Harta 4 Orang Terkaya Indonesia Melebihi Harta 100 Juta si Miskin

Reza Gunadha

Kamis, 23 Februari 2017 | 16:59 WIB
Harta 4 Orang Terkaya Indonesia Melebihi Harta 100 Juta si Miskin
ilustrasi jurang si kaya dan si miskin. [shutterstock]

Suara.com - Jurang pembatas yang memisahkan si kaya dan si miskin di Indonesia ternyata semakin melebar. Bahkan, Ketimbangan kesejahteraan ekonomi di RI menjadi terburuk keenam dalam daftar negara seluruh dunia.

Ketimpangan tersebut, seperti dilansir AFP, Kamis (23/2/2017), tercermin dari hasil penelitian organisasi nirlaba Oxfam yang menunjukkan kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia setara dengan penghasilan 100 juta rakyat miskin.

"Tahun 2016, kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia mencapai 25 miliar Dolar AS (Rp 325 triliun). Jumlah ini melebihi jumlah gabungan kekayaan 100 juta orang miskin yang hanya Rp 255 miliar," ungkap periset Oxfam.

Merujuk pada data Forbes tahun 2016, keempat orang terkaya di Indonesia itu secara berturut-turut adalah: Hartono bersaudara (Budi dan Michael); Susilo Wonowidjojo; Anthoni Salim; dan, Eka Tjipta Widjaja.

Hartono bersaudara (PT Djarum) memiliki kekayaan senilai 17,1 miliar Dolar AS atau setara Rp 221 triliun. Susilo Wonowidjojo, yang juga dikenal sebagai taipan tembakau, menguasai kekayaan 7,1 miliar Dolar AS (Rp 91 triliun).

Sementara Anthoni Salim, bos PT Indofood, memiliki kekayaan 5,7 miliar Dolar AS (sekitar Rp 74 triliun). Sedangkan bos besar Sinarmas grup, Eka Tjipta, memunyai 5,6 miliar Dolar AS atau Rp 72,8 triliun.

Ketimpangan itu menjadi ironi, karena Indonesia dinilai tengah berada dalam masa "ledakan ekonomi" (economy booms).

"Indonesia menikmati era 'ledakan ekonomi' setelah krisis 1998, dan mampu mereduksi jumlah warga yang hidup dalam kemiskinan akut. Tapi, kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin akut pula. Bahkan, kesenjangan itu berkembang lebih pesat ketimbang turunnya persentase warga miskin," terang peneliti Oxfam.

Dengan kata lain, penghasilan ekonomi yang terbilang besar dari situasi "ledakan ekonomi" tersebut tidak terdistribusikan secara merata ke seluruh lapiran masyarakat.

baca juga

Menurut Oxfam, kondisi tersebut terutama disebabkan sistem perpajakan yang tak efektif untuk menyokong peningkatan taraf kehidupan masyarakat dari kalangan ekonomi lemah.

"Seluruh data ini mengartikulasikan, Presiden Joko Widodotelah gagal memenuhi harapan untuk melawan ketimpangan ekonomi. Pemerintah Indonesia juga gagal meningkatkan pengeluaran di bidang pelayanan publik, serta memaksa korporasi dan orang-orang kaya membayar pajak lebih tinggi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Enam Bulan, Laba Indofood Rp2,29 Triliun

Enam Bulan, Laba Indofood Rp2,29 Triliun

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2014 | 21:18 WIB

Anthoni Salim Incar Perusahaan Gula di Filipina

Anthoni Salim Incar Perusahaan Gula di Filipina

Bisnis | Senin, 26 Mei 2014 | 11:16 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

×