Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kepala BKPM: Indonesia Tujuan Investasi Utama Cina

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 22 Juli 2016 | 14:02 WIB
Kepala BKPM: Indonesia Tujuan Investasi Utama Cina
Kepala BKPM Franky Sibarani. [Dok BKPM]

Upaya pemerintah Indonesia untuk memperbaiki dan membangun iklim investasi yang lebih baik mendapatkan respons positif dari kalangan investor provinsi Guangdong, Cina. Hal ini disampaikan oleh Presiden CCPIT (China Council for the Promotion of International Trade) Chen Quiyan dalam pertemuannya dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani di Guangzhou, kemarin (21/7/2016).

Dalam kesempatan tersebut Kepala BKPM secara khusus memaparkan tentang paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan pemerintah dalam upaya meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Franky menyampaikan bahwa CCPIT Guangdong merupakan lembaga yg memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu memfasilitasi para pengusaha Guangdong melakukan perluasan investasinya ke luar negeri. “Semua informasi dari CCPIT terkait iklim investasi suatu negara dijadikan pegangan oleh para investor untuk melakukan perluasan investasinya ke luar negeri. Jadi pertemuan dengan CCPIT sangat penting karena lembaga ini dapat mempengaruhi keputusan investor untuk investasi ke luar negeri,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Jum’at (22/7/2016).

Dalam pertemuan dengan Kepala BKPM, Presiden CCPIT Chen Qiuyan juga menyampaikan rencananya untuk membentuk Chambers of Commerce Guangdong-Indonesia untuk membantu para pengusaha Guangdong yang sudah ada di Indonesia maupun yang akan masuk ke Indonesia. “Mereka menargetkan bahwa dalam waktu 3 bulan mendatang Chambers of Commerce ini sudah dapat terbentuk dan akan berkantor di Jakarta,” jelasnya.

Franky menambahkan bahwa saat ini sudah cukup banyak investor dari Provinsi  Guangdong yang berinvestasi di Indonesia. “Presiden CCPIT menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat potensial dan kondusif dan merupakan negara yang sangat penting dalam kerjasama one road one belt (OBOR),” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden CCPIT Guangdong juga menyampaikan rencananya untuk membawa misi investasi dari Guangdong ke Indonesia pada bulan Oktober 2016 sekaligus untuk meresmikan Chambers of commerce tersebut. Selain pertemuan dengan President CCPIT Guangdong, Kepala BKPM juga menjadi pembicara kunci dalam business forum yang dihadiri oleh lebih dari 120 perusahaan Guangdong dari berbagai sektor. Hal ini menunjukkan tingginya minat mereka untuk mengetahui potensi dan iklim investasi di Indonesia. Seperti halnya pertemuan dengan CCPIT, dalam Business Forum Kepala BKPM juga memaparkan tentang perbaikan iklim investasi di Indonesia melalui 12 paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan.

"Dalam paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah, berbagai perbaikan di bidang investasi sudah dikeluarkan. Seperti formula kenaikan upah, insentif fiskal bagi industri padat karya, serta perbaikan indikator kemudaha berusaha," jelas Franky.

Business forum tersebut terselenggara atas kerjasama BKPM, KJRI Guangzhou, dan CCPIT Provinsi Guangdong. Dalam sambutannya Konsul Jenderal RI di Guangzhou Ratu Silvy Gayatri menyampaikan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia mengingat pemerintah Indonesia saat ini telah banyak melakukan perbaikan pelayanan penanaman modal disamping Indonesia memiliki potensi investasi yang sangat besar.

President CCPIT Chen Quiyan juga memberikan keyakinan kepada para peserta bahwa Indonesia adalah negara tujuan investasi yang tepat bagi para investor Guangdong. “Pemerintah Indonesia saat ini memiliki komitmen yang kuat untuk memperbaiki dan membangun iklim investasi yang lebih baik,” kata Chen.

Dari data yang dimiliki oleh BKPM untuk periode 2010-2015, tercatat sudah 52,3 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) komitmen investasi asal Cina terdaftar di BKPM. Untuk periode triwulan pertama tahun 2016, realisasi dari Republik Rakyat Cina (RRC) mencapai 464 juta Dolar AS terdiri dari 339 proyek dan menyerap tenaga kerja 10.167 tenaga kerja. Posisi Cina tersebut berada di peringkat keempat setelah Singapura, Jepang dan Hong Kong (RRT).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BKPM: Investasi Asing Penting Untuk Stimulus Sektor Perfilman

BKPM: Investasi Asing Penting Untuk Stimulus Sektor Perfilman

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 19:24 WIB

Kepala BKPM Sosialisasi Paket Kebijakan ke-81 Investor Guangzhou

Kepala BKPM Sosialisasi Paket Kebijakan ke-81 Investor Guangzhou

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 14:03 WIB

BKPM Dorong Investasi di Sektor Perfilman

BKPM Dorong Investasi di Sektor Perfilman

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 19:43 WIB

Ini Tiga Permenperin Baru untuk Paket Deregulasi Ekonomi

Ini Tiga Permenperin Baru untuk Paket Deregulasi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 19:50 WIB

BKPM Sebut 52 Perusahaan Telah Manfaatkan Layanan KLIK

BKPM Sebut 52 Perusahaan Telah Manfaatkan Layanan KLIK

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 16:06 WIB

BKPM Bentuk Tim Khusus Layani Investasi Peserta Tax Amnesty

BKPM Bentuk Tim Khusus Layani Investasi Peserta Tax Amnesty

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 18:13 WIB

Dihadapan 300 Pengusaha, Kepala BKPM Janji Perkuat Layanan

Dihadapan 300 Pengusaha, Kepala BKPM Janji Perkuat Layanan

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 14:02 WIB

BKPM Segera Siapkan Skema Investasi Untuk Peserta Tax Amnesty

BKPM Segera Siapkan Skema Investasi Untuk Peserta Tax Amnesty

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 14:01 WIB

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:55 WIB

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:09 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB