Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Bali Towerindo Raih Pinjaman dari Bank Sinarmas

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 14 Desember 2016 | 11:45 WIB
Bali Towerindo Raih Pinjaman dari Bank Sinarmas
Tower telekomunikasi. [Pixabay]

PT Bali Towerindo Sentra (BALI) meraih pinjaman baru dari PT Bank Sinarmas Tbk. Pinjaman itu terbagi menjadi empat jenis fasilitas pinjaman dengan nilai total Rp 114 miliar.

Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, mengatakan, fasilitas pinjaman yang diterima diantaranya term loan XI non-revolving senilai Rp 72 miliar. Jangka waktu pinjaman ini 60 bulan dan akan digunakan untuk membiayai pembangunan tower microcell pole (MCP) yang akan dibangun di seluruh Indonesia, khususnya Jabodetabek. Pinjaman lainnya adalah term loan XII non-revolving sebesar Rp 32 miliar dengan jangka waktu yang sama.

"Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk pembangunan jaringan fiber to the home (FTTH). Lalu, BALI juga menambah plafon fasilitas demand loan sebesar Rp 10 miliar untuk pembelian peralatan dan komponen tower MCP maupun jaringan FTTH. Jangka waktu pinjaman ini berakhir pada 14 April 2017 mendatang," kata Hans dalam keterangan resmi, Rabu (14/12/2016).

PKPK Raih Pendapatan Usaha Jadi Rp50 Miliar

PT Perdana Karya Perkasa (PKPK) memproyeksikan raihan pendapatan usaha menjadi Rp50 miliar atau tumbuh 100 persen secara tahunan, serta memproyeksikan jumlah beban pokok pada tahun depan mencapai Rp39,67 miliar. Hans menuturkan menuturkan kinerja tahun depan masih sangat tergantung dengan kontrak yang diteken. Menurutnya, pendapatan 2017 masih sangat bergantung dengan jasa konstruksi dan diharapkan bisa kembali masuk pada bisnis pertambangan.

Pada tahun depan, PKPK memproyeksikan nilai laba bersih mencapai Rp3,04 miliar, meningkat 6,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dia menuturkan hingga akhir 2016, PKPK masih mencatatkan rugi, akan tetapi jumlah rugi lebih kecil dibanding periode sebelumnya. "Hingga September 2016, rugi bersih PKPK mencapai Rp3,93 miliar, atau mulai membaik dari rugi periode yang sama tahun sebe-lumnya Rp35,18 miliar," ujar Hans.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Fokus Pertemuan The Fed, Saham Eropa Menguat

Pasar Fokus Pertemuan The Fed, Saham Eropa Menguat

Bisnis | Rabu, 14 Desember 2016 | 11:11 WIB

XL Axiata Lunasi Utang Rp494 Miliar

XL Axiata Lunasi Utang Rp494 Miliar

Bisnis | Rabu, 14 Desember 2016 | 08:52 WIB

Bukit Asam Incar Tiga Proyek Pembangkit Listrik di Asia Tenggara

Bukit Asam Incar Tiga Proyek Pembangkit Listrik di Asia Tenggara

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 14:13 WIB

Bumi Resources Milik Group Bakrie Raih Laba 73 Juta Dolar AS

Bumi Resources Milik Group Bakrie Raih Laba 73 Juta Dolar AS

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 10:32 WIB

Pasar AS Ditutup di Rekor yang Tinggi

Pasar AS Ditutup di Rekor yang Tinggi

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 09:17 WIB

Jakarta Setiabudi Prediksi Pendapatan Naik 50 Persen

Jakarta Setiabudi Prediksi Pendapatan Naik 50 Persen

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 11:10 WIB

OPEC Batasi Produksi Minyak, Saham Eropa Menguat

OPEC Batasi Produksi Minyak, Saham Eropa Menguat

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 10:50 WIB

Adaro Energy Dapat Dana 409 Juta Dolar AS di Proyek PLTU Tabalong

Adaro Energy Dapat Dana 409 Juta Dolar AS di Proyek PLTU Tabalong

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 09:04 WIB

Laporan Ekonomi AS Naik, Pasar Saham AS Menguat

Laporan Ekonomi AS Naik, Pasar Saham AS Menguat

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 08:51 WIB

Bumi Resources Lolos Dari Kewajiban Pembayaran Utang

Bumi Resources Lolos Dari Kewajiban Pembayaran Utang

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 09:02 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB