Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Jalan Layang Antapani Bandung Siap Digunakan Masyarakat

Adhitya Himawan

Rabu, 28 Desember 2016 | 12:58 WIB
Jalan Layang Antapani Bandung Siap Digunakan Masyarakat
Pembangunan jalan layang Antapani, Bandung, Jawa Barat, telah tuntas. [Dok Kementerian PUPR]

Setelah dimulai pembangunannya pada 9 Juni 2016, jalan layang (overpass) Antapani saat ini telah memasuki tahap akhir yaitu dilakukannya berbagai macam tes uji kelayakannya dan berdasarkan hasil tes, jalan layang tersebut siap digunakan masyarakat. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Danis H. Sumadilaga di Jakarta.

"Memasuki tahap akhir, dari beberapa hasil tes, jalan layang telah memenuhi persyaratan teknis," tutur Danis dalam keterangan tertulis, Rabu (28/12/2016).

Hari ini, Rabu (28/12/2016), kata Danis akan dilakukan ujicoba "Open Traffic Jalan Layang Antapani" selama 2 jam (06.00-08.00), dengan tujuan untuk melihat pola pergerakan kendaraan dan perilaku pengemudi.

Danis menambahkan, dengan selesainya jalan layang tersebut, diharapkan akan dapat mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di persimpangan tersebut. Pembangunan jalan layang Antapani terhitung cepat, hanya memerlukan waktu 6 bulan mulai dari perencanaan teknis hingga pelaksanaan konstruksi dengan menerapkan sistem pengadaan Rancang-Bangun ( Design-Built ).

"Diharapkan hasil uji coba Litbang ini menjadi model pembangunan jalan layang di daerah lain," tambah Danis.

Danis menjelaskan, bahwa jalan layang tersebut merupakan uji coba teknologi Corrugated Mortar-busa Pusjatan (CMP) yang merupakan teknologi hasil litbang Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) berupa kombinasi mortar-busa dengan Corrugated Steel Structure, dengan tujuan untuk menyediakan teknologi untuk membangun jalan layang dengan waktu yang lebih singkat dan biaya murah serta dalam rangka membantu mengurai kemacetan salah satunya pada simpang-simpang sebidang.

Rencananya, jalan layang dengan teknologi yang sama akan dibangun untuk mengurangi kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api di Kabupaten Brebes dan Tegal. Diketahui bahwa pada musim mudik lebaran 2016, terjadi penumpukan kendaraan setelah pintu keluar tol Brebes Timur akibat perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Balitbang Kementerian PUPR Herry Vaza mengatakan bahwa uji pembebanan statis dan dinamis jalan layang Antapani telah dilakukan pada tanggal 24 Desember 2016 dengan deformasi (serviceability limit state) dan  tegangan (ultimate limit state) telah memenuhi persyaratan teknis.

"Hasil uji dinamis menyatakan bahwa frekuensi natural jalan layang Antapani telah sesuai dengan permodelan yang direncanakan. Berdasarkan hasil dari uji pembebanan tersebut, menunjukkan bahwa jalan layang memenuhi persyaratan teknis dan siap untuk digunakan oleh masyarakat," tambah Herry.

baca juga

Panjang jalan layang Antapani adalah 340m dengan jumlah 3 bentang bukaan, yaitu 1 buah dengan bentang bukaan 22m dan 2 buah dengan bentang bukaan 11m untuk U-turn. Jalan layang Antapani memenuhi persyaratan spesifikasi jalan dengan tinggi ruang bebas vertikal 5.1 m dengan lebar lalu lintas 6.5 m untuk 2 lajur dan 2 arah.

Pembangunan jalan layang Antapani merupakan kerjasama antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Kota Bandung. Total biaya yang dikeluarkan untuk membangun jalan layang tersebut adalah Rp 23.5 Miliar dan biaya penataan simpang serta arsitektur sebesar Rp11 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rusun Atlet Asian Games Kemayoran Masuki Tahap Pengecoran Akhir

Rusun Atlet Asian Games Kemayoran Masuki Tahap Pengecoran Akhir

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 12:53 WIB

Jalan Tol Manado-Bitung akan Beroperasi 2018

Jalan Tol Manado-Bitung akan Beroperasi 2018

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 12:37 WIB

Kementerian PUPR Terus Rampungkan Jalan Perbatasan NTT

Kementerian PUPR Terus Rampungkan Jalan Perbatasan NTT

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 12:09 WIB

Layanan Air Bersih Terus Ditambah untuk Korban Banjir Bima

Layanan Air Bersih Terus Ditambah untuk Korban Banjir Bima

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 11:56 WIB

Pos Lintas Batas Negara Motaain Diresmikan Hari Ini

Pos Lintas Batas Negara Motaain Diresmikan Hari Ini

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 11:40 WIB

Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan Butuh Rp1,42 Triliun

Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan Butuh Rp1,42 Triliun

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 11:19 WIB

Bangunan Kelas Sementara Ditargetkan Selesai Awal Januari 2017

Bangunan Kelas Sementara Ditargetkan Selesai Awal Januari 2017

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 10:58 WIB

Pemerintah Salurkan Bantuan Sarana Air Bersih di Bima

Pemerintah Salurkan Bantuan Sarana Air Bersih di Bima

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 10:37 WIB

Ini Cara Menteri Basuki Stop Pergeseran Jembatan Cisomang

Ini Cara Menteri Basuki Stop Pergeseran Jembatan Cisomang

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 10:32 WIB

Menteri Basuki Akui Banyak Aset Negara Hanya Menguras Keuangan

Menteri Basuki Akui Banyak Aset Negara Hanya Menguras Keuangan

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 13:38 WIB

Terkini

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

×