Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Penyederhanaan Izin akan Tekan Biaya Bangun Perumahan

Adhitya Himawan

Senin, 03 Oktober 2016 | 19:49 WIB
Penyederhanaan Izin akan Tekan Biaya Bangun Perumahan
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus di Jakarta, Kamis (25/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) Maurin Sitorus mengatakan penyederhanaan perizinan oleh pemerintah akan menekan biaya membangun rumah bagi pengembang.

"Semakin lama waktu mengurus perizinan semakin mahal harga rumah," kata Maurin Sitorus di Jakarta, Senin (3/10/2016).

Maurin mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah terkait sektor perumahan mencakup penyederhanaan perizinan dari 33 menjadi 11 tahapan dan dari 769-981 hari menjadi 44 hari.

Menurut dia, dengan langkah tersebut maka diharapkan juga akan membuat turunnya biaya perizinan sekitar 30 persen. "Dengan adanya penyederhanaan perizinan akan ada banyak pengembang yang membangun rumah bersubsidi untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah)," katanya.

Dia juga menyatakan selain Instruksi Presiden terkait penyederhaan perizinan, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian juga mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonoi ke-13 tentang Perumahan bagi MBR.

Dengan adanya penyederhanaan perizinan yang berdampak kepada penurunan harga rumah, maka diharapkan tingkat kemampuan pembelian oleh masyarakat juga akan dapat meningkat ke depannya.

Maurin mengungkapkan tidak banyak warga masyarskat bisa membeli rumah dengan uang tunai tetapi umumnya membeli dengan menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR).

"Persoalan yang selalu kita hadapi adalah kenaikan harga rumah melebihi kenaikan penghasilan," katanya dan mencontohkan, penghasilan biasanya meningkat sekitar 5 persen per tahun, sedangkan harga rumah bisa mencapai hingga sekitar 20 persen per tahun.

Dia juga menyoroti bahwa sebanyak 59 persen angkatan kerja yang merupakan tenaga kerja informal sehingga memiliki penghasilan tidak pasti sehingga bank melihat mereka sebagai pihak yang berisiko tinggi bila disalurkan KPR.

Padahal, lanjutnya, meski angkutan kerja itu merupakan informal tetapi mereka juga dinilai memiliki daya beli dan bahkan ada tenaga kerja informal yang penghasilannya jauh lebih besar dari tenaga kerja formal.

"Pemberian KPR ke pekerja informal masih sangat kecil. Dan ini yang menjadi perhatian utama Kementerian PUPR agar mereka bisa memiliki akses ke KPR, terutama KPR bersubsidi," katanya.

Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR saat ini juga tengah merancang bantuan pembiayaan berdasarkan tabungan khusus untuk pekerja informal.

Program tersebut rencananya akan mulai dilaksanakan pada tahun 2017 di beberapa wilayah dahulu sebagai "pilot project" (proyek rintisan).

"Kami tengah merancang program bantuan pembiayaan berdasarkan tabungan dengan jangka waktu tertentu sekitar 6 bulan sampai 1 tahun yang kemudian akan diberikan bantuan oleh pemerintah sebesar 20 persen dari harga rumah dalam bentuk pinjaman uang muka dengan bunga rendah," paparnya.

Pada tahun 2017, Kementerian PUPR memiliki target penyerapan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 375.000 unit dan Bantuan Uang Muka (BUM) sebesar 550.000 unit dengan alokasi anggaran sebesar Rp40,7 triliun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Urbanisasi Mendorong Peningkatan Kebutuhan Rumah di Perkotaan

Urbanisasi Mendorong Peningkatan Kebutuhan Rumah di Perkotaan

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:46 WIB

Pemerintah Jamin Renovasi GBK Tak Rusak Bangunan Cagar Budaya

Pemerintah Jamin Renovasi GBK Tak Rusak Bangunan Cagar Budaya

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:16 WIB

Indonesia Usung Program 100-0-100 Dalam Konferensi di Ekuador

Indonesia Usung Program 100-0-100 Dalam Konferensi di Ekuador

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:07 WIB

Hari Ini Pemerintah Peringati Hari Habitat Dunia

Hari Ini Pemerintah Peringati Hari Habitat Dunia

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:00 WIB

Menteri PUPR Optimis Proyek Wisma Atlet Kemayoran Selesai 2017

Menteri PUPR Optimis Proyek Wisma Atlet Kemayoran Selesai 2017

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 16:42 WIB

Kementerian PUPR Klaim Proyek Tanggul  Laut Tak Ganggu Nelayan

Kementerian PUPR Klaim Proyek Tanggul Laut Tak Ganggu Nelayan

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 16:08 WIB

Proyek Pembangunan Tanggul Laut Jakarta Ditargetkan Kelar 2017

Proyek Pembangunan Tanggul Laut Jakarta Ditargetkan Kelar 2017

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 16:04 WIB

Jalan Perbatasan Indonesia-Timor Leste Tahun ini Tembus 63 Km

Jalan Perbatasan Indonesia-Timor Leste Tahun ini Tembus 63 Km

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 15:52 WIB

Jalan Nasional Pantai Selatan Pulau Jawa Ditarget Tembus 2017

Jalan Nasional Pantai Selatan Pulau Jawa Ditarget Tembus 2017

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 15:45 WIB

Rusun Korban Bencana Garut Dilelang Mulai Bulan Oktober

Rusun Korban Bencana Garut Dilelang Mulai Bulan Oktober

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 01:46 WIB

Terkini

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:11 WIB

Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang

Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang

Sumsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:10 WIB

Media Asing: Timnas Indonesia Patut Minder dengan Trio Naturalisasi Vietnam

Media Asing: Timnas Indonesia Patut Minder dengan Trio Naturalisasi Vietnam

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:09 WIB

Spektrum Baru Bikin Internet Lebih Cepat hingga Pelosok, Telkomsel Siapkan Lompatan Jaringan 5G

Spektrum Baru Bikin Internet Lebih Cepat hingga Pelosok, Telkomsel Siapkan Lompatan Jaringan 5G

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:07 WIB

Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan

Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:06 WIB

Dari Boros ke Bijak: Tren Financial Glow Up yang Jadi Gaya Hidup Baru Gen Z

Dari Boros ke Bijak: Tren Financial Glow Up yang Jadi Gaya Hidup Baru Gen Z

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:05 WIB

Kulit Sawo Matang Cocoknya Pakai Jilbab Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Warna yang Bikin Cerah

Kulit Sawo Matang Cocoknya Pakai Jilbab Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Warna yang Bikin Cerah

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:05 WIB

Ulasan Moby Dick: Kisah Obsesi, Dendam, dan Perlawanan Manusia terhadap Alam

Ulasan Moby Dick: Kisah Obsesi, Dendam, dan Perlawanan Manusia terhadap Alam

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pamer Tumpukan Uang, KPK Amankan Barang Bukti Rp9,06 Miliar dari OTT Bupati Lombok Barat

Pamer Tumpukan Uang, KPK Amankan Barang Bukti Rp9,06 Miliar dari OTT Bupati Lombok Barat

Video | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:00 WIB

Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper

Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:56 WIB

×