Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

UBM Bakal Gelar Pameran Niaga Bahan Baku Farmasi

Ririn Indriani, Risna Halidi

Kamis, 16 Maret 2017 | 15:42 WIB
UBM Bakal Gelar Pameran Niaga Bahan Baku Farmasi
Konferensi pers 'Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia atau CPhI SEA 2017' yang akan digelar pada 22-24 Maret 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - PT. UBM Pameran Niaga Indonesia sebagai penyelenggara pameran terkemuka di Asia kembali menyelenggarakan event Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia atau CPhI SEA 2017 selama tiga hari berturut-turut dari 22 hingga 24 Maret 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Penyelenggaraan CPhI SEA 2017 ini merupakan pameran niaga bahan baku farmasi yang keenam yang diselenggarakan oleh UBM. "Dengan populasi yang besar artinya ada kebutuhan yang besar pula. Maka CPhi SEA  hadir di Indonesia," ucap General Manager, PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Ivan Ferrari di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Menurut data, terdapat sekitar 239 perusahaan farmasi yang beroperasi di Indonesia dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 20,6 persen per tahun. "Selain mempertemukan (pelaku farmasi), konvensi ini juga akan membangun antar kepercayaan para pelaku industri. Membantu bertukar informasi dan pengetahuan kawasan Indonesia dan regional," sambungnya.

Bukan hanya bahan baku, Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia 2017 juga akan membahas mesin teknologi terbaru, maupun kemasan dan distribusi.

Beberapa program yang akan dilakukan dalam event CPhI SEA 2017 adalah konferensi utama, investment forum, packaging forum, pameran dan business matching dalam format online.

Meski pertumbuhan pasar farmasi Indonesia terus meningkat, namun dalam area bahan baku dan produksi, Indonesia masih sangat bergantung dengan impor.

Bahkan menurut data Gabungan Perusahaan Farmasi, ketergantungan impor bahan baku obat Indonesia mencapai angka 95 persen yang sebagian besar diimpor dari Cina, India, Jepang dan beberapa negara Eropa.

"Roadmap pemerintah ingin supaya Indonesia tidak tergantung dari luar. Tapi roadmap jangka panjang adalah agar Indonesia bisa ekspor low material," jelas General Manager Quintiles IMS Indonesia, Wiwy Sasongko dalam acara yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

GIN Internasional Himpun 7.000 Pemilik Bisnis Independen

GIN Internasional Himpun 7.000 Pemilik Bisnis Independen

Bisnis | Jum'at, 10 Maret 2017 | 10:03 WIB

Ini Bedanya Obat Biasa dengan Obat Biosimilar

Ini Bedanya Obat Biasa dengan Obat Biosimilar

Health | Rabu, 21 Desember 2016 | 12:12 WIB

Mengenal Obat Biosimilar, Tren Baru di Dunia Farmasi

Mengenal Obat Biosimilar, Tren Baru di Dunia Farmasi

Health | Rabu, 21 Desember 2016 | 06:12 WIB

Kimia Farma Mulai Bangun Pabrik Bahan Baku Obat

Kimia Farma Mulai Bangun Pabrik Bahan Baku Obat

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 13:43 WIB

Terkini

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

×