Ini Cara Pemerintah Permudah Pantau Kebocoran Pipa Air Bersih

Adhitya Himawan

Rabu, 19 Oktober 2016 | 14:40 WIB
Ini Cara Pemerintah Permudah Pantau Kebocoran Pipa Air Bersih
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Untuk mengurangi resiko kebocoran air pada pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya akan memfasilitasi teknologi Distrik Meter Area (DMA) yang berfungsi untuk pembagian zona distribusi air minum. Dengan pembagian zona tersebut diharapkan akan memudahkan dalam memantau indikasi kebocoran pada pipa.

“Kita meminta kepada PDAM untuk menyediakan jaringan distribusi yang terbagi zonasinya. Untuk itu kita memfasilitasi beberapa DMA di beberapa PDAM sehingga nanti jelas zona mana yang paling besar kehilangan airnya untuk menjadi prioritas untuk kita tangani,” ujar Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Ditjen Cipta Karya Mochammad Natsir dalam keterangan resmi, Selasa (18/10/2016).

Menurutnya, secara teknis juga perlu dilakukan manajemen tekanan air pada saat menyalurkan air melalui pipa, sehingga ketika ada deteksi kebocoran maka diperlukan pengurangan tekanan air.

Ia menerangkan kebocoran air biasanya disebabkan oleh dua hal, yakni kebocoran secara teknis dan kebocoran secara non teknis atau komersial. Kebocoran teknis disebabkan oleh bocor pada pipa transmisi/distribusi atau air tersebut digunakan sebagai bagian dari proses pengolahan air atau pelayanan kepada pelanggan, seperti pembersihan pipa.

Sementara kebocoran komersial menurut Natsir disebabkan oleh pencurian air yang biasanya dilakukan warga dengan menyambung langsung pipa jaringan rumah/kantor/instansi/hotel ke pipa transmisi/distribusi tanpa melewati meter air yang digunakan sebagai alat ukur pemakaian air oleh PAM/PDAM.

Selain itu menurut Natsir kebocoran komersial juga dapat terjadi akibat dari kesalahan pencatatan. Ia menyatakan pencatatan secara online bisa menjadi solusi. "Kita ingin mengurangi kesalahan pencatatan itu dengan menggunakan pencatatan online, sehingga perbedaan pencatatan antara meter induk dengan meter pelanggan bisa kita kurangi, contohnya yang sudah ada paling maju ada di Malang,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Minta PDAM Tambah Sambungan Rumah

Pemerintah Minta PDAM Tambah Sambungan Rumah

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 16:26 WIB

Habitat III Bahas Panduan Pembangunan Perkotaan di Dunia

Habitat III Bahas Panduan Pembangunan Perkotaan di Dunia

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 13:17 WIB

53 Persen Penduduk Indonesia Bermukim di Perkotaan

53 Persen Penduduk Indonesia Bermukim di Perkotaan

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:39 WIB

Jembatan di Bali Runtuh, Kementerian PUPR Terjunkan Tim

Jembatan di Bali Runtuh, Kementerian PUPR Terjunkan Tim

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 20:30 WIB

Tahun 2017, Proyek SPAM Umbulan Masuki Tahap Konstruksi

Tahun 2017, Proyek SPAM Umbulan Masuki Tahap Konstruksi

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:55 WIB

Rehabilitasi Waduk Kedung Ombo Menelan Dana Rp1,6 Triliun

Rehabilitasi Waduk Kedung Ombo Menelan Dana Rp1,6 Triliun

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:48 WIB

Jembatan Darurat di Pangandaran Mulai Dipasang

Jembatan Darurat di Pangandaran Mulai Dipasang

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:33 WIB

Kementerian PUPR akan Bangun Infrastruktur Buat Pariwisata

Kementerian PUPR akan Bangun Infrastruktur Buat Pariwisata

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:04 WIB

Renovasi Gelora Bung Karno Ditargetkan Kelar Oktober 2017

Renovasi Gelora Bung Karno Ditargetkan Kelar Oktober 2017

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 17:46 WIB

Balitbang PUPR Harus Jadi Terdepan untuk Bangun Infrastruktur

Balitbang PUPR Harus Jadi Terdepan untuk Bangun Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 17:03 WIB

Terkini

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

News | Senin, 28 September 2026 | 07:36 WIB

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

News | Senin, 28 September 2026 | 07:29 WIB

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

×