setelah FED Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 20 Mei 2016 | 06:02 WIB

Menkeu Klaim Ekonomi Akan Stabil Meski Fed Naik

Menkeu Klaim Ekonomi Akan Stabil Meski Fed Naik

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2016 | 17:01 WIB

OJK Akui Indonesia Beruntung The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

OJK Akui Indonesia Beruntung The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Bisnis | Kamis, 28 April 2016 | 14:38 WIB

Suku Bunga Acuan The Fed Diputuskan Tidak Berubah

Suku Bunga Acuan The Fed Diputuskan Tidak Berubah

Bisnis | Kamis, 28 April 2016 | 06:06 WIB

Bank Sentral Eropa Pertahankan Suku Bunga

Bank Sentral Eropa Pertahankan Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 22 April 2016 | 08:00 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB