Australia akan Perkuat Pengembangan Sapi di Indonesia

Adhitya Himawan

Rabu, 07 Desember 2016 | 00:34 WIB
Australia akan Perkuat Pengembangan Sapi di Indonesia
Ilustrasi ternak sapi (Antara/Aloysius Jarot Nugroho).

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bertemu Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia, Steven Ciobo, kemarin, Selasa (6/12/2016), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Kedua menteri membahas beberapa isu strategis terutama menyangkut peningkatan hubungan ekonomi melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), kebijakan impor, serta berbagai pembahasan di tingkat sektoral seperti pengembangan sapi Indonesia.

“Kedua negara menyambut baik kemajuan signifikan yang telah disepakati pada perundingan putaran ke-5 IA-CEPA yang dilaksanakan pada 31 Oktober-4 November 2016 di Bandung. Kedua menteri menyambut baik perkembangan kerja sama dalam bentuk early outcomes yang disepakati pada perundingan tersebut,” jelas Mendag Enggar.

Perkembangan kerja sama dalam bentuk early outcomes tersebut antara lain skills development exchange, financial services, vocational education and training, food innovation center, fashion and jewelry design, herbal and spa products, food and drug standard and controls, dan standard mapping.

“Diharapkan early outcomes dalam kerangka IA-CEPA ini dapat diselesaikan sehingga segera dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha maupun masyarakat,” ujar Mendag Enggar.
Mendag menegaskan, Indonesia dan Australia mengharapkan perundingan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah disepakati, yaitu pada 2017. Selain itu, kedua negara sepakat mendorong perjanjian perdagangan dan ekonomi ini agar saling menguntungkan dan beyond on traditional FTA.

Lebih lanjut, pada kesempatan tersebut Mendag Enggar dan Menteri Ciobo juga membahas kebijakan terkait impor sapi di Indonesia guna mendukung program pengembangbiakan sapi. “Pemerintah Australia telah menawarkan kerja sama berbagi pengalaman dalam bidang peternakan serta penjajakan investasi di Indonesia,” jelas Enggar.

Enggar optimistis program pengembangbiakan sapi melalui mekanisme rasio impor 1:5 atau 1:10 yang dilakukan importir maupun koperasi ternak Indonesia dapat mendukung stabilitas pasokan dan penurunan harga daging sapi di tingkat konsumen dalam negeri. Nantinya, diharapkan kelanjutan program ini dapat dimanfaatkan untuk kerja sama ekspor daging halal ke negara ketiga.

Di samping itu, dibahas pula masalah tindakan pengamanan perdagangan yang dilakukan kedua negara seperti dumping untuk copy paper dan sebagainya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai total perdagangan bilateral Indonesia dan Australia pada 2015 mencapai 8,51 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Neraca perdagangan Indonesia-Australia pada 2015 mengalami defisit bagi Indonesia sebesar 1,1 miliar Dolar AS.

Ekspor Indonesia ke Australia pada Januari-September 2016 tercatat sebesar 2,54 miliar Dolar AS atau turun 12,09 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai 2,89 miliar Dolar AS. Sementara itu, impor Indonesia dari Australia pada Januari-September 2016 mencapai nilai 3,72 miliar Dolar AS, naik 3,08 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai 3,61 miliar Dolar AS.

baca juga

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Australia antara lain adalah other tubes & pipes; wood; tubes, pipes and hollow profiles; reception app. for television; dan tyres. Sedangkan, komoditas imporutama Indonesia dari Australia antara lain adalah wheat & meslin; live bovine animals; cane; coal; dan iron ores.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendag Klaim RCEP Bawa Dampak Positif Pada Ekonomi Global

Mendag Klaim RCEP Bawa Dampak Positif Pada Ekonomi Global

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 00:25 WIB

Jaga Pasokan Pangan, Kemendag Luncurkan Integrasi SRG dan PLK

Jaga Pasokan Pangan, Kemendag Luncurkan Integrasi SRG dan PLK

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 21:36 WIB

Produksi Karet Alam Indonesia di 2016 Diprediksi 3,1 Juta Ton

Produksi Karet Alam Indonesia di 2016 Diprediksi 3,1 Juta Ton

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 03:18 WIB

ASEAN Harmonisasikan Prosedur Kepabeanan

ASEAN Harmonisasikan Prosedur Kepabeanan

Bisnis | Sabtu, 03 Desember 2016 | 06:04 WIB

Harga Referensi CPO Naik USD 6,24, BK Kakao 5Persen

Harga Referensi CPO Naik USD 6,24, BK Kakao 5Persen

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 14:18 WIB

KADI Putuskan Impor CRS dari 6 Negara Ini Bukan Dumping

KADI Putuskan Impor CRS dari 6 Negara Ini Bukan Dumping

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 12:13 WIB

WNI di Kanada Diajak Dukung Diplomasi Ekonomi

WNI di Kanada Diajak Dukung Diplomasi Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 26 November 2016 | 06:38 WIB

Mendag Klaim Perdagangan RI Stabil Meski Trump Menang

Mendag Klaim Perdagangan RI Stabil Meski Trump Menang

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 12:38 WIB

TPP Batal, Mendag: Belum Tentu Berdampak Buruk

TPP Batal, Mendag: Belum Tentu Berdampak Buruk

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 11:51 WIB

Furnitur Jadi Produk Wajib Promosi di Arab Saudi

Furnitur Jadi Produk Wajib Promosi di Arab Saudi

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 13:17 WIB

Terkini

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Persiapan ke Luar Negeri Lebih Praktis dengan BRI Money Changer di Lokasi Strategis

Persiapan ke Luar Negeri Lebih Praktis dengan BRI Money Changer di Lokasi Strategis

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 17:19 WIB

Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau

Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:18 WIB

Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas

Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 17:16 WIB

×