Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
Kementerian Perdagangan menyatakan produk kreatif berbahan baku lokal berpeluang meningkatkan daya saing ekspor saat rupiah melemah. [Antara]
baca 10 detik
  • Kementerian Perdagangan menyatakan produk kreatif berbahan baku lokal berpeluang meningkatkan daya saing ekspor saat rupiah melemah.
  • Direktur Ekspor Ari Satria menyebut penggunaan bahan baku impor akan menambah beban biaya saat nilai tukar menurun.
  • Dampak pelemahan rupiah terhadap ekspor diperkirakan baru akan terlihat dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan mendatang.

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai produk kreatif yang menggunakan bahan baku lokal berpotensi memperoleh keuntungan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Produk dengan kandungan lokal tinggi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar ekspor.

Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan secara teori pelemahan rupiah dapat membuat harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

"Secara teoritis kan memang dengan pelemahan rupiah seharusnya harga barang kita itu menjadi lebih bersaing," kata Ari di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, dampak dari pelemahan nilai tukar tersebut memang belum bisa langsung terlihat dalam waktu singkat. Sebab, proses ekspor umumnya membutuhkan waktu tertentu hingga dampaknya dapat dirasakan pelaku usaha.

"Tapi pelemahan rupiah ini kan baru seminggu ini lah ya, dampaknya kan belum terlihat. Mungkin kalau teman-teman melakukan kegiatan ekspor kan mungkin dua bulan atau tiga bulan ke depan baru bisa terlihat dampaknya," ujarnya.

Ari menjelaskan peluang tersebut lebih besar dirasakan pelaku usaha yang menggunakan bahan baku lokal dibanding produk yang bergantung pada bahan baku impor.

Menurut dia, penggunaan bahan baku impor berpotensi menambah beban biaya ketika nilai tukar rupiah melemah.

"Kalau ini kan produk yang bahan bakunya 100 persen lokal. Kecuali kalau misalnya untuk produk-produk yang berbahan baku impor, ini mungkin akan sulit juga untuk meningkatkan karena kenaikan harganya akan terkompensasi dengan kenaikan harga bahan baku impor," katanya.

Ia menilai produk kreatif seperti tenun dan kerajinan lokal memiliki peluang lebih besar karena sebagian besar menggunakan bahan baku dalam negeri.

baca juga

"Kalau ini kan 100 persen lokal ya, jadi seharusnya bisa lebih bersaing lagi ke depannya," ucap Ari.

Kemendag mengaku hingga saat ini belum menerima laporan atau keluhan dari pelaku industri kreatif terkait dampak pelemahan rupiah.

"Sejauh ini belum, karena ini kan baru seminggu dua minggu terakhir ini kan naiknya drastis ya, jadi kita belum melihat dampaknya secara rutin ke depan," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!

IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:08 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:01 WIB

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:57 WIB

Terkini

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:32 WIB

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:26 WIB

AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah

AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:22 WIB

Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking

Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:09 WIB

×