Mendag: Harga Cabe Rawit Merah Besar Turun 13,33 Persen

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 08 Februari 2017 | 20:28 WIB
Mendag: Harga Cabe Rawit Merah Besar Turun 13,33 Persen
Pedagang cabai di pasar tradisional Jembatan Lima, Jakarta, Senin (9/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Harga cabai rawit merah besar di Pasar Mardika, Ambon, Maluku, terpantau turun sebesar 13,33 persen menjadi Rp65.000/kg dibandingkan harga seminggu yang lalu yang mencapai Rp75.000/kg. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga rata-rata nasional.

Sementara itu, harga bahan pokok lainnya terpantau stabil. Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai memantau harga di Pasar Mardika pada kunjungan kerja ke Ambon, Maluku, hari ini, Rabu (8/2/2017).

“Harga cabai rawit merah besar di Pasar Mardika saat ini berkisar antara Rp60.000-Rp65.000/kg. Harga ini lebih rendah dari rata-rata harga nasional yang mencapai Rp103.340/kg,” jelas Mendag.

Para pedagang menyambut Mendag dengan antusias. Tak sedikit yang menghentikan sementara transaksinya untuk melihat sosok Mendag. Para pedagang juga menjawab satu per satu pertanyaan yang diajukan Mendag Enggar terkait harga kebutuhan pokok.

Menurut Mendag, hasil pantauan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Mardika dalam seminggu terakhir cenderung menurun. Harga beras terpantau Rp12.000/kg (turun 4 persen), gula Rp14.000/kg, dan minyak goreng curah Rp15.000/lt (turun 3,32 persen).

Pasar Mardika Ambon diresmikan penggunaannya pada 2007. Pasar ini termasuk salah satu prasarana yang rusak akibat konflik kemanusiaan yang terjadi di Ambon pada 1999 silam. Pembangunan/rehabilitasi Pasar Mardika pascakonflik dilakukan secara bertahap. Sebanyak 71 kios dibangun pada 2004, 250 kios pada 2005, dan 180 kios pada 2006.

Dibangun dengan konstruksi beton, Pasar Mardika memiliki tiga lantai. Lantai pertama memiliki luas 2.319 m2, lantai ke-2 2.624 m2, dan lantai ke-3 2.438 m2. Pasar ini memiliki 501 kios yang mampu menampung 811 orang pedagang.Perkuat Pasar Domestik

Meskipun diakui masih ada persoalan dalam sektor pajak, penjualan online/e-commerce diakui dapat memotong mata rantai distribusi dan menjadikan komoditas lokal mampu menjadi tuan di negeri sendiri. Hal ini disampaikan Mendag Enggar pada acara diskusi teknologi dan perekonomian yang diselenggarakan Harian Kompas dan Telkomsel yang bertemakan “Menyatukan Negeri Melalui Layanan Digital” usai memantau harga barang pokok di Pasar Mardika.

baca juga

Dalam era digitalisasi saat ini yang perlu disiapkan dan dikembangkan dalam perdagangan online adalah mediator yang dapat memfasilitasi transaksi penjualan dan pembelian secara online dari produsen langsung ke konsumen. Nantinya, produk-produk industri kecil menengah (IKM) akan menjadi prioritas untuk dapat ditingkatkan penjualan melalui sistem online.

“Produk-produk IKM yang telah terseleksi atau mendapat pendampingan dan pembinaan akan didorong untuk meningkatkan transaksi penjualannya secara online. Kita harus prioritaskan produk-produk IKM ini,” ujar Mendag.

Pasar domestik yang kuat, menurut Mendag, merupakan salah satu kunci untuk menghadapi globalisasi dan teknologi digital yang tengah berkembang saat ini. “Untuk menghadapi globalisasi dan teknologi digital saat ini, yang harus kita lakukan adalah dengan memperkuat pasar domestik melalui perbaikan industri dalam negeri dan meningkatkan transaksi penjualan di dalam negeri secara online,” pungkas Mendag.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertumbuhan Ekspor Rempah ke Arab Saudi 51,17 Persen

Pertumbuhan Ekspor Rempah ke Arab Saudi 51,17 Persen

Bisnis | Sabtu, 04 Februari 2017 | 12:01 WIB

Mendag: Seimbangkan Harga Produsen dan Konsumen

Mendag: Seimbangkan Harga Produsen dan Konsumen

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2017 | 15:15 WIB

Kemendag Sediakan Fasilitas IDDC untuk Genjot Ekspor

Kemendag Sediakan Fasilitas IDDC untuk Genjot Ekspor

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2017 | 15:09 WIB

Putaran Ke-2, Perundingan IEU CEPA Perlihatkan Kemajuan

Putaran Ke-2, Perundingan IEU CEPA Perlihatkan Kemajuan

Bisnis | Senin, 30 Januari 2017 | 07:39 WIB

Tidak Wajar, KPPU Selidiki Permainan Harga Cabai

Tidak Wajar, KPPU Selidiki Permainan Harga Cabai

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 21:33 WIB

Para Menteri WTO Perkuat Sistem Perdagangan Multilateral

Para Menteri WTO Perkuat Sistem Perdagangan Multilateral

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 09:41 WIB

Mendag Klaim Revolusi Mental Angkat Perekonomian Indonesia

Mendag Klaim Revolusi Mental Angkat Perekonomian Indonesia

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 16:28 WIB

Surplus Perdagangan 2016 Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir

Surplus Perdagangan 2016 Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 17:36 WIB

Cabai Mahal, Tentara di Papua Ikut Disuruh Tanam Cabai

Cabai Mahal, Tentara di Papua Ikut Disuruh Tanam Cabai

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 14:39 WIB

Kementan Gandeng Kaum Perempuan untuk Tanam Cabai

Kementan Gandeng Kaum Perempuan untuk Tanam Cabai

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 17:41 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×