Deutsche Bank Nilai Ekonomi Indonesia Mulai Membaik

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Jum'at, 04 November 2016 | 01:10 WIB
Deutsche Bank Nilai Ekonomi Indonesia Mulai Membaik
Ilustrasi Deutsche Bank. [Shutterstock]

Suara.com - Chief Economist Asia Deutsche Bank Taimur Baig menilai ekonomi Indonesia akan mulai membaik pada 2017, salah satunya didukung oleh kenaikan harga komoditas.

"Momentum pertumbuhan sedang membaik, dibandingkan 12 bulan yang lalu, karena harga komoditas mulai mengalami kenaikan," kata Baig dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Baig menyakini ekonomi Indonesia mulai mengungguli negara berkembang lainnya seperti India dan Filipina yang saat ini juga merupakan negara dengan tingkat ekonomi baik di kawasan Asia.

Ia juga mengatakan Indonesia telah berhasil mengatasi tantangan fiskal dan laju inflasi, sehingga kinerja sektor manufaktur mulai membaik dan problem infrastruktur mulai teratasi.

"Impor tahunan non minyak mulai berubah positif untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir pada Agustus 2016 dan produksi terlihat mulai meningkat," kata Baig.

Selain itu, terdapat pencapaian dalam agenda reformasi makro-struktural serta upaya efisiensi dalam proses administrasi pajak setelah program amnesti pajak berjalan sesuai harapan.

"Repatriasi dana dalam program amnesti pajak juga bisa melebihi ekspektasi untuk mengisi kesenjangan anggaran dan menutup defisit," ujarnya.

Baig juga menambahkan kondisi ekonomi yang relatif stabil dan tingkat inflasi yang rendah bisa memberikan ruang untuk pelonggaran moneter bagi bank sentral dengan penurunan suku bunga acuan.

"Inflasi akan tetap dibawah tiga hingga lima persen. Kami menafsirkan kebijakan BI untuk menciptakan ruang gerak moneter, akan disertai satu kali lagi penyesuaian suku bunga dalam siklus ini," katanya.

Secara keseluruhan, dalam menghadapi tantangan global yang bisa mengancam ekonomi domestik, Baig menyarankan Indonesia untuk secara konsisten melakukan reformasi struktural.

Reformasi tersebut antara lain menjaga stabilitas fiskal dan makro, memperbaiki sistem administrasi perpajakan, mengurangi risiko kemudahan berusaha serta membenahi sarana infrastruktur fisik, kesehatan maupun pendidikan.

"Pembenahan infrastruktur penting untuk mengundang investasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perbaikan sarana kesehatan dan pendidikan penting untuk mengembangkan sumber daya manusia," kata Baiq. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paket Kebijakan Ekonomi Dianggap Tak Berjalan Efektif

Paket Kebijakan Ekonomi Dianggap Tak Berjalan Efektif

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 10:23 WIB

Inilah Capaian Realisasi Paket Kebijakan Ekonomi

Inilah Capaian Realisasi Paket Kebijakan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 13:08 WIB

Deregulasi, Cara Keluar Dari Arus Perlambatan Ekonomi Nasional

Deregulasi, Cara Keluar Dari Arus Perlambatan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 12:50 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Ditopang Konsumsi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Ditopang Konsumsi

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 11:48 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB