Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

Alasan Orang Indonesia Beli Properti di Singapura

Ririn Indriani | Suara.com

Senin, 19 September 2016 | 08:33 WIB
Alasan Orang Indonesia Beli Properti di Singapura
Ilustrasi investasi properti. (Shutterstock)

Suara.com - Belakangan permintaan hunian mewah di Singapura terus meningkat. Menariknya jumlah pembeli properti mewah di Negeri Singa itu mayoritas berasal dari Indonesia yang rata-rata membeli properti seharga 3,7 juta dolar AS.

Fenomena ini muncul justru ketika berlakunya Undang-Undang (UU) tentang Pengampunan Pajak atau Tax amnesty di Indonesia. Hal ini tentu menjadi ironi, karena saat pemerintah sedang berupaya keras untuk mengembalikan dana repatriasi dari luar negeri, justru banyak orang kaya di Indonesia yang membelanjakan dananya di luar negeri.

Sejak awal tahun ini, tercatat orang Indonesia sudah membeli properti mewah di Singapura mencapai 30-an unit dengan total nilai mencapai Rp 48,5 miliar. Namun, bukan hanya orang Indonesia yang mencari tempat untuk investasi di Singapura. Pasar Singapura kini sedang mengalami penurunan dengan peluang di tengah kota misalnya di tempat OUE Twin Peaks Tower berada.

Saat ini pemerintah memberikan denda pajak sebesar 200 persen kepada mereka para wajib pajak penerima amnesti yang tidak mengungkapkan keseluruhan asset nya. Hal ini memang sengaja dilakukan guna mengendalikan orang kaya Indonesia untuk menemukan tujuan alternatif untuk investasi properti mereka.

Selain itu, pemerintah juga telah mengantisipasi hal ini dari bank asing, ia berencana akan memberikan keringanan pajak sebesar 0 % untuk biaya deklarasi. Dengan begitu diharapkan orang Indonesia yang memiliki aset di luar negeri dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian negara.

"Properti selalu menjadi tempat yang aman bagi investor," kata Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia. "Selama masa ketidakpastian ekonomi dan politik maka orang akan beralih ke real estate untuk melindungi kekayaan mereka," tambah Polman.

Banyak orang kaya Indonesia yang membeli properti di luar negeri, karena memanfaatkan celah kesepakatan pajak yang tertuang di Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) tentang tax evasion. Dalam aturan tersebut disepakati bahwa negara di dunia akan membuka data yang ada di bank di manapun mulai 2018. Namun data dalam bentuk aset properti tidak wajib untuk dibuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Daftar Developer Nominator Indonesia Property Awards 2016

Inilah Daftar Developer Nominator Indonesia Property Awards 2016

Press Release | Jum'at, 16 September 2016 | 07:05 WIB

23 Pengembang Masuk Nominasi Indonesia Property Awards 2016

23 Pengembang Masuk Nominasi Indonesia Property Awards 2016

Press Release | Jum'at, 16 September 2016 | 06:53 WIB

Penjualan Rumah Online Diakui Berdampak ke Pameran Properti

Penjualan Rumah Online Diakui Berdampak ke Pameran Properti

Bisnis | Senin, 12 September 2016 | 14:58 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari Ini Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu/Kg, Ayam Rp52 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu/Kg, Ayam Rp52 Ribu

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:15 WIB

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:14 WIB

Ekspansi Regional, MedcoEnergi (MEDC) Resmi Amankan PSC Cendramas di Malaysia

Ekspansi Regional, MedcoEnergi (MEDC) Resmi Amankan PSC Cendramas di Malaysia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:45 WIB

Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali

Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:32 WIB

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:28 WIB

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!

Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:58 WIB

Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan

Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:33 WIB

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:23 WIB