Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

ABUPI Kritik Monopoli BUMN dalam Pengelolaan Pelabuhan

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 12 Agustus 2016 | 18:59 WIB
ABUPI Kritik Monopoli BUMN dalam Pengelolaan Pelabuhan
Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyayangkan inisiatif Kementerian Perhubungan yang hanya menawarkan peran operator pelabuhan di Unit Pelaksana Teknis Kemenhub kepada BUMN, yakni PT Pelindo.

Kemenhub berniat fokus menjadi regulator dengan melepaskan peran sebagai operator di pelabuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub.

"Kami mendukung hal itu, tapi perlu diingat bahwa sangat penting membuka kesempatan yang sama bagi BUMN dan swasta agar menghindari monopoli di bidang pengelolaan pelabuhan yang ujungnya berdampak pada kualitas layanan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia," kata Ketua ABUPI Aulia Febrial Fatwa dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Menurut Aulia, badan usaha pelabuhan bukan hanya BUMN, namun juga terbuka untuk swasta, seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 95 junto PP Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan Pasal 71.

"Jika diserahkan hanya kepada BUMN, dikhawatirkan terjadi monopoli yang dilarang oleh Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat," ujarnya.

Aulia menilai jika terjadi monopoli pelayanan di pelabuhan, hal itu justru akan kontraproduktif terhadap pertumbuhan konektivitas serta perdagangan nasional.

Hal ini harus dicegah agar layanan pelabuhan menjadi efisien dan berkualitas. Patut disadari, pelabuhan menjadi pondasi utama sistem logistik nasional sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian khusus.

Karena itu, Aulia menambahkan, sudah selayaknya terjadi sinergi yang erat antara BUMN dan swasta nasional dalam menghadapi persaingan global yang ujungnya terfokus pada daya saing nasional.

"Peran swasta nasional sangat penting dalam upaya mempercepat pertumbuhan konektivitas yang efisien, yang selama ini digalakkan pemerintahan Presiden Joko Widodo," imbuhnya.

Senada dengan Aulia, Wakil Ketua umum KADIN Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan Rico Rustombi mengatakan jika semua pengelolaan pelabuhan diserahkan kepada BUMN, maka akan mejadikan usaha tidak sehat karena bertentangan dengan UU Pelayaran No.17/ 2008 dan UU No. 5/ 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Kedua UU tersebut, lanjut dia, seharusnya ditempatkan sesuai porsi dengan memberikan porsi lebih besar kepada swasta, bukan pemerintah atau BUMN.

"BUMN atau pemerintah sejati sebagai pelayan publik, jangan ambil peran besar dalam pengelolaan karena justru akan menimbulkan konflik kepentingan dan biaya logistik akan terus membengkak karena di wajibkan untuk untung oleh BUMN," tegasnya.

Rico menambahkan, pelabuhan yang efisien dan dapat memperlancar arus barang dari satu tempat ke tempat lainnya merupakan salah satu faktor yang penting bagi dunia usaha.

Ia mengatakan swasta harus dilibatkan guna memastikan adanya perbaikan dan efisiensi serta kompetisi yang adil.

Dengan demikian, regulator akan dapat melihat performa dan membandingkan mana yang paling efisien dan efektif.

Hal itu, tambah Rico, juga merupakan upaya membangun iklim persaingan yang sehat.

"Perbaikan di bidang logistik perlu segera dilakukan. Bila arus barang lancar, dunia usaha berkembang, perekonomian pun akan maju. Sebagai negara maritim, pembenahan pengelolaan pelabuhan perlu menjadi salah satu prioritas kita sebagai bangsa," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menyerahkan pengelolaan pelabuhan-pelabuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang selama ini berada di bawah pengelolaan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kepada BUMN Pelabuhan yakni PT Pelindo I sampai PT Pelindo IV.

Kemenhub sendiri akan fokus menjadi regulator dan Pelindo akan ditugasi secara penuh sebagai operator di mana sebelumnya keduanya melakukan pengelolaan pelabuhan seperti peti kemas.

Hal itu dilakukan guna meningkatkan konektivitas barang dan orang di pelabuhan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Ingin Pelabuhan Depapre Dibangun oleh BUMN

Pemerintah Ingin Pelabuhan Depapre Dibangun oleh BUMN

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:25 WIB

Pelabuhan Depapre akan Dijadikan Jalur Tol Laut

Pelabuhan Depapre akan Dijadikan Jalur Tol Laut

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:20 WIB

Menhub Budi Minta Pelabuhan Sibolga Dikembangkan

Menhub Budi Minta Pelabuhan Sibolga Dikembangkan

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 11:45 WIB

Pelindo II dan JIEP Teken Kerjasama Operasikan Pelabuhan Halal

Pelindo II dan JIEP Teken Kerjasama Operasikan Pelabuhan Halal

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 21:20 WIB

Pemudik Tiba di Tanjung Perak

Pemudik Tiba di Tanjung Perak

| Senin, 04 Juli 2016 | 18:43 WIB

Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Capai Enam Kilometer

Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Capai Enam Kilometer

| Minggu, 03 Juli 2016 | 10:45 WIB

Pemudik ke Sumatera Semakin Memadati Pelabuhan Merak

Pemudik ke Sumatera Semakin Memadati Pelabuhan Merak

News | Sabtu, 02 Juli 2016 | 15:00 WIB

Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Arus Mudik di Pelabuhan Merak

| Sabtu, 02 Juli 2016 | 13:41 WIB

Jumlah Pemudik Lewat Pelabuhan Tanjung Priok Turun 20 Persen

Jumlah Pemudik Lewat Pelabuhan Tanjung Priok Turun 20 Persen

| Sabtu, 02 Juli 2016 | 12:31 WIB

Dwelling Time Diperpendek, Barang Ilegal pun Masuk

Dwelling Time Diperpendek, Barang Ilegal pun Masuk

DPR | Kamis, 30 Juni 2016 | 17:30 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:48 WIB

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:43 WIB

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:37 WIB

Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%

Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:30 WIB

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:21 WIB

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18 WIB

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:16 WIB

Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%

Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:10 WIB

SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas

SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:03 WIB

Harga Emas Kompak Anjlok di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Harga!

Harga Emas Kompak Anjlok di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Harga!

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:03 WIB