Jumlah Insinyur Konstruksi di Indonesia Terendah Se-ASEAN

Adhitya Himawan

Kamis, 29 September 2016 | 00:12 WIB
Jumlah Insinyur Konstruksi di Indonesia Terendah Se-ASEAN
Pekerja konstruksi menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di pusat perekonomian, Jakarta, Jumat (23/1). [Antara]

Salah satu upaya Indonesia dalam menghadapi persaingan konstruksi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah dengan mencetak tenaga kerja konstruksi yang handal dan kompeten. Untuk itulah perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan tak hanya sarjana teknik namun juga profesi insinyur lebih banyak dan berkualitas.

Dari data Persatuan Insinyur Indonesia (PII), diperkirakan bahwa Indonesia kekurangan tenaga insinyur mencapai 120.000 orang hingga lima tahun mendatang (2015-2019). Hal tersebut terjadi karena penambahan tenaga insinyur tidak dapat memenuhi kebutuhan. Misalnya pada 2015, kebutuhan tenaga insinyur sebanyak 60.000 orang namun hanya dapat dipenuhi 36.000 orang. Kemudian di 2016 kebutuhan tenaga insinyur mencapai 42.000 orang, sementara yang dapat dipenuhi hanya 17.000 orang.

Pada 2017 diprediksikan kebutuhan tenaga insinyur mencapai 46.000 orang namun penambahan tenaga insinyur diperkirakan hanya mencapai 19.000 orang, 2018 kebutuhan mencapai 50.000 orang dan penambahan insinyur sebanyak 23.000, dan pada 2019 kebutuhan 34.000 insinyur tapi diperkirakan hanya dapat terpenuhi 25.000 insinyur.

Jumlah insinyur di Indonesia pun menjadi yang paling rendah dibandingkan di negara-negara ASEAN lainnya. Di Indonesia, dari tiap satu juta penduduk hanya ada 3.038 insinyur, sementara di Singapura dari tiap satu juta penduduk ada 28.235 insinyur, di Malaysia ada 3.375 insinyur dari tiap satu juta penduduk. Kemudian di Thailand dari tiap satu juta penduduk ada 4.121 insinyur, di Philipina ada 5.170 insinyur, di Vietnam ada 8.917 insinyur dan di Myanmar ada 3.844 insinyur dari tiap satu juta penduduk.

Saat ini Indonesia menargetkan 50.000 insinyur baru bersertifikat setiap tahunnya. Perguruan tinggi harus dapat mendukung kebutuhan tersebut, terutama yang menguasai bidang pengkajian dan penguasaan bidang terkait.

Pada Agustus lalu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Mohamad Nasir menandatangani nota kesepahaman tentang penyelenggaraan Program Profesi Insinyur, di Kantor Kementerian PUPR. Program Profesi Insinyur merupakan pendidikan yang diambil mahasiswa untuk mendapatkan gelar profesi insinyur yang ditempuh setelah mereka menyelesaikan gelar kesarjanaannya. Sebanyak 40 perguruan tinggi akan menyelenggarakan program ini.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki mengatakan, Kementerian PUPR akan menyiapkan tempat magangnya dan Kemenristek Dikti akan menyiapkan kurikulum dan dosen pengajarnya. “Misalkan saja kita (Kementerian PUPR) pada 2016 ini ada 12.000 lebih paket besar (Proyek konstruksi) dan itu bisa dipakai untuk training ground yang bisa digunakan para pelaku yang sedang menempuh pendidikan profesional,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/9/2016).

Dengan adanya tempat magang, Ia berharap tidak menyulitkan, terutama yang sedang melaksanakan pendidikan, karena akan ada perbedaan antara yang menempuh pendidikan Sarjana (S1) dengan profesional. “Karena yang profesional lebih banyak dilapangannya,” ujar Basuki.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yusid Toyib saat memberikan kuliah umum di Universitas Syiah Kuala, Aceh, Senin kemarin, berharap agar para lulusan perguruan tinggi dengan kompetensinya dapat menjadi tuan di negerinya sendiri untuk membawa perubahan yang baik bagi Indonesia.

Selain insinyur yang mumpuni, sektor konstruksi pun memerlukan para ahli hukum kontrak, ekonomi pembangunan dan ahli-ahli lain dengan spesialisasi tertentu. “Saya berharap, para insinyur ini punya spesialisasi keahlian, serta para lulusan teknik nantinya dapat bekerja sesuai bidang kuliahnya, sehingga dapat memenuhi jumlah kebutuhan insinyur di Indonesia,” tutur Yusid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DWP PUPR Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Sumedang dan Garut

DWP PUPR Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Sumedang dan Garut

News | Rabu, 28 September 2016 | 02:33 WIB

Inilah Sejumlah Proyek Infrastruktur di Aceh

Inilah Sejumlah Proyek Infrastruktur di Aceh

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 00:38 WIB

Pemerintah Perbaiki Kerusakan Infrastruktur di Garut dan Sumedang

Pemerintah Perbaiki Kerusakan Infrastruktur di Garut dan Sumedang

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 00:32 WIB

Degradasi Lahan Diakui Jadi Masalah Utama Daerah Aliran Sungai

Degradasi Lahan Diakui Jadi Masalah Utama Daerah Aliran Sungai

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 03:14 WIB

Menteri Basuki Apresiasi Pemukiman Kampung Warna Warni Jodipan

Menteri Basuki Apresiasi Pemukiman Kampung Warna Warni Jodipan

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 03:07 WIB

Kementerian PUPR Bangun Sanimas di 753 Lokasi Indonesia

Kementerian PUPR Bangun Sanimas di 753 Lokasi Indonesia

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 03:01 WIB

Pejabat Kementerian PUPR Diminta Pantau Proyek Infrastruktur

Pejabat Kementerian PUPR Diminta Pantau Proyek Infrastruktur

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 02:52 WIB

Pemerintah Ingin Infrastruktur Perkuat Konektivitas Antar Daerah

Pemerintah Ingin Infrastruktur Perkuat Konektivitas Antar Daerah

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 09:19 WIB

Terkini

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

×