Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Jokowi: Potensi Ekonomi Laut dan Perikanan RI Rp19 Ribu Triliun

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Kamis, 04 Mei 2017 | 17:52 WIB
Jokowi: Potensi Ekonomi Laut dan Perikanan RI Rp19 Ribu Triliun
Presiden Jokowi membuka Rakornas Kemaritiman di Jakarta, Kamis (4/5/2017). [Foto Kris - Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah upaya yang terus dilakukan pemerintah guna mengoptimalkan potensi kelautan yang dimiliki Indonesia. Ia juga memberikan pengarahan mengenai arah dan tujuan sektor maritim Indonesia di masa mendatang.

Di bidang infrastruktur maritim, sejak awal pemerintah sudah mengusahakan tol laut sebagai jalur transportasi laut bagi sejumlah komoditas. Dengan tol laut tersebut diharapkan wilayah-wilayah Indonesia, utamanya bagian Timur, untuk dapat terhubung sehingga mampu menekan harga komoditas.

"Di Indonesia bagian Timur sudah dirasakan oleh masyarakat adanya penurunan harga 20-25 persen. Saya kira sebuah penurunan yang cukup tinggi. Tetapi nantinya apabila rute dan trayek ini semakin banyak, kita meyakini bahwa turunnya harga-harga ini akan menjadi semakin lebih baik lagi," ujar Presiden Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemaritiman Tahun 2017 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Selain tol laut, pemerintah juga mengembangkan dan membangun pelabuhan-pelabuhan baru di Indonesia. Terkini, Pelabuhan Tanjung Priok sudah mampu melayani kapal-kapal besar yang memiliki kapasitas lebih dari 10 ribu TEUs.

"Ini berpuluh-puluh tahun saya kira belum pernah terjadi, dua minggu yang lalu kapal besar tersebut telah merapat. Artinya nanti juga akan ada penurunan biaya logistik dan transportasi. karena kita tidak usah transit ke negara-negara yang lain. Jadi bisa langsung masuk ke negara tujuan," kata Presiden.

Menurutnya hal ini hanyalah sebuah permulaan. Apabila pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia dapat berkonsolidasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik, ia meyakini bahwa ke depan akan semakin banyak kapal-kapal besar lainnya yang ikut merapat di pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

Sementara di Sumatera Utara, juga tengah dibangun pelabuhan besar lainnya di Kuala Tanjung. Presiden berharap agar pembangunan tersebut dapat segera diselesaikan pada tahun ini agar dapat mengejar ketertinggalan di bidang transportasi laut dengan negara lainnya.

"Kemungkinan besar Kuala Tanjung ini akan dikerjasamakan antara Pelindo, Rotterdam Port, dan juga untuk logistiknya dengan Dubai Port. Gabungan-gabungan seperti itu akan menjadikan kekuatan besar kita," ungkapnya.

Di hadapan para peserta Rakornas tersebut, Kepala Negara sekali lagi mengingatkan untuk meninggalkan rutinitas dan pola-pola lama dalam bekerja. Ia meminta agar jajarannya itu untuk berfokus pada industri kemaritiman seperti galangan kapal, jasa pelayaran, dan juga hilirisasi industri.

baca juga

"Tadi sudah disampaikan bahwa potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan ini 1,33 triliun Dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp19 ribu triliun lebih. Ini sebuah potensi yang sangat besar. Tetapi kalau pengelolaannya hanya rutinitas, monoton, dan tidak melakukan terobosan-terobosan, jangan harap angka ini bisa kita dapatkan. Sepuluh persen saja sudah bagus apalagi masuk ke 19 sampai 20 puluh ribu. Ini sebuah pekerjaan besar," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan.

Tampak hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta para menteri di bawah koordinasi Menko Kemaritiman, yaitu Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pariwisata Arief Yahya. Juga turut hadir ketua lembaga negara dan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Minta Nelayan Berani Budidaya Perikanan Lepas Pantai

Jokowi Minta Nelayan Berani Budidaya Perikanan Lepas Pantai

Bisnis | Kamis, 04 Mei 2017 | 17:39 WIB

Presiden Jokowi: Sejak 1997, Ekonomi Indonesia Tumbuh 300 Persen

Presiden Jokowi: Sejak 1997, Ekonomi Indonesia Tumbuh 300 Persen

Bisnis | Kamis, 04 Mei 2017 | 17:00 WIB

Jokowi Genjot Anak Buah Fokus Kembangkan Potensi Kelautan

Jokowi Genjot Anak Buah Fokus Kembangkan Potensi Kelautan

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 11:00 WIB

Jokowi: Tantangan Besar Kebebasan Pers Saat Ini adalah Hoax

Jokowi: Tantangan Besar Kebebasan Pers Saat Ini adalah Hoax

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 23:36 WIB

Jokowi Evaluasi Proyek Strategis Nasional di 22 Provinsi

Jokowi Evaluasi Proyek Strategis Nasional di 22 Provinsi

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 16:17 WIB

Jokowi Dianggap Salah Data Soal Pertumbuhan Ekonomi RI

Jokowi Dianggap Salah Data Soal Pertumbuhan Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 14:51 WIB

Gerindra: Banyak Proyek Infrastruktur Mangkrak di Era Jokowi

Gerindra: Banyak Proyek Infrastruktur Mangkrak di Era Jokowi

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 13:09 WIB

Presiden Jokowi Akan Undang Anies Baswedan ke Istana

Presiden Jokowi Akan Undang Anies Baswedan ke Istana

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 09:27 WIB

Jokowi Minta Sulsel Jadi Lokomotif Ekonomi Pulau Sulawesi

Jokowi Minta Sulsel Jadi Lokomotif Ekonomi Pulau Sulawesi

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 20:46 WIB

Jokowi Yakin Infrastruktur Jadi Kunci Ekonomi Jawa Barat

Jokowi Yakin Infrastruktur Jadi Kunci Ekonomi Jawa Barat

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 19:10 WIB

Terkini

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:08 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:33 WIB

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:15 WIB

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:13 WIB

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:44 WIB

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:37 WIB

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:15 WIB

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

×