Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Indonesia-India Menjajaki Kerjasama Pengembangan Smart City

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 30 September 2016 | 01:41 WIB
Indonesia-India Menjajaki Kerjasama Pengembangan Smart City
Workshop on Indonesia-India Smart City Cooperation di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Dok Kementerian PUPR]

Indonesia dan India jajaki kerjasama pengembangan smart city. Kerjasama tersebut dilakukan untuk mempercepat pengembangan kawasan perkotaan di kedua negara agar mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi perkotaan.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rido Matari Ichwan dalam Workshop on Indonesia-India Smart City Cooperation sesi “Smart City Development: Planing, Policies, and Partnership” yang digelar Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Rabu (28/9/2016) menyatakan siap untuk melakukan penjajakan kerjasama Indonesia-India dalam pengembangan smart city.

Ia berharap kerjasama yang akan dijalin dapat bermanfaat untuk percepatan mewujudkan smart city di kedua negara.

Menurutnya, saat ini Pemerintah Indonesia melalui BPIW Kementerian PUPR sedang mengembangkan Kota Cerdas Berkelanjutan untuk perkotaan-perkotaan di tanah air. Dengan konsepsi Kota Cerdas Berkelanjutan, setiap kota dalam melakukan pembangunannya perlu mengacu pada empat elemen dasar, yaitu kota itu harus aman, sehat dan berkeselamatan, kota itu harus estetik, bersih, berkarakter, nyaman, kota harus produktif dan efisien serta harus berkelanjutan.

Rido juga menjelaskan, dalam empat dekade terakhir (1970-2010) penduduk perkotaan di Indonesia meningkat drastis. “Dari 20 juta menjadi 120 juta jiwa, saat ini peningkatan jumlah penduduk perkotaan tersebut diperkirakan masih berlanjut,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (29/9/2016).

Selain itu, perkotaan juga menjadi konsentrasi populasi penduduk, baik ekonomi, interaksi sosial, budaya, dampak lingkungan dan dampak kemanusiaan. Terbukti, saat ini 74 persen kontribusi ekonomi datang dari perkotaan.

Rido menilai bahwa wilayah perkotaan saat ini sangat memerlukan pengembangan infrastruktur, pelayanan dasar, kecukupan air, pangan dan energi, perumahan layak huni, kesehatan, pekerjaan yang layak, maupun ruang terbuka hijau. “Dengan adanya konsepsi Kota Cerdas Berkelanjutan, diharap dapat menjadi solusi terhadap tantangan perkotaan di Indonesia,” ujarnya.

Rido menyatakan, pola pengembangan Kota Cerdas Berkelanjutan merupakan salah satu tema dalam pembangunan berbasis wilayah atau Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) yang dikembangkan Kementerian PUPR. “Di Indonesia ada 35 WPS dan masing-masing WPS memiliki tema pengembangan kawasan yang berbeda-beda, seperti Kota Cerdas Berkelanjutan, kawasan pariwisata, kota baru publik, kawasan industri, dan lain,” ucapnya.

Staf Ahli Menteri Pengembangan Kota, K V Pratap yang mewakili pemerintah India mengatakan, saat ini India telah menetapkan 100 potensi smart city dan yang telah berjalan ada sekitar 60 kota.

Pratap menyampaikan bahwa Smart City di India meliputi peningkatan suplai air, peningkatan suplai listrik, panen dengan air hujan, peningkatan kualitas sanitasi. “Fitur lainnya adalah meningkatkan kelangsungan hidup para pejalan kaki, manajemen transportasi, efisiensi energi untuk lampu jalan serta menjamin keselamatan masyarakat,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Instruksikan Bangun Dua Rusun di Garut

Presiden Jokowi Instruksikan Bangun Dua Rusun di Garut

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 01:34 WIB

6 Jalan Tol Jabodetabek Dikebut Penyelesaiannya

6 Jalan Tol Jabodetabek Dikebut Penyelesaiannya

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 00:42 WIB

Kementerian PUPR Sempurnakan Standar Pembangunan JPO

Kementerian PUPR Sempurnakan Standar Pembangunan JPO

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 00:21 WIB

Aturan Analisis Harga Satuan Pekerjaan Umum Telah Terbit

Aturan Analisis Harga Satuan Pekerjaan Umum Telah Terbit

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 00:16 WIB

Jumlah Insinyur Konstruksi di Indonesia Terendah Se-ASEAN

Jumlah Insinyur Konstruksi di Indonesia Terendah Se-ASEAN

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 00:12 WIB

Jalan Tol Tanjung Priok Ditargetkan Rampung Maret 2017

Jalan Tol Tanjung Priok Ditargetkan Rampung Maret 2017

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 02:37 WIB

DWP PUPR Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Sumedang dan Garut

DWP PUPR Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Sumedang dan Garut

News | Rabu, 28 September 2016 | 02:33 WIB

Inilah Sejumlah Proyek Infrastruktur di Aceh

Inilah Sejumlah Proyek Infrastruktur di Aceh

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 00:38 WIB

Pemerintah Perbaiki Kerusakan Infrastruktur di Garut dan Sumedang

Pemerintah Perbaiki Kerusakan Infrastruktur di Garut dan Sumedang

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 00:32 WIB

Kementerian PUPR Genjot Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa

Kementerian PUPR Genjot Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 00:27 WIB

Terkini

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:56 WIB

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB