Selama 2 Tahun, Pemerintah Bangun 11.260 Rusun untuk Prajurit TNI

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 10 Maret 2017 | 13:18 WIB
Selama 2 Tahun, Pemerintah Bangun 11.260 Rusun untuk Prajurit TNI
TNI kini dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur di pedesaan. [Dok Kementerian PUPR]

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 Tahun Anggaran 2017, yang di selenggarakan di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (9/3/2017). Rakornis dibuka oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono.

Rakornis TMMD ke-98 mengusung tema “Dengan Semangat Kemanunggalan, Kita Tingkatkan Sinergitas Lintas Komponen Bangsa Dalam Rangka Membangun Daerah dan Desa untuk Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

 TMMD merupakan program terpadu lintas sektor antara TNI dengan Kementerian/Lembaga baik Pemerintah (Pusat/Daerah) maupun non Pemerintah yang dilaksanakan bersama masyarakat guna meningkatkan akselerasi pembangunan pedesaan khususnya di daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan, daerah kumuh perkotaan, serta daerah rawan/terdampak bencana.

Bagi Kementerian PUPR, payung kerjasama pelaksanaan TMMD adalah Nota Kesepahaman antara Kementerian PUPR dengan TNI No. 22/PKS/M/2015 tentang Pembangunan Infrastruktur yang Bernilai Strategis bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan TMMD sendiri selaras dengan arah pembangunan Indonesia yang tercantum pada Nawacita Presiden RI, khususnya butir ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Hal ini juga sejalan dengan visi Kementerian PUPR yaitu, terwujudnya infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang handal dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri, berkepribadian berlandaskan gotong-royong. 

Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa TMMD masih relevan dalam konteks kekinian karena 2 hal, yakni dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI, dimana kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah kunci. Kedua, dalam rangka membantu kabupaten/kota dan masyarakat untuk menyediakan infrastruktur yang baik, termasuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.

"TNI lahir dari rakyat dan berjuang untuk kepentingan rakyat. TMMD ini adalah sarana untuk lebih mendekatkan TNI dengan rakyat. Kerjasama Kementerian PUPR dengan TNI sudah lama dilakukan, meliputi 4 bidang utama, yakni sumberdaya air, jalan dan jembatan, infrastruktur permukiman (air bersih dan sanitasi) dan perumahan rakyat" tegas Menteri Basuki.

Pada bidang sumber daya air, kerjasama yang rutin dilakukan berupa pembersihan Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, Sungai Citarum, rehabilitasi Situ Rawa Gede dan Situ Kandang Babi, serta kegiatan tanggap darurat bencana. Di bidang Bina Marga, TNI membantu dalam pembangunan Jalan Perbatasan di Kalimantan dan Papua serta pembangunan Jalan Trans Papua. Pembangunan jalan yang dilakukan oleh TNI berupa pembukaan lahan dan pembangunan badan jalan untuk meningkatkan konektivitas, disamping juga menjadi pertahanan negara. Dalam hal ini Kementerian PUPR menyediakan bahan/material dan alat, sedangkan TNI menyediakan tenaga dan personil di lapangan.

baca juga

Pada bidang Cipta Karya kerjasama dilakukan dalam pembentukan karakter anggota Satuan Tugas Tanggap Darurat yang bertugas dalam penanganan bencana alam. Di bidang perumahan, Kementerian PUPR telah membangun hunian prajurit TNI berupa Rumah Susun dan rumah Tapak guna mendukung pelaksanaan tugas TNI. Pada tahun 2015, telah dibangun sebanyak 7.636 unit serta tahun 2016 sebanyak 3.624 unit rusun dan rusus yang diperuntukan bagi TNI/POLRI. Pada tahun 2017, penanganan rusun/rusus TNI/POLRI dilakukan oleh Kementerian Pertahanan dan POLRI. Kementerian PUPR akan melaksanakan sebanyak 129 unit rusus dan rusun yang merupakan pekerjaan lanjutan dari tahun sebelumnya.

Bila TNI memiliki kegiatan TMMD, Kementerian PUPR juga memiliki program infrastruktur berbasis masyarakat atau padat karya seperti program pemberdayaan untuk perbaikan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi di perdesaan; operasi dan pemeliharaan jalan; Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas); Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas); Kota tanpa Kumuh (Kotaku), Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW); rumah swadaya; dan Rumah Khusus.

“Semua dapat dilaksanakan dengan pola TMMD. Untuk itu saya perintahkan seluruh balai-balai dan satuan kerja Kementerian PUPR di daerah, agar mengintegrasikan program-program yang bersama rakyat dengan TMMD. Balai dan Satker di daerah akan di-BKO-kan (Bantu Kendali Operasi) dibawah koordinasi TNI. Hal tersebut yang kita lakukan untuk mendukung cita-cita mewujudkan kemanunggalan dan sinergitas antar lintas komponen bangsa,” tegas Menteri Basuki.

Sementara itu Kasad Jenderal TNI Mulyono mengatakan Rakornis ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebelum dilaksanakannnya TMMD, sekaligus evaluasi pelaksanaan TMMD sebelumnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2017, kegiatan TMMD akan dilaksanakan tiga kali dari semula 2 kali dalam setahun. Masa pelaksanaannya pun diperpanjang menjadi 30 hari dari semula hanya 21 hari. Untuk tahun 2017, TMMD akan dimulai tanggal 5 April 2017 dan berakhir pada 4 Mei 2017 mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Minta Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Palu Dipercepat

Jokowi Minta Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Palu Dipercepat

Bisnis | Jum'at, 10 Maret 2017 | 07:23 WIB

Ada UU Konstruksi, Kontraktor dan Tenaga Kerja Kini Terlindungi

Ada UU Konstruksi, Kontraktor dan Tenaga Kerja Kini Terlindungi

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 13:31 WIB

Kementerian PUPR Distribusi Air Bersih di Lokasi Banjir Sumbar

Kementerian PUPR Distribusi Air Bersih di Lokasi Banjir Sumbar

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 12:53 WIB

Pembangunan Jalan Harus Berdampak Pada Peningkatan Kualitas Hidup

Pembangunan Jalan Harus Berdampak Pada Peningkatan Kualitas Hidup

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 12:43 WIB

Inilah Deretan Program Infrastrukur PUPR yang Libatkan TNI

Inilah Deretan Program Infrastrukur PUPR yang Libatkan TNI

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 12:07 WIB

Lebih Dekat Dengan Rakyat, Jadi Alasan PUPR Ajak TNI Bangun Desa

Lebih Dekat Dengan Rakyat, Jadi Alasan PUPR Ajak TNI Bangun Desa

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 11:41 WIB

Bantu Pemerintah, TNI Akan Bangun Desa Tiga Kali Dalam Setahun

Bantu Pemerintah, TNI Akan Bangun Desa Tiga Kali Dalam Setahun

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 11:02 WIB

Rapat dengan TNI, PUPR Bahas Pembangunan di Pedesaan

Rapat dengan TNI, PUPR Bahas Pembangunan di Pedesaan

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 09:32 WIB

Ganjar Pranowo: Pembangunan Tol Batang-Semarang Capai 60 Persen

Ganjar Pranowo: Pembangunan Tol Batang-Semarang Capai 60 Persen

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 12:23 WIB

Lelang Transportasi Jabodetabek Ditarget 72 Persen Maret Ini

Lelang Transportasi Jabodetabek Ditarget 72 Persen Maret Ini

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 09:36 WIB

Terkini

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:29 WIB

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:28 WIB

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:21 WIB

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:19 WIB

Jangan Sepelekan! Ini Arti Mata Kanan Kedutan Menurut Medis dan Primbon Jawa

Jangan Sepelekan! Ini Arti Mata Kanan Kedutan Menurut Medis dan Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

×