Kebijakan Ekonomi 1967 Membuka Peluang Penjajahan Bentuk Baru

Adhitya Himawan

Rabu, 08 Maret 2017 | 10:16 WIB
Kebijakan Ekonomi 1967 Membuka Peluang Penjajahan Bentuk Baru
Kawasan Grasberg Mine milik PT. Freeport Indonesia (PTFI ) di Tembagapura, Mimika, Timika, Papua, Minggu (15/2). [Antara]

Sejak berakhirnya era pemerintahan Presiden Soekarno pada Tahun 1967 yang ditandai dengan memburuknya situasi perekonomian dan perpolitikan bangsa, Indonesia dihadapkan pada pertarungan 2 (dua) ideologi arus utama (mainstream) di Eropa yaitu Kapitalisme dan Komunisme.

Indonesia sejatinya tidak terlibat pada kedua kutub itu, bahkan membentuk Gerakan Non-Blok untuk menegaskan posisi politiknya. Pada masa kekuasaan Presiden Soeharto, sistem perekonomian Indonesia lebih mengakomodasi kepragmatisan dalam terminologi pembangunan dengan menempatkan stabilitas ekonomi dan politik sebagai prioritas.

"Walaupun hal ini dibenarkan disebabkan situasi dan kondisi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi ditengah kehidupan masyarakat, tapi faktanya Rezim Orde Baru ini mensahkan UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA). Meskipun mengkampanyekan semangat menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen secara politik, namun secara ekonomi pemerintah telah membuka kembali pintu awal masuknya modal asing dan tentu saja berpotensi membuka peluang penjajahan bentuk baru," kata Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori saat dihubungi Suara.com, Rabu (8/3/2017).

Berbagai keberhasilan pembangunan dalam bidang ekonomi memang tak bisa diabaikan telah dicapai oleh pemerintahan Presiden Soeharto yang mengusung Trilogi Pembamgunan dan Strategi Pembangunan Bertahap yang dikenal dengan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Bahkan, pada Tahun 1984 pemerintahan berhasil mencapai sasaran Swasembada Beras, walau pada akhirnya pada saat yang sama tidak melanjutkan konsep pengembangan industri dalam konteks pangan nasional yang lebih variatif atau tak hanya bergantung pada beras.

Pemerintah kemudian meloncat dengan kebijakan paket Oktober pada tahun 1988 yang dikenal dengan debirokratisasi sektor keuangan yang bertujuan untuk lebih mempercepat pertumbuhan indistri karena penerimaan negara dari minyak bumi menurun. Berbagai keberhasilan yang dicapai itu, bahkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen disebabkan oleh motor penggerak sistem ekonomi kapitalistik yang ditunjukkan oleh tumbuhnya para pengusaha swasta yang dekat dengan lingkaran kekuasaan dan menjadi konglomerasi menguasai kue ekonomi Indonesia.

Dalam suatu kesempatan guru besar ekonomi Univeersitas Gadjah Mada almarhum Profesor Mubyarto menyebutnya sebagai adanya dualisme dalam sistem perekonomian Indonesia, yaitu ekonomi desa dan kota serta skala usaha besar dan kecil. "Kritik almarhum Profesor Mubyarto ini bukannya tanpa dasar, bahwa ternyata pemerintahan Orde Baru kembali mengulang sejarah kemiskinan dan ketimpangan ekonomi yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soekarno yang ditandai dengan krisis ekonomi pada Tahun 1997," ujar Defiyan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungan Raja Salman Beri Harapan Baru Perekonomian Indonesia

Kunjungan Raja Salman Beri Harapan Baru Perekonomian Indonesia

Bisnis | Minggu, 05 Maret 2017 | 07:25 WIB

Misbakhun: Investasi Arab Saudi akan Gerakkan Ekonomi RI

Misbakhun: Investasi Arab Saudi akan Gerakkan Ekonomi RI

Bisnis | Senin, 27 Februari 2017 | 12:48 WIB

Generasi Digital Topang Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan

Generasi Digital Topang Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 18:55 WIB

Pemerintah Patok Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini 5,1 Persen

Pemerintah Patok Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini 5,1 Persen

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 12:10 WIB

Realisasi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Sesuai Prediksi BI

Realisasi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Sesuai Prediksi BI

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 16:08 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016 Capai 5,02 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016 Capai 5,02 Persen

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 15:54 WIB

Sri Mulyani Berdoa Dinamika Politik Tak Ganggu Kondisi Ekonomi

Sri Mulyani Berdoa Dinamika Politik Tak Ganggu Kondisi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 13:07 WIB

Jokowi Minta Program Kementerian Bisa Membuka Lapangan Kerja

Jokowi Minta Program Kementerian Bisa Membuka Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 03 Februari 2017 | 07:46 WIB

Tantangan Indonesia Ditengah Perlambatan Ekonomi Global 2017

Tantangan Indonesia Ditengah Perlambatan Ekonomi Global 2017

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 13:28 WIB

2017, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Berkisar 5-5,4 Persen

2017, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Berkisar 5-5,4 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 19:11 WIB

Terkini

PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia

PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:19 WIB

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:14 WIB

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Jogja | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:13 WIB

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×