Dirjen Pajak Akui Kekayaan Indonesia Jadi Rebutan Negara lain

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 07 November 2016 | 13:24 WIB
Dirjen Pajak Akui Kekayaan Indonesia Jadi Rebutan Negara lain
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi di Jakarta, Rabu. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, salah satunya kekayaan alam. Hal ini bisa berpotensi menjadi ancaman bagi negara lain untuk diperebutkan.

Untuk menjaga agar penerimaan negara Indonesia tetap berjalan dengan baik, pihaknya menggandeng aparat keamanan terutama TNI untuk menjaga kekayaan Indonesia.

"Makanya kami meminta pak Gatot Nurmatyo untuk datang ke Ditjen pajak memberikan wawasan bagaimana pengamana yang dilakukan oleh TNI. Sebab, tidak semua fungsi bisa dilakukan oleh Ditjen Pajak dalam mengawal penerimaan negara, salah satunya fungsi militer," kata Ken di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

Hal senada pun dikatakan Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengatakan saat ini negara-negara di dunia tengah iri atas keberhasilan Indonesia dalam menjaga perekonomian dan mengatur strategi di tengah gejolak ekonomi global. Hal ini bisa menjadi ancaman tersendiri bagi pemerintah.

Pasalnya, negara-negara di Internasional tengah mengalami perlambatan baik dari sisi penerimaan, ekspor maupun impor. Namun, Indonesia masih bisa mengalami pertumbuhan 4,7 persen pada 2015.

"Hal ini tentu membuat mereka iri. Kita punya kekayaan alam yang luar biasa.  Kemudian energi itu bisa diolah dan saat indonesia menjadi negara yang menjadi kepercayaan konsumen nomor 3 di dunia. Kelebihan ini lah yang menjadi ancaman. Dan sekarang Indonesia diperebutkan dari berbagai lini," katanya.

Oleh sebab itu, Gatot mengatakan, agar Indonesia tetap bisa mengalami pertumbuhan tanpa takut adanya ancaman dari negara lain, pihaknya telah berkomitmen menjaga kekayaan alam Indonesia.

Selain itu, lanjut Gatot, pihaknya meminta kepada seluruh pejabat di Ditjen Pajak untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi negara.

"Sekarang kan sudah tahu situasinya, tahu bagaimana menyikapinya, dan bisa lebih bekerja keras lagi. Karena urat nadi kehidupan bangsa ini 72 persen di tangan pajak sehingga bisa membangun lebih baik lagi," kata Gatot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gelar Rapimnas ke X, Ditjen Pajak Undang Menkeu dan Panglima TNI

Gelar Rapimnas ke X, Ditjen Pajak Undang Menkeu dan Panglima TNI

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 10:57 WIB

PascaJakarta Rusuh, Panglima TNI Datang ke Jombang

PascaJakarta Rusuh, Panglima TNI Datang ke Jombang

News | Sabtu, 05 November 2016 | 10:45 WIB

Dirjen Pajak: Yang Tidak Ikut Tax Amnesty Tidak Keren

Dirjen Pajak: Yang Tidak Ikut Tax Amnesty Tidak Keren

Bisnis | Kamis, 03 November 2016 | 09:07 WIB

Petinggi Google Temui Pejabat Direktorat Jenderal Pajak

Petinggi Google Temui Pejabat Direktorat Jenderal Pajak

Tekno | Kamis, 27 Oktober 2016 | 07:01 WIB

Misbakhun Minta Menkeu Perhatikan Penerimaan Pajak dan Cukai

Misbakhun Minta Menkeu Perhatikan Penerimaan Pajak dan Cukai

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:54 WIB

Misbakhun Meminta Sri Mulyani Apresiasi Pegawai Pajak

Misbakhun Meminta Sri Mulyani Apresiasi Pegawai Pajak

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:49 WIB

Panglima TNI Akui Krisis Ekonomi akan Tingkatkan Kejahatan

Panglima TNI Akui Krisis Ekonomi akan Tingkatkan Kejahatan

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 12:35 WIB

Periode Dua Tax Amnesty, Dana Tax Amnesty Tembus Rp3.666 triliun

Periode Dua Tax Amnesty, Dana Tax Amnesty Tembus Rp3.666 triliun

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:50 WIB

Ada Tax Amnesty, Pemerintah Dapat 26 Ribu Wajib Pajak Baru

Ada Tax Amnesty, Pemerintah Dapat 26 Ribu Wajib Pajak Baru

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 21:53 WIB

Tonjolkan Kearifan Lokal, Perayaan HUT TNI Tahun Ini 'Berbeda'

Tonjolkan Kearifan Lokal, Perayaan HUT TNI Tahun Ini 'Berbeda'

News | Minggu, 02 Oktober 2016 | 21:13 WIB

Terkini

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:56 WIB

BRI Perkuat UMKM: Dari Modal Rp250 Ribu, Usaha Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Sudah Bergulir 35 Tahun

BRI Perkuat UMKM: Dari Modal Rp250 Ribu, Usaha Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Sudah Bergulir 35 Tahun

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:38 WIB

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:38 WIB

Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik

Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:36 WIB

Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram

Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:27 WIB

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:56 WIB

Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal

Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:52 WIB

Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar

Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:17 WIB

IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah

IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:11 WIB

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:51 WIB