Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Pemerintah Dorong Badan Usaha untuk Ikut Bangun Infrastruktur

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 11 November 2016 | 07:38 WIB
Pemerintah Dorong Badan Usaha untuk Ikut Bangun Infrastruktur
Presiden Jokowi dan Menteri Basuki Hadimuljono dalam Pembukaan Indonesia Infrastructure Week Tahun 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (9/11/2016). [Dok Kementerian PUPR]

Untuk meningkatkan daya saing Indonesia, pemerintah berfokus mengejar ketertinggalan dalam penyediaan infrastruktur. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya saat membuka acara Indonesia Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia 2016 di Jakarta Convention Center, Rabu (9/11/2016). mengatakan percepatan dalam pembangunan infrastruktur sangat berpengaruh dalam kecepatan peningkatkan daya saing Indonesia. 

"Fokus dulu di infrastruktur, kita lihat hasilnya di 2018 nanti mulai daya saing kita akan kelihatan. Infrastruktur kita kejar, saya minta kepada Menteri PUPR tidak lagi kerja 1 shift tetapi kerja 3 shift karena Indonesia sudah tertinggal jauh," kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis.

Jokowi optimis daya saing Indonesia akan mampu meningkat melihat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat selama tiga triwulan terakhir pada tahun 2016. Diharapkan pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun mencapai 5.1-5.2% antara lain karena dukungan sektor konstruksi melalui pembangunan infrastruktur.

Sementara berkaitan dengan kemudahan berusaha di Indonesia, Jokowi menyatakan pada tahun 2015 Indonesia menduduki peringkat 106. Ditargetkan akan naik menjadi peringkat ke 91 pada tahun 2016. "Untuk mencapai itu kuncinya pembangunan infrastruktur, pembenahan inefisiensi birokrasi (seperti pemborosan anggaran), sertw pemberantasan korupsi termasuk pungli ," ujarnya.

Untuk mengejar ketertinggalan infrastuktur Jokowi membuka peluang sebesar-besarnya kepada pihak swasta untuk turut serta membangun infrastruktur. "APBN kita dalam 5 tahun ini tidak mungkin mencukupi untuk membangun seluruh infrastruktur yang kita butuhkan. Kemampuan APBN hanya berkisar 25 persen dari total kebutuhan pembangunan infrastruktur. Sehingga dibutuhkan dukungan dari investasi dunia usaha dari swasta," ujarnya.

Selanjutnya Jokowi meminta kepada BUMN yang mengelola aset infrastruktur seperti jalan tol untuk melepasnya ke swasta untuk memperoleh tambahan modal membangun infrastruktur yang baru.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan Kementerian PUPR telah memberikan kesempatan yang luas kepada pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur bidang PUPR seperti jalan tol, air minum, dan bendungan.

"Swasta diberi kesempatan, kalau swasta tidak tertarik, kita menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), bila masih tidak menarik, penugasan BUMN" kata Menteri Basuki.

Salah satu proyek yang banyak melibatkan dana investasi badan usaha menurut Basuki saat ini adalah jalan tol Balikpapan-Samarinda yang menggunakan investasi badan usaha dan dukungan pemerintah. "Contoh yang baru minggu lalu baru saya lihat di tol Samarinda Balikpapan, itu 60 km investasi dari swasta karena sebelumnya tidak jalan. APBN hanya di jembatan Manggar, APBD cuma 10 km, dikeroyok jadinya. Tapi yg lebih banyak investasinya, karena dari 99,2 km, 60 km lebih dari investasi,"ujarnya.

Menteri Basuki menyatakan sudah meminta Jasamarga dan Waskita Karya untuk segera mendata aset jalan tol mana saja yang siap dilepas ke swasta.

"Misalnya Jasamarga, sudah punya rencana yang dia punya (sahamnya) tidak dominan itu akan dilepas. Waskita Karya juga, share yang tidak dominan juga akan dilepas. Itu sudah ada beberapa opsi yang akan dilepas, jadi tidak perlu untuk memiliki tapi dijual untuk mendapatkan modal bangun yang (tol) lain lagi, yang sudah operasi yang dilepas,"pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Sebut Biaya Bangun Infrastruktur Rp5.000 Triliun

Presiden Jokowi Sebut Biaya Bangun Infrastruktur Rp5.000 Triliun

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 07:17 WIB

Pelindo III akan Bangun Pelabuhan di Atas Laut Kupang

Pelindo III akan Bangun Pelabuhan di Atas Laut Kupang

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 06:50 WIB

Hari Pahlawan, Jokowi Pimpin Ziarah Nasional di TMP Kalibata

Hari Pahlawan, Jokowi Pimpin Ziarah Nasional di TMP Kalibata

News | Kamis, 10 November 2016 | 08:51 WIB

Menteri Basuki: Tak Ada Proyek PUPR yang Mangkrak

Menteri Basuki: Tak Ada Proyek PUPR yang Mangkrak

Bisnis | Kamis, 10 November 2016 | 01:03 WIB

Presiden Jokowi Ingatkan Persaingan Global yang Semakin Sengit

Presiden Jokowi Ingatkan Persaingan Global yang Semakin Sengit

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 14:37 WIB

Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia

Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 14:30 WIB

Presiden Jokowi Buka Indonesia Infrastructure Week 2016

Presiden Jokowi Buka Indonesia Infrastructure Week 2016

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 11:34 WIB

Pemerintah Bangun Bendung Penahan Lahar di Sinabung

Pemerintah Bangun Bendung Penahan Lahar di Sinabung

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 11:14 WIB

Sertifikasi Dapat Menjadi Modal untuk Para Pekerja Konstruksi

Sertifikasi Dapat Menjadi Modal untuk Para Pekerja Konstruksi

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 11:03 WIB

Presiden Jokowi akan Luncurkan Toko Online Korpri

Presiden Jokowi akan Luncurkan Toko Online Korpri

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 09:24 WIB

Terkini

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:01 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:26 WIB

IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:17 WIB

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:12 WIB

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:06 WIB