Skema KPBU Atasi Keterbatasan Pembiayaan APBN Untuk Infrastruktur

Adhitya Himawan

Jum'at, 02 September 2016 | 19:15 WIB
Skema KPBU Atasi Keterbatasan Pembiayaan APBN Untuk Infrastruktur
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yusid Toyib saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/9/2016). [Dok Kementerian PUPR]

Keterbatasan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk infrastruktur harus disiasati dalam bentuk creative financing melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yusid Toyib saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/9).

Dalam acara konferensi pers tersebut turut hadir Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi Panani Kesai, Direktur Utama PT Debindo ITE Effi Setiabudi, Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Infrastruktur dan Transportasi Kadin Errika Ferdinata, Direktur Bina Investasi Infrastruktur Ober Gultom dan Director and CIO-Domestic Client IIF Harold Tjiptadjaja.

Menurut Yusid, Skema KPBU untuk pembangunan infrastruktur PUPR semakin dibutuhkan mengingat penerimaan negara dari pajak maupun bukan pajak relatif terbatas. Bahkan selama tahun anggaran 2016 ini, APBN telah mengalami dua kali pemotongan dalam rangka penghematan anggaran karena penerimaan negara yang terbatas tersebut.

Berdasarkan data Bappenas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, kebutuhan pendanaan infrastruktur prioritas mencapai Rp 4.796 triliun dengan kebutuhan pendanaan infrastruktur bidang PUPR sebesar Rp 1.915 triliun. Sementara total anggaran yang tersedia hanya Rp 1.289 triliun, sehingga masih terdapat financial gap senilai Rp 626 triliun.

“Kita harus welcome kepada investor (swasta), jangan dulu bilang ‘tidak’ untuk membangun infrastruktur oleh swasta, karena kebutuhan infrastruktur di Indonesia sangat tinggi, beri mereka (investor) jalan dan tunjukan kepada siapa mereka harus bertanya,” ujarnya.

Setiap kementerian pun diamanatkan untuk menunjuk unit kerja dilingkungannya sebagai unit Simpul KPBU, sesuai dengan Pasal 44 Peraturan Presiden (Perpres) 38/2015. Untuk Kementerian PUPR, penyusunan simpul KPBU PUPR yang nantinya akan berperan sebagai PPP Center, akan dilakukan oleh Direktorat Bina Investasi Infrastruktur (DBII) Ditjen Bina Konstruksi.

Kehadiran PPP Center pada Kementerian PUPR diharapkan dapat mengurangi transaction cost of economic dari proyek KPBU, mengurangi asimetris informasi terkait skema KPBU dan diharapkan dapat membangun trust pada investor dalam melakukan skema KPBU pada proyek infrastruktur.

Harold Tjiptadjaja menyampaikan bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk menggiatkan swasta dalam pembiayaan infrastruktur. “Peranan swasta ini bisa besar sekali namun itu semua tergantung bagaimana pemerintah bisa menarik,” ujarnya.

Ia mengakui, pemerintahan telah melakukan banyak deregulasi dan juga memberikan insentif agar swasta masuk dalam pembiayaan infrastruktur atau pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Karena itu swasta jangan ragu-ragu (masuk dalam pembiayaan/pembangunan infrastruktur-red),” katanya.

Seperti diketahui bahwa pemerintah telah mengeluarkan Paket Ekonomi I hingga XIII yang salah satu poin utamanya adalah upaya memangkas tahapan perizinan termasuk dalam bidang investasi. Selain itu pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur melalui Dana Dukungan Tunai (Viability Gap Fund) Infrastruktur dan skema pembayaran atas ketersediaan layanan (Availability Payment) untuk memenuhi target outcome Kementerian PUPR yaitu infrastruktur dasar, konektivitas dan ketahanan air.

Forum Nasional
Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR akan mengadakan Forum Nasional dengan tema “Perubahan Paradigma Investasi Infrastruktur” yang melibatkan seluruh perspektif stakeholder dari empat tataran kelembagaan dengan konsep Fourple Helix (legislatif, pemerintah, bisnis/swasta dan akademisi) di The Westin Hotel Jakarta pada 7 September 2016.

Pembicara yang terlibat pada forum tersebut diantaranya adalah Komisi V DPR RI, Kementerian Keuangan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sinar Mas Group dan akademisi.

“Kementerian PUPR mengajak semua stakeholder, kita mau bicara bagaimana mengangkat pihak swasta agar yakin dan percaya kalau investasi di sini (Indonesia-red) menguntungkan,” ujar Yusid Toyib.

Menurutnya, banyak hal yang perlu dilakukan untuk mengajak pihak swasta agar mau membangun infrastruktur bersama pemerintah “Mungkin dalam pembicaraan nanti akan timbul hal-hal baru yang tidak terpikirkan,” katanya.

Hasil forum ini diharapkan akan menjadi feedback dalam melakukan corrective actions dan continuous improvement bagi stakeholders dalam rangka meningkatkan partisipasi peran swasta pada penyelenggaraan investasi infrastruktur non APBN di lingkungan Kementerian PUPR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadiri KTT G-20, Jokowi Tekankan Perkembangan UMKM

Hadiri KTT G-20, Jokowi Tekankan Perkembangan UMKM

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 13:26 WIB

Menteri Basuki Groundbreaking Pembangunan Perumahan Green Sorong

Menteri Basuki Groundbreaking Pembangunan Perumahan Green Sorong

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 12:56 WIB

Pola Hunian Berimbang 123 Mau Diterapkan di Kota Baru Publik Maja

Pola Hunian Berimbang 123 Mau Diterapkan di Kota Baru Publik Maja

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 18:31 WIB

Pembangunan Dam Sabo Kali Putih Ditargetkan Rampung Akhir 2017

Pembangunan Dam Sabo Kali Putih Ditargetkan Rampung Akhir 2017

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 15:07 WIB

Rusunawa Temanggung Dibangun PT. Riyah Permata Anugrah

Rusunawa Temanggung Dibangun PT. Riyah Permata Anugrah

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 15:06 WIB

Pemerintah Bangun 285 Rusun di Perbatasan Pakai Teknologi RISHA

Pemerintah Bangun 285 Rusun di Perbatasan Pakai Teknologi RISHA

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 12:44 WIB

Menteri Basuki Resmikan Rusunawa di Temanggung

Menteri Basuki Resmikan Rusunawa di Temanggung

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 16:28 WIB

Kualitas Pekerja Konstruksi di Indonesia Masih Rendah

Kualitas Pekerja Konstruksi di Indonesia Masih Rendah

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 15:09 WIB

Menteri PUPR: Kualitas Infrastruktur yang Dibangun Harus Dijaga

Menteri PUPR: Kualitas Infrastruktur yang Dibangun Harus Dijaga

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 15:03 WIB

Subsidi Perumahan Jaga Daya Beli MBR untuk Miliki Rumah Layak

Subsidi Perumahan Jaga Daya Beli MBR untuk Miliki Rumah Layak

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:58 WIB

Terkini

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

×