Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Daya Saing Infrastruktur Indonesia Tahun Ini Peringkat 41 Dunia

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 05 Oktober 2016 | 17:15 WIB
Daya Saing Infrastruktur Indonesia Tahun Ini Peringkat 41 Dunia
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (5/10/2016). [Dok Kementerian PUPR]

Jika Indonesia kuat, mahasiswa jangan takut menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Economic Solutions 2016 dengan tema "Kesiapan Infrastruktur Indonesia Dalam Persaingan MEA" di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (5/10/2016).

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur tidak hanya untuk menghadapi MEA namun juga untuk menghadapi pasar global yang lebih luas cakupannya, terutama untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Tidak ada apa-apanya MEA itu, yang penting kita harus kuat. Karena kalau kita kuat, siapa pun pasti kita bisa hadapi," katanya.

Menteri Basuki menyampaikan agar mahasiswa jangan mau ditakut-takuti mengenai persaingan MEA. "Kalau anda (mahasiswa) semua mendengarkan presiden kita (Joko Widodo), pertemuan-pertemuan di ASEAN Summit dan G20, mereka (negara-negara di dunia) takut dengan Indonesia karena kita negara besar," tuturnya.

Menteri Basuki menyampaikan hal tersebut dengan maksud ingin meluruskan saja agar mahasiswa tidak takut dengan MEA. "Kita memang harus siap dengan itu (infrastruktur), karena selain MEA masih ada banyak lagi komunitas-komunitas pasar global di dunia ini seperti Asia-Pasifik, China, Eropa, sementara MEA hanya salah satu saja," ujarnya.

Menteri Basuki menyampaikan bahwa daya saing infrastruktur Indonesia di 2015 berada diperingkat 37 dan sekarang menurun dengan berada diperingkat 41. Peringkat tersebut turun akibat pekerjaan atau program pembangunan infrastruktur yang terhenti hingga 2014.

Untuk itu pemerintah sekarang sedang gencar membangun infrastruktur di seluruh Indonesia untuk meningkatkan daya saing global. Khusus untuk di Kalsel, ada beberapa pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang berjalan, seperti pembangunan Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin. Bendungan Tapin memiliki kapasitas tampung efektif 56,77 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 425 hektar dan salah satu manfaatnya adalah untuk penyediaan air irigasi seluas 5.400 hektar.

Kemudian pembangunan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Amandit, dengan saluran irigasi primer sepanjang 26.852 meter yang airnya bersumber dari Bendungan Amandit dan saluran irigasi sekunder sepanjang 49.784 meter. Lalu pembangunan jaringan irigasi di DI Batang Alai, dengan saluran irigasi primer sepanjang 3.500 meter dan saluran sekunder 30.233 meter serta pembangunan saluran irigasi di DI Pitap dengan panjang saluran primer sepanjang 550 meter dan saluran sekunder sepanjang 32.550 meter.

Selanjutnya ada juga pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Banjarbakula dengan kapasitas 250 liter per detik. Selain itu ada juga pembangunan Jembatan Basirih sepanjang 582 meter dengan lebar 7,5 meter di Kota Banjarmasin.

Pembangunan Jembatan Basirih yang membentang di atas Sungai Basirih bertujuan untuk menghubungkan jalan baru yang merupakan akses keluar masuk Pelabuhan Trisakti-Liang Anggang dan sebagai penunjang Jembatan Basirih lama yang sudah tidak mampu lagi untuk melayani arus yang melewatinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sabtu Esok, Jokowi akan Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong

Sabtu Esok, Jokowi akan Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 16:50 WIB

Menteri Basuki Blusukan Cek Infrastruktur Bendungan Di Kalsel

Menteri Basuki Blusukan Cek Infrastruktur Bendungan Di Kalsel

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 14:29 WIB

Perubahan DNI Telah Membuka 141 Bidang Usaha

Perubahan DNI Telah Membuka 141 Bidang Usaha

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 20:47 WIB

Kementerian PUPR Ajukan Policy Brief untuk Percepat Bangun PLTSA

Kementerian PUPR Ajukan Policy Brief untuk Percepat Bangun PLTSA

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 16:39 WIB

Menteri Basuki Percepat Bangun Bendungan Tapin di Kalsel

Menteri Basuki Percepat Bangun Bendungan Tapin di Kalsel

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 16:31 WIB

Pembangunan Perumahan Memerlukan Sumber Pendanaan Jangka Panjang

Pembangunan Perumahan Memerlukan Sumber Pendanaan Jangka Panjang

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 16:26 WIB

Pemerintah Sebut Perumahan Sebagai Penggerak Kota Berkelanjutan

Pemerintah Sebut Perumahan Sebagai Penggerak Kota Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 16:21 WIB

Menperin Minta Asosiasi IKM Perkuat Akurasi Data Anggota

Menperin Minta Asosiasi IKM Perkuat Akurasi Data Anggota

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:56 WIB

Penyederhanaan Izin akan Tekan Biaya Bangun Perumahan

Penyederhanaan Izin akan Tekan Biaya Bangun Perumahan

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:49 WIB

Urbanisasi Mendorong Peningkatan Kebutuhan Rumah di Perkotaan

Urbanisasi Mendorong Peningkatan Kebutuhan Rumah di Perkotaan

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:46 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB