Harga Minyak Naik di Tengah Kelebihan Pasokan

Ririn Indriani Suara.Com
Kamis, 08 September 2016 | 08:00 WIB
Harga Minyak Naik di Tengah Kelebihan Pasokan
Ilustrasi harga minyak dunia. [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak berakhir sedikit lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB) setelah sesi berfluktuasi, karena investor mempertimbangkan prospek persediaan yang lebih tinggi terhadap kemungkinan kesepakatan pembekuan produksi.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 0,67 dolar AS menjadi manetap di 45,50 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November naik 0,72 dolar AS menjadi ditutup pada 47,98 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak Brent menguat ke tertinggi satu minggu pada Senin (5/9) setelah Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk bekerja sama dalam menstabilkan pasar minyak.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC seperti Rusia diperkirakan akan membahas pembekuan produksi dalam pembicaraan informal di Aljazair pada 26-28 September Harga minyak Brent menurun pada Selasa (6/9) setelah Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengatakan saat ini belum ada kebutuhan untuk membatasi produksi minyak.

"Tidak ada kebutuhan sekarang untuk membekukan produksi," kata Al-Falih dalam sebuah wawancara pada Senin di Hangzhou, Tiongkok.

"Ini adalah salah satu pilihan yang lebih disukai, tapi tidak perlu hari ini. Pasar dari hari ke hari membaik," kata dia.

Para analis mengatakan investor mencoba untuk membangun keseimbangan karena pasokan yang relatif tinggi secara internasional terhadap prospek bahwa anggota OPEC dan non-OPEC mungkin mencapai kesepakatan yang akan mendukung pasar.

Kenaikan tipis harga minyak pada Rabu juga dibantu oleh dolar AS yang lebih lemah, analis mengatakan, tapi tetap dalam kisaran terbaru mereka, dengan pasar fokus pada pertemuan OPEC tentang produksi akhir bulan ini.

Dolar AS melemah pada Selasa karena laporan mengendurnya aktivitas sektor jasa dalam perekonomian AS bulan lalu, pelambatan mengejutkan yang mengurangi harapan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan ini.

Sebuah greenback yang lemah membuat minyak mentah dalam denominasi dolar lebih murah bagi pengguna mata uang lainnya. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI