Luhut Berharap Jepang Garap Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya

Adhitya Himawan

Minggu, 09 Oktober 2016 | 04:05 WIB
Luhut Berharap Jepang Garap Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di gedung BPPT, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, pihaknya berharap Jepang dapat mengerjakan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.
"Kami sudah menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Jepang untuk dapat mengerjakan proyek ini. Secara pribadi saya yakin teknologi Jepang tepat untuk proyek ini," kata Menteri Luhut saat diwawancara oleh media Jepang hari Jumat (7/10/2016).

Dalam lawatannya selama tiga hari ke Jepang, selain bertemu Perdana Mentri Abe, Menko Luhut mengadakan serangkaian pertemuan dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, Keiichi Ishii, Wakil Menterli Luar Negeri, Shinsuke Sugiyama dan beberapa anggota muda Liga Parlemen Jepang Indonesia. Kepada media Jepang yang mewawancarainya, Menko Luhut mengatakan bahwa dalam pertemuannya dengan PM Abe, selain kereta cepat ada beberapa hal yang dibahas, antara lain kerjasama ekonomi kemaritiman, peluang investasi di Indonesia, masalah Laut Cina Selatan dan beberapa hal lain.

"Kereta ini adalah kereta semi cepat dengan kecepatan 180-200 km/jam, jadi untuk jarak Jakarta-Surabaya diharapkan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3,5 jam. Jalurnya akan berupa rel ganda, yang memungkinkannya untuk dimanfaatkan juga guna membantu operasi angkutan peti kemas dry port antara Jakarta - Semarang - Surabaya," kata Menko Luhut.

Menteri Luhut mengatakan ia berharap jika Jepang mengerjakan proyek ini, negara itu bisa melakukan alih teknologi kepada Indonesia dan mematuhi peraturan di Indonesia yang memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

Kerjasama Ekonomi Kemaritiman

Menjawab pertanyaan media tentang apa saja kerjasama di bidang ekonomi kemaritiman yang dibahas dalam kunjungan kali ini, Menteri Luhut menjawab Indonesia mengundang Jepang untuk berinvestasi di wilayah East Natuna yaitu di bidang minyak dan gas dan di sektor maritim lainnya. "Selain itu, kami juga menyampaikan bahwa negara Anda bisa berinvestasi di banyak tempat di Indonesia, termasuk di Kepulauan Natuna, Saumlaki, Nias, Sorong dan Bitung," ujarnya.

Pembangunan pelabuhan di beberapa wilayah juga akan dilakukan dengan kerjasama kedua negara. Progres Blok Masela pun turut dibicarakan dengan PM Abe. Kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kerja juga dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Laut Cina Selatan

Saat membicarakan isu Laut Cina Selatan, Menteri Luhut mengatakan kepada PM Abe tentang sikap Indonesia. "Indonesia tidak menghendaki ada unjuk kekuatan di wilayah itu, kami juga tidak mengakui 'nine-dash line', dan semua pihak harus menghormati hukum internasional. Kami terbuka untuk bekerjasama dengan negara mana saja untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut, bisa dengan Cina, Vietnam atau Filipina," katanya. Ia mengatakan Indonesia bukanlah negara pengklaim, tetapi tidak membantah bahwa Indonesia akan memperkuat keberadaan angkatan laut di sekitar wilayah Natuna yang berdekatan dengan wilayah sengketa tersebut.

Kerjasama patroli pantai Indonesia-Jepang juga akan dilakukan. Menteri Luhut menawarkan Pelatihan pasukan perdamaian juga ditawarkan Menko Luhut kepada Jepang. "Kita bisa menggunakan fasilitas yang kami punya di Indonesia, yang merupakan salah satu fasilitas pelatihan terbesar di Asia dan diresmikan oleh Sekjen PBB," kata Menko Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menhub Baru Tak Mau Gegabah Soal Proyek Kereta Cepat

Menhub Baru Tak Mau Gegabah Soal Proyek Kereta Cepat

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2016 | 15:09 WIB

Lima Warga Cina Ditangkap di Halim, Ini Fenomena Gunung Es

Lima Warga Cina Ditangkap di Halim, Ini Fenomena Gunung Es

News | Kamis, 28 April 2016 | 20:26 WIB

Fadli Zon: Banyak Buruh Kasar Cina Tidak Bisa Bahasa Indonesia

Fadli Zon: Banyak Buruh Kasar Cina Tidak Bisa Bahasa Indonesia

News | Kamis, 28 April 2016 | 11:41 WIB

Lima Warga Cina Pekerja KA Cepat Ditangkap, Ini Tanggapan Jonan

Lima Warga Cina Pekerja KA Cepat Ditangkap, Ini Tanggapan Jonan

News | Rabu, 27 April 2016 | 22:36 WIB

Lima Pekerja Kereta Cepat Asal Cina Terancam Dideportasi

Lima Pekerja Kereta Cepat Asal Cina Terancam Dideportasi

News | Rabu, 27 April 2016 | 17:24 WIB

Identitas Warga Cina Pekerja Proyek Kereta Cepat yang Ditangkap

Identitas Warga Cina Pekerja Proyek Kereta Cepat yang Ditangkap

News | Rabu, 27 April 2016 | 15:29 WIB

Jonan Minta Jaminan Cina Terkait Teknologi Kereta Cepat

Jonan Minta Jaminan Cina Terkait Teknologi Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 April 2016 | 14:21 WIB

Akhirnya Konsesi Kereta Cepat Jakarta Bandung Disepakati 50 Tahun

Akhirnya Konsesi Kereta Cepat Jakarta Bandung Disepakati 50 Tahun

Bisnis | Rabu, 16 Maret 2016 | 22:01 WIB

Kecewa Tak Garap KA Cepat, Ada Pejabat Jepang Sebut RI Berkhianat

Kecewa Tak Garap KA Cepat, Ada Pejabat Jepang Sebut RI Berkhianat

Bisnis | Minggu, 21 Februari 2016 | 13:33 WIB

60 Persen Pengerjaan Proyek Kereta Cepat Dilakukan oleh Indonesia

60 Persen Pengerjaan Proyek Kereta Cepat Dilakukan oleh Indonesia

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2016 | 10:49 WIB

Terkini

Apes! Gara-gara GPS, Dua Maling Motor di Bandar Lampung Tertangkap Hanya dalam 2 Jam

Apes! Gara-gara GPS, Dua Maling Motor di Bandar Lampung Tertangkap Hanya dalam 2 Jam

Lampung | Selasa, 01 September 2026 | 11:48 WIB

114 Rumah di Gambir Hangus Terbakar, Seluruh Warga Selamat

114 Rumah di Gambir Hangus Terbakar, Seluruh Warga Selamat

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:45 WIB

Persib Bandung Lolos ACL Two, Igor Tolic Langsung Pasang Alarm: Jangan Terlena

Persib Bandung Lolos ACL Two, Igor Tolic Langsung Pasang Alarm: Jangan Terlena

Bola | Selasa, 01 September 2026 | 11:44 WIB

Sekadar Ikuti Tren, Amagra Bangun Warna Musik Sendiri Lewat Butterflies

Sekadar Ikuti Tren, Amagra Bangun Warna Musik Sendiri Lewat Butterflies

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 11:41 WIB

Super League Diklaim Paling Kompetitif di Asia Tenggara, Data AFC Jadi Buktinya

Super League Diklaim Paling Kompetitif di Asia Tenggara, Data AFC Jadi Buktinya

Bola | Selasa, 01 September 2026 | 11:39 WIB

Sekadar Ikuti Tren, Amagra Bangun Warna Musik Sendiri Lewat Butterflies

Sekadar Ikuti Tren, Amagra Bangun Warna Musik Sendiri Lewat Butterflies

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 11:39 WIB

Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?

Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 11:39 WIB

4 Pilihan Mobil Manual yang Cocok untuk Pemula

4 Pilihan Mobil Manual yang Cocok untuk Pemula

Otomotif | Selasa, 01 September 2026 | 11:38 WIB

Solusi Mudah Menghitung Luas Segitiga Sembarang Tanpa Perlu Tahu Tingginya

Solusi Mudah Menghitung Luas Segitiga Sembarang Tanpa Perlu Tahu Tingginya

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 11:35 WIB

9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan

9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 11:35 WIB

×