Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

BI Imbau Masyarakat Menyayangi dan Merawat Rupiah

Arsito Hidayatullah

Senin, 26 Desember 2016 | 07:20 WIB
BI Imbau Masyarakat Menyayangi dan Merawat Rupiah
Penukaran uang rupiah baru di Jakarta beberapa hari lalu. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hendar mengajak masyarakat untuk merawat dan menggunakan uang rupiah dalam setiap transaksi ekonomi yang dilakukan di dalam negeri.

"Kami imbau masyarakat agar menyayangi rupiah dengan menggunakannya dalam setiap transaksi ekonomi yang dilakukan dan merawatnya agar masa pakai lebih lama," katanya usai melakukan pengenalan uang rupiah tahun emisi 2016 pada pedagang Pasar Atas Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu.

Menurutnya, merawat rupiah penting dilakukan dengan cara tidak dilipat, dicoret, atau dijepit hingga menyebabkan kerusakan pada lembar uang.

"Setiap uang yang sudah rusak, menjadi bagian uang yang harus dimusnahkan sementara memusnahkan uang memerlukan biaya tidak sedikit. Demikian halnya menerbitkan uang juga memerlukan biaya sehingga penting dijaga kelayakannya," ujarnya.

Ia mengatakan, BI berkomitmen menyediakan uang bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup, nilai pecahan memadai dan di waktu yang tepat.

Untuk hal itu, melalui kantor perwakilan yang ada di Indonesia BI menerapkan "clean money policy" atau kondisi uang layak edar dan menjamin kelancaran peredaran uang terutama di daerah yang sulit dijangkau.

"Ada daerah tertentu di mana banyak uang yang beredar di sana dalam keadaan lusuh sehingga melalui kantor perwakilan kami melakukan layanan kas titipan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang layak edar," katanya.

Seiring dengan telah diterbitkan 11 pecahan uang rupiah tahun emisi 2016 pada 19 Desember lalu, ia mengingatkan kembali masyarakat agar dapat menjaga kelayakan uang yang telah beredar supaya masa pakai lebih panjang.

"Untuk sementara peredaran uang pecahan baru memang masih terbatas dan dilakukan bertahap. Kami kembali mengingatkan masyarakat agar menyayangi dan memperlakukan rupiah dengan baik serta menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri sesuai ketentuan yang telah ditetapkan," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rencana Kebijakan Redenominasi, Ini Pandangan Positif Anggota DPR

Rencana Kebijakan Redenominasi, Ini Pandangan Positif Anggota DPR

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 03:42 WIB

BI: Rupiah Baru Lebih mirip Euro Ketimbang Yuan

BI: Rupiah Baru Lebih mirip Euro Ketimbang Yuan

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 18:34 WIB

Begini Wujud 11 Uang Rupiah Baru, Lebih Keren Nggak?

Begini Wujud 11 Uang Rupiah Baru, Lebih Keren Nggak?

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 15:52 WIB

Jokowi Akui Perlu Waktu Sederhanakan Digit Rupiah

Jokowi Akui Perlu Waktu Sederhanakan Digit Rupiah

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 13:14 WIB

Terkini

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:55 WIB

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:52 WIB