Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Menperin Himbau IKM Tenun Gunakan Bahan Baku Secara Swadaya

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 09 Agustus 2016 | 14:59 WIB
Menperin Himbau IKM Tenun Gunakan Bahan Baku Secara Swadaya
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membuka “Pameran Wastra Tenun Nusantara” di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (9/8/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengimbau para perajin industri kecil dan menengah (IKM) tenun untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya alam sekitar baik yang di dapat dari kebun maupun pekarangan rumah. Tidak hanya digunakan sebagai bahan pendukung produksi, bahan di sekitar perajin dapat juga dikembangkan menjadi bahan baku utama, mulai dari kapas hingga bahan pewarna alami.

“Upaya tersebut yang akan kami arahkan, penggunaan bahan baku produksi tenun secara swadaya,” tegas Menperin pada pembukaan “Pameran Wastra Tenun Nusantara” di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (9/8/2016). Pameran yang diselenggarakan oleh Kemenperin bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla dengan dihadiri Pengurus Dekranas dan Ibu-ibuOASE Kabinet Kerja.

Di samping itu, Kemenperin fokus mendorong pertumbuhan dan pengembangan IKM tenun di dalam negeri melalui berbagai pembinaan mulai dari bimbingan teknis, bantuan start-up mesin peralatan, pemberian dampingan tenaga ahli hingga pemasaran.

“Kami juga menyarankan kepada perajin IKM tenun agar memanfaatkan peran Balai Besar Kemenperin untuk mencari solusi permasalahan pada produksi maupun dalam meningkatkan produktivitas melalui kegiatan penelitian dan pengembangan,” paparnya.

Berbicara mengenai produk kerajinan wastra atau kain, di Indonesia terdapat dua produk unggulan yang dikenal hingga ke mancanegara, yaitu batik dan tenun. ”Kedua produk tersebut memiliki corak eksotik yang dapat memikat mata setiap orang,” ujar Airlangga.

Selain batik, produk tenun juga memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap kinerja industri fesyen nasional. Pada tahun 2015, produk fesyen Indonesia telah berhasil memperoleh pangsa pasar yang besar di skala global dengan nilai ekspor mencapai 7,28 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). “Seiring teknologi pembuatan tenun yang sudah semakin baik, peluang pasar produknya akan kita dorong untuk bisa masuk ke pasar internasional,” lanjutnya.

Menperin menjelaskan, tenun secara garis besar diciptakan dalam berbagai warna, corak dan ragam hias yang memiliki keterkaitan erat dengan kepercayaan, lingkungan alam serta menjadi bagian penting yang merepresentasikan budaya dan nilai sosial yang berkembang saat ini. ”Dalam segi fungsi, tenun memiliki beragam kegunaan antara lain, sebagai busana upacara adat, sebagai mahar dalam perkawinan maupun sebagai penunjuk status sosial,” ulasnya.

Potensi tenun hingga kini telah tersebar hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari kain Tenun Ulos di Sumatera Utara; Tenun Troso di Jepara, Jawa Tengah; Tenun Endek di Bali hingga Tenun Rote di Nusa Tenggara Timur.”Kreativitas para perajin tenun yang tersebar di seluruh nusantara dalam menghasilkan desain berciri khas menjadi suatu corak budaya,” kata Airlangga.

Pembinaan IKM tenun

Sementara itu, Mufidah menyampaikan, pembinaan IKM tenun bukanlah tanpa menemui kendala, adanya serbuan produk impor ilegal dan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi tantangan bagi IKM tenun di Indonesia. “Upaya perlindungan terhadap IKM tenun akan mampu melestarikan budaya kita dan tenun merupakan produk warisan budaya yang potensial dikembangkan ke depannya. Untuk itu, harus terus diperhatikan, terutama pembinaan melalui regenerasi perajin,” ujarnya.

Sampai saat ini, Dekranas telah melakukan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan tenun dari pelaku industri nasional melalui pengembangan kreativitas berbasis budaya dan kekayaan lokal.

Mufidah mengharapkan, penyelenggaraan Pameran Wastra Tenun Nusantara dapat memperkenalkan, mempromosikan serta mendukung produk-produk terbaik dari para perajin binaan Dekranasterutama produk kain tenun, sehingga kerajinan kain tenun di setiap daerah akan dikenal dan dilestarikan oleh masyarakat baik dalam negeri ataupun luar negeri khususnya perkembangan kreativitas dan keunikan kain tenun Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono selaku Plt. Dirjen IKMmengatakan,dukungan promosi tenun terus dijalankan oleh Kemenperin melalui penyelenggaraanSwarna Fest secara berkesinambungan. “Event ini bekerjasama dengan desainer profesional yang concern dalam pengembangan tenun, selain mengeksplorasi ragam motif yang dimulai dari NTT hingga pada belahan nusantara,” paparnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mempromosikan bermacam variasi warna alam yang saat ini menjadi trend dalam fashion sehingga mengarahkan IKM tenun untuk menjadi industri yang ramah lingkungan, menghormati para perajin atau pekerja serta menjual dengan harga yang rasional. “Upaya itu untuk memenuhi nilai-nilai dalam pencapaian ethical industry,” ujarnya.

Pameran Wastra Tenun Nusantara diselenggarakan selama empat hari, tanggal 9-12 Agustus2016 yang dibuka untuk umum mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Pameran ini mengikutsertakan sebanyak 40 peserta IKM binaan Dekranas dari berbagai daerah, antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, NTB, NTT dan lain-lain dengan menampilkan aneka produk kain tenun, fesyen produk penunjang seperti, aksesoris, perhiasan, dan dekorasi rumah yang sebagian didominasi oleh produk binaan dari Dekranas dan Dekranasda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi akan Resmikan Kawasan Industri Kendal 25 Agustus Nanti

Jokowi akan Resmikan Kawasan Industri Kendal 25 Agustus Nanti

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 14:53 WIB

SDM Industri dan Litbang Mutlak bagi Pertumbuhan Industri

SDM Industri dan Litbang Mutlak bagi Pertumbuhan Industri

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 06:33 WIB

Indonesia dan Aljazair Sepakati Kerjasama Sektor Industri

Indonesia dan Aljazair Sepakati Kerjasama Sektor Industri

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 03:22 WIB

Menperin: Pengadaan Pemerintah Optimalkan Produk Dalam Negeri

Menperin: Pengadaan Pemerintah Optimalkan Produk Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 03:13 WIB

Kawasan Industri JIPE Jadi Contoh Bagi Kawasan Industri Luar Jawa

Kawasan Industri JIPE Jadi Contoh Bagi Kawasan Industri Luar Jawa

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 02:30 WIB

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi Dua Pabrik Pupuk

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi Dua Pabrik Pupuk

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 02:22 WIB

Perdagangan Indonesia-Swiss Meningkat 124 Persen di 2015

Perdagangan Indonesia-Swiss Meningkat 124 Persen di 2015

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 03:03 WIB

Tidak Cuma Kompetisi, Industri Otomotif Perlu Kolaborasi

Tidak Cuma Kompetisi, Industri Otomotif Perlu Kolaborasi

Otomotif | Rabu, 03 Agustus 2016 | 01:44 WIB

Gaikindo "Ngebet" Berkenalan dengan Menperin Baru

Gaikindo "Ngebet" Berkenalan dengan Menperin Baru

Otomotif | Minggu, 31 Juli 2016 | 10:18 WIB

Airlangga: Alhamdulillah Dipercaya Jokowi

Airlangga: Alhamdulillah Dipercaya Jokowi

News | Kamis, 28 Juli 2016 | 19:57 WIB

Terkini

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:21 WIB