Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Jakarta Setiabudi Prediksi Pendapatan Naik 50 Persen

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 01 Desember 2016 | 11:10 WIB
Jakarta Setiabudi Prediksi Pendapatan Naik 50 Persen
PT Jakarta Setiabudi International Tbk. [jsi.co.id]

PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSPT) memproyeksi peningkatan pendapatan hotel sebesar 50 persen pada 2018-2019. Prediksi ini muncul setelah ada tambahan dua aset baru yang akan beroperasi.

"Saat ini perseroan tengah merenovasi Hyatt Regency Bali. Aset ini akan dirombak dengan kapasitas kamar mencapai 375," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam keterangan resmi, Kamis (1/12/2016).

Berdampingan dengan Hyatt Regency Bali, JSPT itu juga tengah membangun hotel butik bintang lima dengan kapasitas 145 kamar. Hotel itu dibangun di atas lahan seluas 6,2 hektare dan akan dijadwalkan beroperasi pada awal 2019. Menurutnya, dua proyek di Bali itu akan menjadi kontributor signifikan bagi pendapatan perseroan.

Ini akan menambah sekitar 50 persen terhadap total revenue dari divisi hotel. "Per tahun rata-rata JSPT meraup Rp850 miliar dari bisnis hotel. Per September 2016, pendapatan perseroan dari hotel mencapai Rp565,55 miliar atau 72,51 persen dari total pendapatan," tutup Hans.

Pertumbuhan Kalbe Farma Berpotensi Mencapai Dua Digit

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berpotensi tumbuh dua digit pada tahun ini dan tahun depan. Proyeksi tersebut akan didukung kemampuan KLBF menggenjot segmen usaha consumer health dan nutrisi. KLBF dan perusahaan farmasi asal Australia, Blackmores, sepakat mengeluarkan produk kesehatan meliputi min-yak ikan dan vitamin yang mengandung omega. Sebelumnya KLBF juga menggandeng Genexine Inc asal Korea. Dalam waktu dekat, Kalbe akan kembali mendirikan joint venture bersama perusahaan farmasi di negara Asia Tenggara.

Pilihan KLBF bisa jadi jatuh pada perusahaan asal Myanmar. Bisnis consumer health dan nutrition cenderung lebih sensitif atau lebih dipengaruhi siklus ekonomi. "Adapun bisnis farmasi yang marginnya menurun di periode itu lebih disebabkan berubahnya bauran produk, seiring program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang akhirnya menaikkan kontribusi obat generik bermerek," tutup Hans.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OPEC Batasi Produksi Minyak, Saham Eropa Menguat

OPEC Batasi Produksi Minyak, Saham Eropa Menguat

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 10:50 WIB

Adaro Energy Dapat Dana 409 Juta Dolar AS di Proyek PLTU Tabalong

Adaro Energy Dapat Dana 409 Juta Dolar AS di Proyek PLTU Tabalong

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 09:04 WIB

Laporan Ekonomi AS Naik, Pasar Saham AS Menguat

Laporan Ekonomi AS Naik, Pasar Saham AS Menguat

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 08:51 WIB

Bumi Resources Lolos Dari Kewajiban Pembayaran Utang

Bumi Resources Lolos Dari Kewajiban Pembayaran Utang

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 09:02 WIB

Saham Sektor Keuangan Turun, Pasar Saham AS Melemah

Saham Sektor Keuangan Turun, Pasar Saham AS Melemah

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 08:48 WIB

Grup Bakrie Ajukan Restrukturisasi Utang Senilai Rp8 Triliun

Grup Bakrie Ajukan Restrukturisasi Utang Senilai Rp8 Triliun

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 09:56 WIB

Saham Produsen Obat Naik, Pasar Saham Eropa Ikut Naik

Saham Produsen Obat Naik, Pasar Saham Eropa Ikut Naik

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 09:42 WIB

Sri Mulyani Larang Ratusan Emiten di BEI Nyanyi Indonesia Raya

Sri Mulyani Larang Ratusan Emiten di BEI Nyanyi Indonesia Raya

Bisnis | Rabu, 23 November 2016 | 15:36 WIB

Agung Podomoro akan Bangun 1000 Unit Apartemen di Batam

Agung Podomoro akan Bangun 1000 Unit Apartemen di Batam

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 16:20 WIB

Kembangkan BBM Ritel, AKRA Gandeng BP Global

Kembangkan BBM Ritel, AKRA Gandeng BP Global

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 16:05 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB