Menteri Susi Dorong BUMN Perikanan Bangkitkan Perikanan Nasional

Adhitya Himawan

Minggu, 28 Agustus 2016 | 14:09 WIB
Menteri Susi Dorong BUMN Perikanan  Bangkitkan Perikanan Nasional
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Kalakhar Satgas 115 memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (1/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyambut hangat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dibutuhkan sinergi dari berbagai stakeholder untuk mempercepat langkah wujudkan Inpres tersebut.

"Sesuai arahan Pak Presiden, ini sangat memerlukan kerja sama seluruh stakeholder. Jadi di sini KKP tidak bisa bekerja sendirian. BUMN punya tugas di situ", ungkap Susi dalam gelaran rapat koordinasi dengan beberapa pimpinan perusahaan BUMN sektor perikanan di Ruang Rapat Lt.16 GMB 4 Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Dalam rapat tersebut, Susi juga meminta kepada jajaran pejabat eselon satu KKP, agar dapat menginvetarisir kembali BUMN mana saja yang terkait dalam sektor kelautan dan perikanan. "Semua BUMN diinventaris lagi, mana saja yang berkaitan dengan kita. Dari situ kita melihat sebuah tugas sebagai pejabat negara dan anda (para dirut BUMN) sebagai pengawalnya", ujar Susi.

Realisasi investasi sektor perikanan yang meningkat sejak 2010 yang mencapai Rp1,60 Triliun, pada 2015 mencapai 4,43 Triliun serta impor ikan yang menurun, harusnya mampu memberi gambaran kepada BUMN sektor perikanan untuk mengambil peluang membangkitkan gairah ekonomi perikanan nasional. "Saya ingin BUMN dari perikanan mengambil opportunity ini. Pertama menjadi penyokong daripada gerakan pertumbuhan ekonomi. Hasil dari perikanan tangkap luar biasa. Jadi di sini saya melihat, kalau BUMN sektor perikanan tidak bergerak sangat disayangkan", lanjutnya.

Susi berharap agar dalam rapat-rapat selanjutnya dengan jajaran direktur utama BUMN, pemerintah lebih fokus membicarakan proyeksi bisnis hingga proyeksi financing guna mempercepat langkah mewujudkan mandat Presiden dimaksud. "Memang harus dibutuhkan sebuah forum. Mohonlah jangan ada ego sektoral antar BUMN. Semua bersama demi negara", ujar Susi.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional yang berlaku sejak 22 Agustus 2016. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik nelayan, pembudidaya, pengolah maupun pemasar hasil perikanan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan devisa negara Inpres tersebut ditujukan kepada 25 (dua puluh lima) pejabat pimpinan kementerian/lembaga. Kepada para pejabat tersebut, Presiden menginstruksikan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing Kementerian/Lembaga untuk melakukan percepatan pembangunan industri perikanan nasional.

Secara khusus, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan sebanyak 13 point diantaranya terkait kebijakan pengembangan perikanan tangkap, budidaya, pengolahan, pemasaran dalam negeri, ekspor hasil perikanan, dan tambak garam nasional. Hadir pada rapat tersebut pimpinan/direksi 7 BUMN Perikanan yakni Direktur Utama PT Perikanan Nusantara, Direktur Utama Perusahaan Umum Perikanan Indonesia, Direktur Utama PT PAL, Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia, Direktur Utama PT Djakarta LLOYD, Direktur Pemasaran dan Produksi PT Garam, dan Direktur Komersial PT Pelni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Optimis Kompetisi Dorong BUMN Menjadi Lebih Baik

Jokowi Optimis Kompetisi Dorong BUMN Menjadi Lebih Baik

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 12:35 WIB

Susi Ajak Alumni STP Bangun Industri Perikanan Dalam Negeri

Susi Ajak Alumni STP Bangun Industri Perikanan Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 13:38 WIB

Serikat Pekerja PGN Tolak Holding BUMN Migas

Serikat Pekerja PGN Tolak Holding BUMN Migas

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 13:31 WIB

KKP Lakukan Restocking Ikan Lokal di Beberapa Lokasi

KKP Lakukan Restocking Ikan Lokal di Beberapa Lokasi

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 09:51 WIB

Tingkatkan Layanan, Pelindo III Berinovasi Berbasis  Teknologi

Tingkatkan Layanan, Pelindo III Berinovasi Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 10:58 WIB

Rapat Tiga Jam, DPR Setujui Empat BUMN Lakukan Right Issue

Rapat Tiga Jam, DPR Setujui Empat BUMN Lakukan Right Issue

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 16:05 WIB

Privatisasi Empat BUMN Akhirnya Disetujui Komisi VI DPR

Privatisasi Empat BUMN Akhirnya Disetujui Komisi VI DPR

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 15:07 WIB

Sri Mulyani Jamin Pemotongan Anggaran Tak Jegal Program Prioritas

Sri Mulyani Jamin Pemotongan Anggaran Tak Jegal Program Prioritas

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:43 WIB

Bank Mandiri Terbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I

Bank Mandiri Terbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 13:55 WIB

DPR Minta Sri Mulyani Pantau Penyertaan Modal Negara ke BUMN

DPR Minta Sri Mulyani Pantau Penyertaan Modal Negara ke BUMN

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 13:39 WIB

Terkini

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:52 WIB

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:50 WIB

Putusan MA Gugurkan Suket Ijazah Gibran, Gerindra Segera Rumuskan Sikap

Putusan MA Gugurkan Suket Ijazah Gibran, Gerindra Segera Rumuskan Sikap

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:49 WIB

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 15:43 WIB

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:42 WIB

×