Array

Luhut Ingin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Dimulai di 2017

Selasa, 11 Oktober 2016 | 20:07 WIB
Luhut Ingin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Dimulai di 2017
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Luhut Binsar Panjaitan (suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan mengakui dirinya telah melapor kepada Presiden Joko Widodo terkait kerjasama ekonomi dengan Jepang. Kunjungan ke Jepang gua menindaklanjuti kesepakatan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

“Saya tadi melapor pada presiden, selesai kunjungan ke Jepang sesuai perintah presiden untuk menindaklanjuti hasil-hasil kesepakatan Presiden jokowi dengan PM Abe. Jadi saya ketemu dengan PM Abe maupun menteri-menterinya Dari pertemuan2 itu ada beberapa agenda yang kita follow up segera. Jadi ada working team yang bekerja di sini maupun di Jepang,” kata Luhut kepada sejumlah wartawan di Istana, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Luhut menambahkan, salah satu hal yang sudah disetujui oleh Presiden Jokowi dan PM Abe adalah menyangkut kerjasama ekonomi maritim. Saat ini Indonesia dan Jepang sedang berusaha menerjemahkan bentuk kerjasama yang dikehendaki, termasuk dalam eksplorasi minyak di Natuna dan kemudian kerjasama ekonomi di Pulau Sabang, Aceh, serta pembangunan Pelabuhan Patimban, pelabuhan yang ada di Jawa Barat dan saat ini sedang dibangun.

Terkait proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya yang ditawarkan kepada Jepang, Luhut menegaskan proyek ini sebenarnya sudah disepakati beberapa waktu. Luhut mengaku akan membicarakan masalah ini dengan Menteri BUMN Rini Soemarno. “Mereka (Pemerintah Jepang, red) mau lakukan join survei antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang,” tegas Luhut.

Luhut mengakui proyek kereta api cepat 200 km antara Jakarta-Surabaya akan memiliki dampak ekonomi yang luar biasa. “Sehingga kita berharap kalau boleh sih first quarter 2017, paling lambat secod quarter 2017 bisa kita mulai," jelas Luhut.

Mengenai pelua Cina ikut serta dalam proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya, Luhut belum bisa memastikan. Menurutnya, kalau memang Jepang memberikan kondisi yang lebih bagus mengapa tidak. “Sejarahnya hubungan indonesia dan Jepang bagus dan kita juga jangan terlalu membesar-besarkan sepertinya Cina paling banyak masuk indonesia. Tidak betul itu. karena investasi terbesar di indonesia sekarang masih jepang. Cina pada posisi tiga atau empat,” tutup Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI