Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula

Angelina Donna | Suara.com

Jum'at, 31 Maret 2017 | 19:41 WIB
Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula

Suara.com - “Manfaatkanlah waktu mudamu untuk terus belajar”, kita sering sekali mendengar kalimat itu. ya, memang benar, waktu muda harus digunakan untuk mempelajari hal-hal baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Kalau mengalami kegagalan saat belajar, itu wajar saja. Namanya juga masih “tahap belajar”.

Bagaimana jika kali ini kesalahan yang dilakukan berhubungan dengan investasi? Tentu saja Anda langsung mengerutkan dahi. Pastinya tidak mau ya kalau sampai salah dengan apapun itu yang berhubungan dengan uang. Risikonya besar, bisa berdampak pada kehidupan di masa yang akan datang.

Namun nyatanya saat masuk di dunia investasi, pasti ada saja kesalahan yang dilakukan. Semua investor mengalami hal yang sama saat masih menjadi investor pemula. Anda kenal Warren Buffet, orang terkaya di dunia?  Warren Buffet juga pernah melakukan kesalahan saat pertama kali terjun di dunia investasi.

Nah kali ini akan dibahas tentang kesalahan umum yang sering dilakukan investor pemula, diantaranya:

Terlalu Memikirkan Untung
Memang benar jika tujuan awal Anda dalam berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan. Namun tahukah Anda, pikiran seperti inilah yang terkadang malah membuat kita terlalu cepat mengambil keputusan. Karena terlalu bersemangat untuk mencari untung, Anda jadi sering melakukan transaksi walaupun imbal hasil yang didapatkan dari hasil menjual saham itu kecil. Padahal jika mengesampingkan pikiran ini dan menunggu beberapa hari, beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan ke depan, harga saham Anda saat ini bisa saja naik hingga berkali-kali lipat.

Tidak Banyak Bertanya
Investor saham pemula biasanya terlalu semangat hingga tidak mau bertanya. Coba bayangkan dan resapi, Anda masih pemula.

Tentu saja masih membutuhkan bantuan, saran atau masukan dari orang yang sudah berpengalaman di bidang investasi. Orang yang berpengalaman tentu sudah lebih tahu daripada Anda tentang jenis saham mana yang lebih baik dibeli dan sering mengalami kenaikan harga. Selain mendapatkan ilmu, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar jika mau bertanya.

Terlalu Tertarik dengan Saham Gorengan
Anda yang sudah berpengalaman di dunia investasi pasti sudah akrab dengan saham gorengan. Kok bisa namanya saham gorengan? Ini contohnya, investor A yang punya banyak uang membeli beratus lot saham pada perusahaan tertentu. Dengan melakukan hal ini, otomatis saham tersebut harganya menjadi naik, naik, dan semakin naik karena didalamnya terus terjadi transaksi. Kalau sudah begini pasti Anda tergiur kan? Padahal sebenarnya Anda terkena jebakan.

Setelah Anda dan investor lainnya membeli saham tersebut, lantas si investor A menjual semua aset yang dimilikinya pada waktu yang sama. Hal ini menyebabkan saham tersebut menjadi turun drastis. Sehingga Anda dan investor lainnya mengalami kerugian yang sangat besar. Sedangkan investor A mendapatkan keuntungan yang sangat sangat besar.

Bukan hanya investor pemula saja yang sering terkena jebakan ini. Investor senior juga mengalami hal yang sama karena terlalu cepat tergiur karena grafik saham yang terus menerus mengalami kenaikan.

Mengikuti Rekomendasi Orang
Dalam hidup, Anda memang selalu meminta rekomendasi dari orang-orang terdekat. Meminta rekomendasi memang baik, tapi tidak dalam semua bidang. Apalagi investasi. Jika meminta rekomendasi dari investor profesional tidak apa-apa, namun jika hanya mendengar dan meminta saran dari investor yang notabenenya “investor pemula” ya sama saja. Jika sudah terjun dalam dunia investasi, ada baiknya untuk melakukan analisa sendiri.

Toh kalau terjadi kerugian, Anda tidak akan menyesal karena Anda yang mengabil keputusan. Bayangkan jika Anda mendengar kata orang dan Anda mengalami kerugian, pasti Anda akan merasa menyesal setengah mati. Jadi intinya percaya diri dan dengarkan kata hati nurani.

Kurang Memperhatikan Risiko
Ya namanya investor pemula, pasti belum tahu banyak dalam dunia investasi. Saat muncul keinginan untuk berinvestasi, kaum muda sering kurang memperhatikan risiko apa yang nantinya akan muncul. Hal inilah yang nantinya akan membuat Anda rugi. Sebaiknya sebelum merugi dan menghamburkan uang, perbanyak belajar dan jangan sesekali berspekulasi.

Nah, itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para investor pemula. Jika Anda tidak mengingat kesalahan yang sudah pernah dilakukan maka kesalahan tersebut akan terus berlanjut tanpa henti.

Baca artikel Cermati lainnya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Cara Usaha Grosir Baju Cepat Laris

10 Cara Usaha Grosir Baju Cepat Laris

Bisnis | Jum'at, 31 Maret 2017 | 17:34 WIB

Ini 4 Tanda Teman yang Gemar Berutang

Ini 4 Tanda Teman yang Gemar Berutang

Lifestyle | Senin, 27 Maret 2017 | 19:32 WIB

Intip Keuntungan Menjual Rumah Mewah

Intip Keuntungan Menjual Rumah Mewah

Bisnis | Jum'at, 24 Maret 2017 | 19:54 WIB

Ini 4 Cara Hemat Bos Facebook ini Perlu Anda Tiru

Ini 4 Cara Hemat Bos Facebook ini Perlu Anda Tiru

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 19:40 WIB

Lakukan Cara Ini Sebelum "Unpaid Leave"

Lakukan Cara Ini Sebelum "Unpaid Leave"

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 19:50 WIB

Tips Memulai Bisnis Hidroponik

Tips Memulai Bisnis Hidroponik

Bisnis | Senin, 20 Maret 2017 | 19:38 WIB

Terkini

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:35 WIB

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:18 WIB

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB