Array

Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII Berisi E-Commerce & Perumahan

Adhitya Himawan Suara.Com
Kamis, 04 Agustus 2016 | 00:53 WIB
Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII Berisi E-Commerce & Perumahan
Menko Perekonomian Darmin Nasution saat menggelar open house di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016). (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan paket kebijakan ekonomi ke-13 akan berisi dua garis besar substansi yakni insentif untuk pengembangan perdagangan dalam jaringan atau daring (e-commerce) dan deregulasi bidang perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Darmin, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Rabu malam mengatakan, kemungkinan paket ekonomi ke-13 akan tuntas selambat-lambatnya awal pekan depan atau pekan kedua Agustus 2016.

"Akan dibahas besok usulannya dengan Presiden Joko Widodo," kata Darmin dalam pertemuan menjelang rapat koordinasi nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang akan diselenggarakan Kamis (4/8/2016).

Sebelumnya, sejak September 2015, pemerintah sudah mengeluarkan 12 paket kebijakan ekonomi.

Dalam pertemuan dengan puluhan kepala daerah tersebut, Darmin mencoba meyakinkan bahwa 12 paket kebijakan ekonomi yang telah diambil sebelumnya sudah berjalan.

Sesuai sasaran awal, kata dia, seluruh paket kebijakan tersebut telah mendorong reformasi struktural terutama untuk memperbaiki iklim investasi dan usaha.

"Kita mencoba mempermudah sistem penyelenggaraan, karena peran dunia usaha dan investasi juga penting untuk mendorong pembangunan," ujar dia.

Menurut dia, saat ini perekonomian global sedang berada di masa sulit, termasuk juga berbagai tantangan yang mendera negara-negara maju. Bahkan, kata dia, negara maju juga belum menemukan solusi jitu untuk keluar dari lesunya pertumuhan ekonomi.

Seperti diketahui, Dana Moneter Internasional (IMF) pada Juli 2016 lalu baru saja merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1 persen, lebih rendah 0,1 persen untuk tahun ini.

Menurut Darmin, di tengah melambatnya perekonomian global ini, pembangunan sebaiknya memprioritaskan sektor pariwisata dan perikanan. Kedua sektor ini dinilai paling mudah dikembangkan untuk meraup investasi, karena sudah memiliki pasar potensial di dalam negeri.

"Karena pasarnya ada maka itu lebih mudah didorong investasi, pariwisata kita punya perikanan banyak dijual di luar negeri," ucap Darmin.

Kemudian, kata Darmin, sektor lainnya yang dapat dikembangkan adalah bidang farmasi.

"Lalu industri yang paling besar permintaannya adalah farmasi karena sektor ini didorong pemerintah berapa dana yang disediakan pemerintah dan pemakaian obat," ujarnya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2016 dapat mencapai 5,2 persen, sementara Bank Indonesia memperkirakan ekonomi akan tumbuh di 5-5,4 persen pada tahun ini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI