Produk Organik Indonesia Kebanjiran Order dari Jerman

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 21 September 2016 | 14:51 WIB
Produk Organik Indonesia Kebanjiran Order dari Jerman
Ilustrasi bijih kopi. (Shutterstock)

Produk kopi, teh, dan kakao Indonesia berhasil memikat para buyer dari berbagai negara. Salah satu order potensial datang dari buyer Jerman, Koawach, yang berniat mengimpor 100 ton kakao organik varietas Trinitario dari Flores dan Aceh untuk dipasarkan di Jerman. Transaksi itu terjadi di pameran COTECA 2016 yang diselenggarakan pada 7-9 September 2016 lalu di Hamburg, Jerman.

“Estimasi total transaksi dan kontak dagang Paviliun Indonesia sebesar 5,45 juta Dolar Amerika Serikat (AS). Produk yang paling diminati adalah kakao organik, teh organik (teh hijau dan teh oolong), dan kopi (biji kopi hijau dan specialty),” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda hari ini, Rabu (21/9/2016), di Jakarta.

Koawach adalah produsen bubuk minuman coklat berenergi yang memasok ke lebih dari 200 toko dan kafe di Jerman serta menjual produknya secara online. Memulai usaha sejak 2014, Koawach dengan produk premiumnya menggunakan bahan baku 100 persen kakao natural dan mengusung fair trade. Per tahun, Koawach membutuhkan kakao varietas Trinitario sebanyak 200 ton yang selama ini disuplai dari Kolombia. Kini Koawach tengah mencari alternatif untuk memasok 50 persen dari kebutuhannya.

Produksi kakao di dunia terdiri dari tiga varietas, yaitu Forestero, Trinitario, dan Creolo. Produk dengan skala terbesar dalam industri kakao adalah Forestero (85 persen dari total produksi dunia); Trinitario (13 persen dari total produksi kakao dunia,) dan Creolo (3 persen dari total produksi kakao dunia). Indonesia mampu memproduksi dan memasok jenis kakao premium yang peredarannya sekitar 13% dari total produksi kakao dunia.

Produk-produk organik yang memiliki sertifikat sangat diminati. Selain kakao organik, produk yang diminati di Paviliun Indonesia adalah gula kelapa organik, bumbu organik, serta teh hijau dan teh hitam organik. Teh hijau dan teh hitam dalam bentuk tea bag cut juga meraih pesanan sejumlah 30 ton dari buyer Jerman untuk 2017.

“Sertifikasi organik penting untuk dimiliki sebab perusahaan yang bersertifikat organik memiliki peluang lebih besar untuk memasok produk ke Eropa. Buyer yang datang adalah buyer pasar ceruk yang mencari produk untuk dipasarkan di toko-toko premium, dengan harga di atas kebanyakan retailer,” imbuh Arlinda.

Paviliun Indonesia menampilkan 12 perusahaan yang memproduksi specialty coffee, kakao organik, teh organik, serta bumbu dan rempah organik. Selama tiga hari pameran, Paviliun Indonesia yang diprakarsai Ditjen PEN, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, KJRI Hamburg, dan KBRI Berlin ini dikunjungi oleh lebih dari seribu pengunjung bisnis. Pengunjung datang dari berbagai negara, antara lain dari Jerman, Denmark, Inggris, Spanyol, Italia, India, RRC, Singapura, Taiwan, Kongo, Kenya, dan lain-lain.

Untuk memeriahkan pameran, setiap hari Paviliun Indonesia mengadakan coffee cupping dan tea tasting. Produk speciality coffee Indonesia yang diminati buyer selama coffee cupping adalah Arabica Toraja. Sementara dari hasil tea tasting, buyer Eropa lebih menyukai produk teh hitam dan teh hijau.

COTECA merupakan pameran dua tahun sekali untuk sektor kopi, teh, dan kakao. Kali ini, pameran memasuki tahun ke empat. COTECA menghadirkan berbagai produk, mulai dari raw material hingga produk jadi, serta diikuti oleh 400 peserta dari 40 negara. Selain Indonesia, beberapa negara Asia lainnya seperti Taiwan, RRC, Thailand dan Jepang turut berpartisipasi. Jepang menyajikan teh hijau dengan teknik pengeringan tradisional dan beragam upacara teh.

“Pameran ini menjadi sarana memperkenalkan serta membuka peluang pasar produk kopi, teh, dan kakao Indonesia di Jerman dan kawasan Eropa lainnya. Dengan kualitas produk premium yang dimiliki Indonesia, perusahaan diharapkan dapat lebih berdaya saing lewat sertifikasi dan menggandeng para petani lewat program fair trade,” tandas Arlinda.
Specialty Coffee di Jerman

Kopi merupakan minuman paling populer di Jerman dengan konsumsi perkapita pada 2015 sebanyak 162 liter. Sekitar 700 ribu ton setiap tahunnya diimpor melalui pelabuhan Hamburg. Tiga perempat kopi di Jerman diproses juga di Hamburg. Perubahan gaya hidup masyarakat Jerman kini lebih memilih kopi dengan berbagai teknik penyajian. Hal ini menyebabkan kenaikan permintaan produk specialty coffee dengan karakteristik tersendiri, seperti tingkat keasaman dan rasa biji kopi tersebut. Tingginya permintaan ini menjadi peluang besar specialty coffee Indonesia meski harganya lebih kompetitif dibandingkan negara-negara penghasil kopi lainnya.

Sementara itu, Jerman merupakan importir kakao terbesar ketiga dunia setelah Belanda dan Amerika Serikat (AS). Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekspor kakao Indonesia ke Jerman mengalami tren positif sebesar 32,11 persen. Ekspor produk kakao pada semester pertama 2016 juga meningkat 25,58 persen dengan nilai 61,57 juta Dolar AS dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging

Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:52 WIB

Jelang Mudik, Produk UMLM Lokal Siap Isi Kereta dan Stasiun

Jelang Mudik, Produk UMLM Lokal Siap Isi Kereta dan Stasiun

Foto | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:15 WIB

Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya

Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 19:21 WIB

Lantik 14 Pejabat Baru, Mendag Budi Santoso: Bikin Kebijakan yang Berdampak ke Masyarakat

Lantik 14 Pejabat Baru, Mendag Budi Santoso: Bikin Kebijakan yang Berdampak ke Masyarakat

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 20:12 WIB

Aturan Baru, 35 Persen MinyaKita Didistribusikan dari BUMN

Aturan Baru, 35 Persen MinyaKita Didistribusikan dari BUMN

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 17:18 WIB

Lima Terdakwa Kasus Korupsi Impor Gula Dituntut 4 Tahun Penjara

Lima Terdakwa Kasus Korupsi Impor Gula Dituntut 4 Tahun Penjara

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:40 WIB

Kemendag Amankan 19.391 Bal Pakaian Bekas Impor Ilegal

Kemendag Amankan 19.391 Bal Pakaian Bekas Impor Ilegal

Foto | Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:48 WIB

Negara Rugi Rp 26,4 Miliar dari Barang-barang Impor Ilegal Selama 6 Bulan

Negara Rugi Rp 26,4 Miliar dari Barang-barang Impor Ilegal Selama 6 Bulan

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:45 WIB

7 Cara Cek HP Palsu atau Asli, Jangan Mudah Tergiur Harga Murah

7 Cara Cek HP Palsu atau Asli, Jangan Mudah Tergiur Harga Murah

Tekno | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:20 WIB

Pemerintah Telah Perintahkan Beras Oplosan Ditarik dari Pasaran Paling Lama 30 Hari

Pemerintah Telah Perintahkan Beras Oplosan Ditarik dari Pasaran Paling Lama 30 Hari

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 18:36 WIB

Terkini

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:34 WIB

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:25 WIB

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:47 WIB

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 07:05 WIB

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:55 WIB

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:52 WIB

Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H

Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:39 WIB

Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain

Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:05 WIB